<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengebom Boston Ingin Balas Invasi AS di Afghanistan</title><description>Laporan FBI menyebut kedua pelaku bom Boston melakukan serangan untuk membalas invasi Amerika Serikat (AS) di Irak dan Afghanistan. Mereka membenci invasi AS karena membuat banyak rakyat tidak berdosa tewas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/24/414/796613/pengebom-boston-ingin-balas-invasi-as-di-afghanistan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/24/414/796613/pengebom-boston-ingin-balas-invasi-as-di-afghanistan"/><item><title>Pengebom Boston Ingin Balas Invasi AS di Afghanistan</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/24/414/796613/pengebom-boston-ingin-balas-invasi-as-di-afghanistan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/24/414/796613/pengebom-boston-ingin-balas-invasi-as-di-afghanistan</guid><pubDate>Rabu 24 April 2013 09:48 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/24/414/796613/vGiUZ6uBR7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dzhokhar Tsarnaev (Foto: RT)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/24/414/796613/vGiUZ6uBR7.jpg</image><title>Dzhokhar Tsarnaev (Foto: RT)</title></images><description>BOSTON &amp;ndash; Laporan FBI menyebut kedua pelaku bom Boston melakukan serangan untuk membalas invasi Amerika Serikat (AS) di Irak dan Afghanistan. Mereka membenci invasi AS karena membuat banyak rakyat tidak berdosa tewas.L
&amp;nbsp;
Laporan FBI itu dibuat berdasarkan pernyataan yang dibuat oleh Dzhokhar Tsarnaev. Tsarnaev adalah satu-satunya pelaku bom yang tersisa setelah kakaknya, Tamerlan, tewas dalam aksi pengejaran polisi Jumat 19 Maret lalu.
&amp;nbsp;
Tsarnaev diinterogasi petugas di tengah perawatannya di rumah sakit. Dia mengalami luka tembak di tenggorokannya yang membuat dia sulit berbicara.
&amp;nbsp;
Dalam pernyataannya, Tsarnaev juga mengaku mempelajari cara membuat bom dari situs internet milik Al Qaeda. Tsarnaev mengaku dia dan kakaknya bekerja sendiri dan tidak memiliki hubungan dengan kelompok teroris manapun.
&amp;nbsp;
Pengakuan Tsarnaev itu sesuai dengan cerita dari teman Tsarnaev. Temannya itu mengatakan Tsarnaev sempat menyamakan ledakan bom Boston dengan kondisi di Irak dan Afghanistan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Membuat bom seperti itu mudah. Ledakan terjadi setiap hari di Irak dan Afghanistan,&amp;rdquo; ujar Tsarnaev kepada temannya itu, seperti dikutip The Star, Rabu (22/3/2013).
&amp;nbsp;</description><content:encoded>BOSTON &amp;ndash; Laporan FBI menyebut kedua pelaku bom Boston melakukan serangan untuk membalas invasi Amerika Serikat (AS) di Irak dan Afghanistan. Mereka membenci invasi AS karena membuat banyak rakyat tidak berdosa tewas.L
&amp;nbsp;
Laporan FBI itu dibuat berdasarkan pernyataan yang dibuat oleh Dzhokhar Tsarnaev. Tsarnaev adalah satu-satunya pelaku bom yang tersisa setelah kakaknya, Tamerlan, tewas dalam aksi pengejaran polisi Jumat 19 Maret lalu.
&amp;nbsp;
Tsarnaev diinterogasi petugas di tengah perawatannya di rumah sakit. Dia mengalami luka tembak di tenggorokannya yang membuat dia sulit berbicara.
&amp;nbsp;
Dalam pernyataannya, Tsarnaev juga mengaku mempelajari cara membuat bom dari situs internet milik Al Qaeda. Tsarnaev mengaku dia dan kakaknya bekerja sendiri dan tidak memiliki hubungan dengan kelompok teroris manapun.
&amp;nbsp;
Pengakuan Tsarnaev itu sesuai dengan cerita dari teman Tsarnaev. Temannya itu mengatakan Tsarnaev sempat menyamakan ledakan bom Boston dengan kondisi di Irak dan Afghanistan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Membuat bom seperti itu mudah. Ledakan terjadi setiap hari di Irak dan Afghanistan,&amp;rdquo; ujar Tsarnaev kepada temannya itu, seperti dikutip The Star, Rabu (22/3/2013).
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
