<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Istana Negara Sudah Tidak Sakral</title><description>Pengamat politik Charta Politika, Arya Fernandes, menilai klarifikasi  Ketua Umum Partai Demokrat SBY di Istana  Negara terkait desas-desus tawaran posisi jabatan terhadap Yenny Wahid telah membuat Istana Negara  tidak sakral lagi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/19/339/794066/istana-negara-sudah-tidak-sakral</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/19/339/794066/istana-negara-sudah-tidak-sakral"/><item><title>Istana Negara Sudah Tidak Sakral</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/19/339/794066/istana-negara-sudah-tidak-sakral</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/19/339/794066/istana-negara-sudah-tidak-sakral</guid><pubDate>Jum'at 19 April 2013 08:24 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/19/339/794066/snjPyEqxgN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/19/339/794066/snjPyEqxgN.jpg</image><title>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat politik Charta Politika, Arya Fernandes, menilai klarifikasi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara terkait desas-desus tawaran posisi jabatan terhadap Zannubah Ariffah Chofsah Rahman Wahid (Yenny Wahid) telah membuat Istana Negara tidak sakral lagi. Pasalnya, SBY telah menyalahgunakan Istana Negara untuk kepentingan partainya.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Saya kira ini mendesakralisasikan Istana Negara, seharusnya komentarnya mengenai kepentingan rakyat. Saya khawatir istana tidak sakral lagi karena sangat sulit memisahkan kepentingan publik dan partai. Seharusnya kalau mau berkementar bisa cari tempat yang netral,&quot; ungkap Arya saar berbincangan dengan Okezone, Jumat (19/4/2013).
&amp;nbsp;
Dia juga tak tahu persis apakah Presiden SBY yang menjabat semua jabatan strategis partai tersebut lupa bila Istana Negara merupakan tempat untuk menyuarakan kepentingan masyarakat.
&amp;nbsp;
&quot;Mungkin dia alpa. Secara psikologi, kan ada banyak sentralisasi politik itu ada di tangan SBY. Karena banyaknya jabatan politik, SBY seakan alpa dengan semua itu,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;
Oleh sebab itu, dia menyarankan agar SBY lebih fokus terhadap penyelamatan kinerja pemerintahan sehingga diakhir masa jabatannya ini citra SBY tidak bertambah buruk. &quot;Pertama SBY harus bisa menyelamatkan kinerja pemerintah yang merosot, bila tidak maka tidak hanya citra partai yang rusak tapi citra dirinya juga akan rusak,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat politik Charta Politika, Arya Fernandes, menilai klarifikasi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara terkait desas-desus tawaran posisi jabatan terhadap Zannubah Ariffah Chofsah Rahman Wahid (Yenny Wahid) telah membuat Istana Negara tidak sakral lagi. Pasalnya, SBY telah menyalahgunakan Istana Negara untuk kepentingan partainya.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Saya kira ini mendesakralisasikan Istana Negara, seharusnya komentarnya mengenai kepentingan rakyat. Saya khawatir istana tidak sakral lagi karena sangat sulit memisahkan kepentingan publik dan partai. Seharusnya kalau mau berkementar bisa cari tempat yang netral,&quot; ungkap Arya saar berbincangan dengan Okezone, Jumat (19/4/2013).
&amp;nbsp;
Dia juga tak tahu persis apakah Presiden SBY yang menjabat semua jabatan strategis partai tersebut lupa bila Istana Negara merupakan tempat untuk menyuarakan kepentingan masyarakat.
&amp;nbsp;
&quot;Mungkin dia alpa. Secara psikologi, kan ada banyak sentralisasi politik itu ada di tangan SBY. Karena banyaknya jabatan politik, SBY seakan alpa dengan semua itu,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;
Oleh sebab itu, dia menyarankan agar SBY lebih fokus terhadap penyelamatan kinerja pemerintahan sehingga diakhir masa jabatannya ini citra SBY tidak bertambah buruk. &quot;Pertama SBY harus bisa menyelamatkan kinerja pemerintah yang merosot, bila tidak maka tidak hanya citra partai yang rusak tapi citra dirinya juga akan rusak,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
