<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Kamboja Lakukan Protes Tuntut Reformasi</title><description>Sekira 2.000 warga Kamboja yang merupakan pendukung dari kelompok  oposisi, melakukan aksi turun ke jalan. Mereka menuntut dilakukannya  reformasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/25/411/797490/warga-kamboja-lakukan-protes-tuntut-reformasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/25/411/797490/warga-kamboja-lakukan-protes-tuntut-reformasi"/><item><title>Warga Kamboja Lakukan Protes Tuntut Reformasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/25/411/797490/warga-kamboja-lakukan-protes-tuntut-reformasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/25/411/797490/warga-kamboja-lakukan-protes-tuntut-reformasi</guid><pubDate>Kamis 25 April 2013 14:34 WIB</pubDate><dc:creator>Fajar Nugraha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/25/411/797490/dO2pCFsIeU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PM Kamboja Hun Sen dimintal lakukan reformasi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/25/411/797490/dO2pCFsIeU.jpg</image><title>PM Kamboja Hun Sen dimintal lakukan reformasi (Foto: Reuters)</title></images><description>PHNOM PENH - Sekira 2.000 warga Kamboja yang merupakan pendukung dari kelompok oposisi, melakukan aksi turun ke jalan. Mereka menuntut dilakukannya reformasi.Pendukung oposisi ini mendesak agar Pemerintah Perdana Menteri Hun Sen untuk melakukan reformasi sistem pemilu. Mereka juga meminta agar pemerintah menjamin pemimpin oposisi Sam Rainsy bisa kembali ke Kamboja untuk mengikuti pemilu.Pengunjuk rasa yang berasal dari Cambodia National Rescue Party (CNRP) berkumpul di sebuah taman di Ibu Kota Phnom Penh. Mereka membawa spanduk yang mengatakan, &quot;Tanpa Sam Rainsy, pemilu tidak akan berjalan adil dan bebas!&quot;.Rainsy yang saat ini tinggal di pengasingan di Prancis, dihadapkan pada hukuman penjara 11 tahun bila kembali ke Kamboja. Sebelumnya, Rainsy diadili secara in absentia atas tuduhan mempublikasikan peta palsu yang menunjukkan batas wilayah dengan Vietnam. Peta itu memasukan Kamboja dalam wilayah negara Vietnam.Pendukung Rainsy juga mendesak komite pemilihan umum (National Election Committe/NEC) untuk merubah daftar pemilih. Ada dugaan bahwa daftar pemilih itu berisi lebih dari satu juta nama palsu.NEC selama ini dituduh sebagai alat dari kekuasaan PM Hun Sen. November lalu, NEC mengatakan, Rainsy tidak akan bisa turut serta dalam pemilu Juli karena dakwaan yang diterimanya.&quot;Kami tidak akan berhenti melakukan aksi hingga NEC melakukan reformasi dan merubah daftar pemilih, hingga semua rakyat Kamboja bisa memilih dengan bebas,&quot; ujar Deputi Kepala CNRP Kem Sokha, seperti dikutip AFP, Kamis (25/4/2013).Tetapi Sekretaris Jenderal NEC Tep Nytha menolak tuduhan dari CNRP. Nytha menilai tindakan CNRP penuh dengan motivasi politik dan menegaskan bukan keputusan NEC untuk membolehkan Rainsy pulang atau tidak.</description><content:encoded>PHNOM PENH - Sekira 2.000 warga Kamboja yang merupakan pendukung dari kelompok oposisi, melakukan aksi turun ke jalan. Mereka menuntut dilakukannya reformasi.Pendukung oposisi ini mendesak agar Pemerintah Perdana Menteri Hun Sen untuk melakukan reformasi sistem pemilu. Mereka juga meminta agar pemerintah menjamin pemimpin oposisi Sam Rainsy bisa kembali ke Kamboja untuk mengikuti pemilu.Pengunjuk rasa yang berasal dari Cambodia National Rescue Party (CNRP) berkumpul di sebuah taman di Ibu Kota Phnom Penh. Mereka membawa spanduk yang mengatakan, &quot;Tanpa Sam Rainsy, pemilu tidak akan berjalan adil dan bebas!&quot;.Rainsy yang saat ini tinggal di pengasingan di Prancis, dihadapkan pada hukuman penjara 11 tahun bila kembali ke Kamboja. Sebelumnya, Rainsy diadili secara in absentia atas tuduhan mempublikasikan peta palsu yang menunjukkan batas wilayah dengan Vietnam. Peta itu memasukan Kamboja dalam wilayah negara Vietnam.Pendukung Rainsy juga mendesak komite pemilihan umum (National Election Committe/NEC) untuk merubah daftar pemilih. Ada dugaan bahwa daftar pemilih itu berisi lebih dari satu juta nama palsu.NEC selama ini dituduh sebagai alat dari kekuasaan PM Hun Sen. November lalu, NEC mengatakan, Rainsy tidak akan bisa turut serta dalam pemilu Juli karena dakwaan yang diterimanya.&quot;Kami tidak akan berhenti melakukan aksi hingga NEC melakukan reformasi dan merubah daftar pemilih, hingga semua rakyat Kamboja bisa memilih dengan bebas,&quot; ujar Deputi Kepala CNRP Kem Sokha, seperti dikutip AFP, Kamis (25/4/2013).Tetapi Sekretaris Jenderal NEC Tep Nytha menolak tuduhan dari CNRP. Nytha menilai tindakan CNRP penuh dengan motivasi politik dan menegaskan bukan keputusan NEC untuk membolehkan Rainsy pulang atau tidak.</content:encoded></item></channel></rss>
