<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Debit Air Terus Naik, Status Waduk Jatiluhur Waspada</title><description>Tinggi muka air (TMA) Waduk Jatiluhur pagi ini sudah 108,07 mdpl. Bila mencapai 110 mdpl, air bisa tumpah ke Karawang, bahkan sampai Jakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/23/527/795961/debit-air-terus-naik-status-waduk-jatiluhur-waspada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/23/527/795961/debit-air-terus-naik-status-waduk-jatiluhur-waspada"/><item><title>Debit Air Terus Naik, Status Waduk Jatiluhur Waspada</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/23/527/795961/debit-air-terus-naik-status-waduk-jatiluhur-waspada</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/23/527/795961/debit-air-terus-naik-status-waduk-jatiluhur-waspada</guid><pubDate>Selasa 23 April 2013 10:02 WIB</pubDate><dc:creator>Irwan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/23/527/795961/cFyxhaQSVV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waduk Jatiluhur (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/23/527/795961/cFyxhaQSVV.jpg</image><title>Waduk Jatiluhur (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>PURWAKARTA - Hujan yang terus mengguyur Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dan bagian hulu Sungai Citarum mengakibatkan tinggi muka air (TMA) Waduk Jatiluhur terus naik.Pada Selasa (23/4/2013) pagi, TMA Waduk Jatiluhur mencapai 108,07 meter di atas permukaan laut (mdpl) atau sudah berstatus Waspada. TMA tersebut kurang dari dua meter di bawah batas maksimal atau status Luar Biasa, yakni 110 mdpl.Kondisi ini membuat air waduk limpas atau tumpah ke ruang jendela atas bandungan.Bila TMA mencapai 110 meter kubik dikhawatirkan Waduk Jatiluhur akan jebol dan 3,5 miliar kubik air menghantam Karawang hingga ke Jakarta.Untuk mengantisipasinya, pihak Perum Jasa Tirta (PJT) II sebagai pengelola air Waduk Jatiluhur akan menggunakan tanggul ubrug sebagai pintu pembuangan air. Tanggul ubrug sengaja dibuat untuk kondisi darurat.&amp;nbsp;Bila tanggul dijebol, air limpasan Waduk Jatiluhur akan mengalir ke Sungai Cikao.Direktur Pengelola Air Waduk Jatiluhur, Harry M Sungguh, mengatakan, sejauh ini TMA air Waduk Jatiluhur masih terkendali karena Sungai Citarum di bagian hilir masih bisa menampung air.Kendati demikian, pihaknya tetap mewaspadai kemungkinan tidak terduga, yakni hujan terus menerus yang mengakibatkan debit air waduk terus meningkat.</description><content:encoded>PURWAKARTA - Hujan yang terus mengguyur Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dan bagian hulu Sungai Citarum mengakibatkan tinggi muka air (TMA) Waduk Jatiluhur terus naik.Pada Selasa (23/4/2013) pagi, TMA Waduk Jatiluhur mencapai 108,07 meter di atas permukaan laut (mdpl) atau sudah berstatus Waspada. TMA tersebut kurang dari dua meter di bawah batas maksimal atau status Luar Biasa, yakni 110 mdpl.Kondisi ini membuat air waduk limpas atau tumpah ke ruang jendela atas bandungan.Bila TMA mencapai 110 meter kubik dikhawatirkan Waduk Jatiluhur akan jebol dan 3,5 miliar kubik air menghantam Karawang hingga ke Jakarta.Untuk mengantisipasinya, pihak Perum Jasa Tirta (PJT) II sebagai pengelola air Waduk Jatiluhur akan menggunakan tanggul ubrug sebagai pintu pembuangan air. Tanggul ubrug sengaja dibuat untuk kondisi darurat.&amp;nbsp;Bila tanggul dijebol, air limpasan Waduk Jatiluhur akan mengalir ke Sungai Cikao.Direktur Pengelola Air Waduk Jatiluhur, Harry M Sungguh, mengatakan, sejauh ini TMA air Waduk Jatiluhur masih terkendali karena Sungai Citarum di bagian hilir masih bisa menampung air.Kendati demikian, pihaknya tetap mewaspadai kemungkinan tidak terduga, yakni hujan terus menerus yang mengakibatkan debit air waduk terus meningkat.</content:encoded></item></channel></rss>
