<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jerman Tarik Peredaran Buku Seks untuk Anak</title><description>Pemerintah Jerman memutuskan untuk menarik sebuah buku pendidikan seks untuk anak-anak dari peredaran. Mereka menganggap buku tersebut memiliki isi yang terlalu vulgar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/27/414/798589/jerman-tarik-peredaran-buku-seks-untuk-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/27/414/798589/jerman-tarik-peredaran-buku-seks-untuk-anak"/><item><title>Jerman Tarik Peredaran Buku Seks untuk Anak</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/27/414/798589/jerman-tarik-peredaran-buku-seks-untuk-anak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/27/414/798589/jerman-tarik-peredaran-buku-seks-untuk-anak</guid><pubDate>Sabtu 27 April 2013 16:15 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/27/414/798589/ulDVyTepDB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Buku Wo Kommst Du Her? (Foto: Telegraph)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/27/414/798589/ulDVyTepDB.jpg</image><title>Buku Wo Kommst Du Her? (Foto: Telegraph)</title></images><description>BERLIN &amp;ndash;  Pemerintah Jerman  memutuskan untuk menarik sebuah buku pendidikan seks untuk anak-anak dari  peredaran. Mereka menganggap buku tersebut memiliki isi yang terlalu  vulgar.
&amp;nbsp;
Buku berjudul &amp;ldquo;Wo Kommst du Her?&amp;rdquo; yang  berarti &amp;ldquo;Darimana Kamu Berasal?&amp;rdquo; itu diterbitkan oleh perusahaan buku Loewe  Verlag. Buku itu sebenarnya sudah beredar sejak 1991.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Anak-anak zaman sekarang penuh rasa ingin  tahu. Mereka ingin mengetahui darimana mereka berasal,&amp;rdquo; sebut pernyataan yang  dikeluarkan Loewe Verlag, seperti dikutip Telegraph, Sabtu  (27/4/2013).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Menjawab pertanyaan itu adalah hal yang  cukup sulit. Namun ini adalah satu-satunya cara agar anak dapat mengerti tentang  seks dan kehamilan,&amp;rdquo; lanjut pernyataan tersebut.
&amp;nbsp;
Di dalam buku itu terdapat gambar seorang  perempuan sedang memasangkan kondom kepada pasangan prianya. Ada juga beberapa  gambar yang menunjukkan pasangan yang sedang berhubungan seks.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita memang harus memberikan pendidikan  seks pada anak-anak kita. Namun bukan berarti mereka diajarkan tentang seks  sejak sedini itu,&amp;rdquo; ujar politisi konservatif Jerman, Dorothee  Baer.</description><content:encoded>BERLIN &amp;ndash;  Pemerintah Jerman  memutuskan untuk menarik sebuah buku pendidikan seks untuk anak-anak dari  peredaran. Mereka menganggap buku tersebut memiliki isi yang terlalu  vulgar.
&amp;nbsp;
Buku berjudul &amp;ldquo;Wo Kommst du Her?&amp;rdquo; yang  berarti &amp;ldquo;Darimana Kamu Berasal?&amp;rdquo; itu diterbitkan oleh perusahaan buku Loewe  Verlag. Buku itu sebenarnya sudah beredar sejak 1991.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Anak-anak zaman sekarang penuh rasa ingin  tahu. Mereka ingin mengetahui darimana mereka berasal,&amp;rdquo; sebut pernyataan yang  dikeluarkan Loewe Verlag, seperti dikutip Telegraph, Sabtu  (27/4/2013).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Menjawab pertanyaan itu adalah hal yang  cukup sulit. Namun ini adalah satu-satunya cara agar anak dapat mengerti tentang  seks dan kehamilan,&amp;rdquo; lanjut pernyataan tersebut.
&amp;nbsp;
Di dalam buku itu terdapat gambar seorang  perempuan sedang memasangkan kondom kepada pasangan prianya. Ada juga beberapa  gambar yang menunjukkan pasangan yang sedang berhubungan seks.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita memang harus memberikan pendidikan  seks pada anak-anak kita. Namun bukan berarti mereka diajarkan tentang seks  sejak sedini itu,&amp;rdquo; ujar politisi konservatif Jerman, Dorothee  Baer.</content:encoded></item></channel></rss>
