<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Kunjungi Rusia, Pengebom Boston Berubah Radikal</title><description>Pelaku bom Boston Tamerlan Tsarnaev semakin berubah radikal sangat mengunjungi Rusia. Di sana dia sering datang ke masjid milik kelompok Salafi di Dagestan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/23/414/796123/usai-kunjungi-rusia-pengebom-boston-berubah-radikal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/23/414/796123/usai-kunjungi-rusia-pengebom-boston-berubah-radikal"/><item><title>Usai Kunjungi Rusia, Pengebom Boston Berubah Radikal</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/23/414/796123/usai-kunjungi-rusia-pengebom-boston-berubah-radikal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/23/414/796123/usai-kunjungi-rusia-pengebom-boston-berubah-radikal</guid><pubDate>Selasa 23 April 2013 13:08 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/23/414/796123/UIyaVzSVPD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tamerlan Tsarnaev (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/23/414/796123/UIyaVzSVPD.jpg</image><title>Tamerlan Tsarnaev (Foto: AP)</title></images><description>BOSTON &amp;ndash; Pelaku bom Boston Tamerlan Tsarnaev semakin berubah radikal sangat mengunjungi Rusia. Di sana dia sering datang ke masjid milik kelompok Salafi di Dagestan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pemikiran bahwa Amerika Serikat (AS) dan Israel adalah negara jahat sering muncul di dalam masjid itu,&amp;rdquo; ujar seorang warga Dagestan, seperti dikutip Associated Press, Selasa (23/4/2013).
&amp;nbsp;
Sekembalinya dari Dagestan, Tsarnaev membuat akun di situs Youtube. Di situs itu dia mengumpulkan video-video dari tokoh Islam radikal, salah satunya adalah Abu Dudzhan yang juga berasal dari Dagestan.
&amp;nbsp;
Kelompok Salafi di Dagestan sendiri diawasi secara ketat oleh Pemerintah Rusia. Mereka dianggap memiliki ajaran yang bersifat ekstrim.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pemrintah sering menutup masjid yang kami dirikan, namun kami lalu mendirikan masjid di tempat lain,&amp;rdquo; ujar seorang penganut Salafi di Dagestan.
&amp;nbsp;
Sikap radikal Tamerlan berbanding terbalik dengan pilihan keluarganya di Dagestan. Ayah Tamerlan, Anzor, disebut lebih suka datang ke masjid yang lebih moderat.
&amp;nbsp;
Tamerlan juga sempat berseberangan dengan komunitas Islam di Boston. Dia sempat membuat keributan di sebuah masjid di Boston karena tidak setuju dengan isi ceramah di masjid itu.</description><content:encoded>BOSTON &amp;ndash; Pelaku bom Boston Tamerlan Tsarnaev semakin berubah radikal sangat mengunjungi Rusia. Di sana dia sering datang ke masjid milik kelompok Salafi di Dagestan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pemikiran bahwa Amerika Serikat (AS) dan Israel adalah negara jahat sering muncul di dalam masjid itu,&amp;rdquo; ujar seorang warga Dagestan, seperti dikutip Associated Press, Selasa (23/4/2013).
&amp;nbsp;
Sekembalinya dari Dagestan, Tsarnaev membuat akun di situs Youtube. Di situs itu dia mengumpulkan video-video dari tokoh Islam radikal, salah satunya adalah Abu Dudzhan yang juga berasal dari Dagestan.
&amp;nbsp;
Kelompok Salafi di Dagestan sendiri diawasi secara ketat oleh Pemerintah Rusia. Mereka dianggap memiliki ajaran yang bersifat ekstrim.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Pemrintah sering menutup masjid yang kami dirikan, namun kami lalu mendirikan masjid di tempat lain,&amp;rdquo; ujar seorang penganut Salafi di Dagestan.
&amp;nbsp;
Sikap radikal Tamerlan berbanding terbalik dengan pilihan keluarganya di Dagestan. Ayah Tamerlan, Anzor, disebut lebih suka datang ke masjid yang lebih moderat.
&amp;nbsp;
Tamerlan juga sempat berseberangan dengan komunitas Islam di Boston. Dia sempat membuat keributan di sebuah masjid di Boston karena tidak setuju dengan isi ceramah di masjid itu.</content:encoded></item></channel></rss>
