<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY Terima Gelar Doktor dari Nanyang University</title><description>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya menerima gelar Honorary  Degree of Doctor of Letters dari Rajaratnam School of International  Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU), Singapura.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/22/373/795704/sby-terima-gelar-doktor-dari-nanyang-university</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/22/373/795704/sby-terima-gelar-doktor-dari-nanyang-university"/><item><title>SBY Terima Gelar Doktor dari Nanyang University</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/22/373/795704/sby-terima-gelar-doktor-dari-nanyang-university</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/22/373/795704/sby-terima-gelar-doktor-dari-nanyang-university</guid><pubDate>Senin 22 April 2013 17:18 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/22/373/795704/jBUPf8NTyY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">SBY saat diberi anugerah doktor di NTU. (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/22/373/795704/jBUPf8NTyY.jpg</image><title>SBY saat diberi anugerah doktor di NTU. (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya menerima gelar Honorary Degree of Doctor of Letters dari Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU), Singapura.Penganugerahan ini berlangsung di Hotel Shangri-La, Singapura, Senin (22/4/2013) pukul 14.00 waktu setempat atau 13.00 WIB. Alasan pemberian ini karena kepemimpinan SBY dalam pelayanan publik di berbagai bidang dinilai sangat mengesankan, sebagai advokat perdamaian, demokrasi, Islam moderat, dan hak asasi manusia (HAM).Penganugerahan gelar kepada SBY ini merefleksikan pengakuan NTU atas kenegarawanan SBY serta kontribusinya terhadap Indonesia, khususnya dalam membangun stabilitas politik, transformasi demokrasi, dan kemajuan ekonomi nasional. Demikian dilaporkan dalam keterangan yang dikeluarkan NTU, seperti dikutip dari laman Setkab, Senin (22/4/2013).Menurut NTU, SBY merupakan kepala negara pertama dari Indonesia yang menerima gelar tersebut. Sebelumnya gelar kehormatan dari NTU juga didapat mantan Presiden India Abdul Kalam dan mantan Presiden Singapura SR Nathan.Gelar ini juga sebagai pengakuan atas kiprah SBY dalam pelayanan publik, yaitu 27 tahun pelayanan militer, empat tahun menduduki kursi menteri, dan hampir satu dekade menjadi presiden Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya menerima gelar Honorary Degree of Doctor of Letters dari Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU), Singapura.Penganugerahan ini berlangsung di Hotel Shangri-La, Singapura, Senin (22/4/2013) pukul 14.00 waktu setempat atau 13.00 WIB. Alasan pemberian ini karena kepemimpinan SBY dalam pelayanan publik di berbagai bidang dinilai sangat mengesankan, sebagai advokat perdamaian, demokrasi, Islam moderat, dan hak asasi manusia (HAM).Penganugerahan gelar kepada SBY ini merefleksikan pengakuan NTU atas kenegarawanan SBY serta kontribusinya terhadap Indonesia, khususnya dalam membangun stabilitas politik, transformasi demokrasi, dan kemajuan ekonomi nasional. Demikian dilaporkan dalam keterangan yang dikeluarkan NTU, seperti dikutip dari laman Setkab, Senin (22/4/2013).Menurut NTU, SBY merupakan kepala negara pertama dari Indonesia yang menerima gelar tersebut. Sebelumnya gelar kehormatan dari NTU juga didapat mantan Presiden India Abdul Kalam dan mantan Presiden Singapura SR Nathan.Gelar ini juga sebagai pengakuan atas kiprah SBY dalam pelayanan publik, yaitu 27 tahun pelayanan militer, empat tahun menduduki kursi menteri, dan hampir satu dekade menjadi presiden Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
