<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daripada Cawapres 2014, Mending Jokowi Capres 2019</title><description>Sejumlah partai politik (parpol) maupun tokoh menyatakan berminat menggandeng Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), untuk diusung sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2014.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/28/339/798746/daripada-cawapres-2014-mending-jokowi-capres-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/28/339/798746/daripada-cawapres-2014-mending-jokowi-capres-2019"/><item><title>Daripada Cawapres 2014, Mending Jokowi Capres 2019</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/28/339/798746/daripada-cawapres-2014-mending-jokowi-capres-2019</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/28/339/798746/daripada-cawapres-2014-mending-jokowi-capres-2019</guid><pubDate>Minggu 28 April 2013 06:33 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/28/339/798746/WQBgBAo4HL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Joko Widodo </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/28/339/798746/WQBgBAo4HL.jpg</image><title>Joko Widodo </title></images><description>JAKARTA - Sejumlah partai politik (parpol) maupun tokoh menyatakan berminat menggandeng Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), untuk diusung sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2014.Sebut saja Partai Golkar yang sempat menyatakan ketertarikannya untuk menduetkan Jokowi dengan Ketua Umum Aburizal Bakrie (Ical) atau Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga melirik Jokowi sebagai pendamping Hatta Rajasa.Namun tampaknya hal itu akan sangat sulit direalisasikan. Menurut pengamat politik Charta Politika, Arya Fernandez, Jokowi tidak akan bersedia diusung sebagai cawapres pada pemilu mendatang.&quot;Lebih baik mempersiapkan diri di Pemilu 2019 daripada sebagai cawapres. Kalau dipasangkan sebagai cawapres, Jokowi lebih milih sebagai gubernur DKI,&quot; kata Arya kepada Okezone di Jakarta, Sabtu 27 April malam.Arya menambahkan, jika mantan Wali Kota Solo itu bersedia untuk menjadi cawapres, justru akan membahayakan Jokowi yang notabene masih memiliki banyak tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta.&quot;Kan Jokowi belum memberikan yang terbaik bagi Jakarta. Akan menjadi bumerang kalau dia maju sebagai cawapres,&quot; terangnya.Selain digadang-gadang sebagai cawapres, nama Jokowi juga kerap muncul dalam bursa capres. Namun lagi-lagi kemungkinan Jokowi maju sebagai capres sangat tipis. Pasalnya, tidak mudah bagi Jokowi untuk mendapatkan restu dari partainya.Sebab, Megawati sebagai Ketua Umum masih kuat di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai Jokowi bernaung.&quot;Meskipun secara elektabilitas Jokowi tinggi, tapi saya melihat potensi kemungkinan Jokowi mendapat restu partai tidak mudah. Kecuali Mega legowo tidak mau mencalonkan sebagai capres, dan menyerahkan tiket ke Jokowi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah partai politik (parpol) maupun tokoh menyatakan berminat menggandeng Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), untuk diusung sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2014.Sebut saja Partai Golkar yang sempat menyatakan ketertarikannya untuk menduetkan Jokowi dengan Ketua Umum Aburizal Bakrie (Ical) atau Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga melirik Jokowi sebagai pendamping Hatta Rajasa.Namun tampaknya hal itu akan sangat sulit direalisasikan. Menurut pengamat politik Charta Politika, Arya Fernandez, Jokowi tidak akan bersedia diusung sebagai cawapres pada pemilu mendatang.&quot;Lebih baik mempersiapkan diri di Pemilu 2019 daripada sebagai cawapres. Kalau dipasangkan sebagai cawapres, Jokowi lebih milih sebagai gubernur DKI,&quot; kata Arya kepada Okezone di Jakarta, Sabtu 27 April malam.Arya menambahkan, jika mantan Wali Kota Solo itu bersedia untuk menjadi cawapres, justru akan membahayakan Jokowi yang notabene masih memiliki banyak tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta.&quot;Kan Jokowi belum memberikan yang terbaik bagi Jakarta. Akan menjadi bumerang kalau dia maju sebagai cawapres,&quot; terangnya.Selain digadang-gadang sebagai cawapres, nama Jokowi juga kerap muncul dalam bursa capres. Namun lagi-lagi kemungkinan Jokowi maju sebagai capres sangat tipis. Pasalnya, tidak mudah bagi Jokowi untuk mendapatkan restu dari partainya.Sebab, Megawati sebagai Ketua Umum masih kuat di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai Jokowi bernaung.&quot;Meskipun secara elektabilitas Jokowi tinggi, tapi saya melihat potensi kemungkinan Jokowi mendapat restu partai tidak mudah. Kecuali Mega legowo tidak mau mencalonkan sebagai capres, dan menyerahkan tiket ke Jokowi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
