<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diplomat AS Periksa Keluarga Tsarnaev di Rusia</title><description>Diplomat Amerika Serikat (AS) akan mengunjungi keluarga Tsarnaev bersaudara di Rusia. Mereka ingin mengumpulkan informasi untuk membantu penyelidikan bom Boston.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/24/414/796935/diplomat-as-periksa-keluarga-tsarnaev-di-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/24/414/796935/diplomat-as-periksa-keluarga-tsarnaev-di-rusia"/><item><title>Diplomat AS Periksa Keluarga Tsarnaev di Rusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/24/414/796935/diplomat-as-periksa-keluarga-tsarnaev-di-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/24/414/796935/diplomat-as-periksa-keluarga-tsarnaev-di-rusia</guid><pubDate>Rabu 24 April 2013 16:30 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/24/414/796935/KLZVpKlcut.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anzor Tsarnaev (Foto: Times)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/24/414/796935/KLZVpKlcut.jpg</image><title>Anzor Tsarnaev (Foto: Times)</title></images><description>MOSKOW &amp;ndash; Diplomat Amerika Serikat (AS) akan mengunjungi keluarga Tsarnaev bersaudara di Rusia. Mereka ingin mengumpulkan informasi untuk membantu penyelidikan bom Boston.&amp;ldquo;Sebuah delegasi yang terdiri diplomat AS bertolak ke wilayah Dagestan kemarin. Mereka pergi untuk mewawancarai orangtua Tsarnaev bersaudara,&amp;rdquo; sebut pernyataan yang dikeluarkan Kedutaan AS di Rusia, seperti dikutip RIA Novosti, Rabu (24/3/2013).Pihak kedutaan mengaku kunjungan itu dilakukan setelah berkoordinasi dengan pihak berwenang di Rusia. Presiden Vladimir Putin memang sempat menawarkan bantuan kepada AS untuk menyelidiki serangan bom Boston.Diplomat  AS sebelumnya telah menghubungi ayah Tsarnaev bersaudara, Anzor, melalui telepon. Anzor mengatakan, sampai saat ini dirinya masih belum percaya anaknya Dzhokhar telah mengaku sebagai pelaku bom Boston.&amp;ldquo;Bagaimana caranya Dzhokhar dapat memberi kesaksian. Dia bahkan tidak dapat berbicara,&amp;rdquo; terang Anzor.Dzhokhar mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan petugas karena memiliki luka tembak di tenggorokannya. Petugas akhirnya mengambil keterangan dari Dzhokhar melalui tulisan dan gerak tubuh.Kesaksian yang diberikan Dzhokhar sendiri terancam dianggap tidak sah oleh pengadilan. Pasalnya, petugas mengambil kesaksian Dzhokhar tanpa memberitahu terlebih dahulu hak-hak pemuda itu sebagai seorang tersangka.</description><content:encoded>MOSKOW &amp;ndash; Diplomat Amerika Serikat (AS) akan mengunjungi keluarga Tsarnaev bersaudara di Rusia. Mereka ingin mengumpulkan informasi untuk membantu penyelidikan bom Boston.&amp;ldquo;Sebuah delegasi yang terdiri diplomat AS bertolak ke wilayah Dagestan kemarin. Mereka pergi untuk mewawancarai orangtua Tsarnaev bersaudara,&amp;rdquo; sebut pernyataan yang dikeluarkan Kedutaan AS di Rusia, seperti dikutip RIA Novosti, Rabu (24/3/2013).Pihak kedutaan mengaku kunjungan itu dilakukan setelah berkoordinasi dengan pihak berwenang di Rusia. Presiden Vladimir Putin memang sempat menawarkan bantuan kepada AS untuk menyelidiki serangan bom Boston.Diplomat  AS sebelumnya telah menghubungi ayah Tsarnaev bersaudara, Anzor, melalui telepon. Anzor mengatakan, sampai saat ini dirinya masih belum percaya anaknya Dzhokhar telah mengaku sebagai pelaku bom Boston.&amp;ldquo;Bagaimana caranya Dzhokhar dapat memberi kesaksian. Dia bahkan tidak dapat berbicara,&amp;rdquo; terang Anzor.Dzhokhar mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan petugas karena memiliki luka tembak di tenggorokannya. Petugas akhirnya mengambil keterangan dari Dzhokhar melalui tulisan dan gerak tubuh.Kesaksian yang diberikan Dzhokhar sendiri terancam dianggap tidak sah oleh pengadilan. Pasalnya, petugas mengambil kesaksian Dzhokhar tanpa memberitahu terlebih dahulu hak-hak pemuda itu sebagai seorang tersangka.</content:encoded></item></channel></rss>
