<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Muslim AS Takut Diskriminasi Usai Bom Boston</title><description>Warga muslim Amerika Serikat (AS) kini hidup dalam kekhawatiran. Mereka takut menjadi pelampiasan kemarahan warga AS usai terjadinya seangan bom Boston minggu lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/23/414/796168/warga-muslim-as-takut-diskriminasi-usai-bom-boston</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/23/414/796168/warga-muslim-as-takut-diskriminasi-usai-bom-boston"/><item><title>Warga Muslim AS Takut Diskriminasi Usai Bom Boston</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/23/414/796168/warga-muslim-as-takut-diskriminasi-usai-bom-boston</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/23/414/796168/warga-muslim-as-takut-diskriminasi-usai-bom-boston</guid><pubDate>Selasa 23 April 2013 13:58 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/23/414/796168/LR7vN4j7aq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komunitas Muslim di Lousiville (Foto: Stuff)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/23/414/796168/LR7vN4j7aq.jpg</image><title>Komunitas Muslim di Lousiville (Foto: Stuff)</title></images><description>LOUISVILLE &amp;ndash; Warga muslim Amerika Serikat (AS) kini hidup dalam kekhawatiran. Mereka takut menjadi pelampiasan kemarahan warga AS usai terjadinya seangan bom Boston minggu lalu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami selalu berdoa serangan seperti itu tidak terjadi. Apapun yang kami lakukan, pandangan miring masyarakat akan selalu ada,&amp;rdquo; ujar seorang dokter keturunan Pakistan, seperti dikutip Reuters, Selasa (23/4/2013).
&amp;nbsp;
Salah satu tokoh muslim di kota Louisville Muhammad Babar mengatakan, warga muslim AS ikut bertanggung jawab dalam peritiwa serangan bom Boston. Mereka dianggap gagal merangkul pemuda seperti Tamerlan dan Dzhokhar Tsarnaev.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami gagal merangkul pemuda seperti pelaku bom Boston, mereka akhirnya ajtuh dalam pengaruh kelompok ekstrimis,&amp;rdquo; terang Babar.
&amp;nbsp;
Babar selama ini mempromosikan ajaran Islam moderat di Kota Louisville. Dia juga membangun hubungan baik dengan pemimpin agama lainnya di kota tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami ingin memberi tahu warga bahwa pemikiran kami berbeda dengan para ekstrimis,&amp;rdquo; pungkas Babar.
&amp;nbsp;
Babar mengaku mempromosikan Islam yang moderat di AS jauh lebih mudah daripaada di negara asalnya, Pakistan. Di Pakistan, tokoh Islam moderat seperti dirinya kan menjadi incaran serangan kelompok Taliban.</description><content:encoded>LOUISVILLE &amp;ndash; Warga muslim Amerika Serikat (AS) kini hidup dalam kekhawatiran. Mereka takut menjadi pelampiasan kemarahan warga AS usai terjadinya seangan bom Boston minggu lalu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami selalu berdoa serangan seperti itu tidak terjadi. Apapun yang kami lakukan, pandangan miring masyarakat akan selalu ada,&amp;rdquo; ujar seorang dokter keturunan Pakistan, seperti dikutip Reuters, Selasa (23/4/2013).
&amp;nbsp;
Salah satu tokoh muslim di kota Louisville Muhammad Babar mengatakan, warga muslim AS ikut bertanggung jawab dalam peritiwa serangan bom Boston. Mereka dianggap gagal merangkul pemuda seperti Tamerlan dan Dzhokhar Tsarnaev.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami gagal merangkul pemuda seperti pelaku bom Boston, mereka akhirnya ajtuh dalam pengaruh kelompok ekstrimis,&amp;rdquo; terang Babar.
&amp;nbsp;
Babar selama ini mempromosikan ajaran Islam moderat di Kota Louisville. Dia juga membangun hubungan baik dengan pemimpin agama lainnya di kota tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami ingin memberi tahu warga bahwa pemikiran kami berbeda dengan para ekstrimis,&amp;rdquo; pungkas Babar.
&amp;nbsp;
Babar mengaku mempromosikan Islam yang moderat di AS jauh lebih mudah daripaada di negara asalnya, Pakistan. Di Pakistan, tokoh Islam moderat seperti dirinya kan menjadi incaran serangan kelompok Taliban.</content:encoded></item></channel></rss>
