<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Survei, Prabowo &amp; Wiranto Berhasil Ungguli Megawati</title><description>Calon Presiden berlatar belakang militer menjelang Pemilihan Presiden 2014 ternyata masih memiliki elektabilitas cukup tinggi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/28/339/798803/survei-prabowo-wiranto-berhasil-ungguli-megawati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/28/339/798803/survei-prabowo-wiranto-berhasil-ungguli-megawati"/><item><title>Survei, Prabowo &amp; Wiranto Berhasil Ungguli Megawati</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/28/339/798803/survei-prabowo-wiranto-berhasil-ungguli-megawati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/28/339/798803/survei-prabowo-wiranto-berhasil-ungguli-megawati</guid><pubDate>Minggu 28 April 2013 11:48 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/28/339/798803/q3Pi5lAsdP.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/28/339/798803/q3Pi5lAsdP.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Calon Presiden berlatar belakang militer menjelang Pemilihan Presiden 2014 ternyata masih memiliki elektabilitas cukup tinggi. Padahal, belakangan, korps aparat itu kian tercoreng, lantaran kasus penyerangan Lapas Cebongan dan kantor DPP PDIP, serta kasus kekerasan lainnya.
&amp;nbsp;
Itu terlihat dari hasil survei yang dirilis oleh Lembaga Klimatologi Politik (LKP). Nama Capres Prabowo Subianto kembali mencuat dengan menempati elektabilitas tertinggi dari 1.225 responden sebanyak 19,8 persen, lalu&amp;nbsp; Wiranto 15,4 persen, kemudian disusul oleh Aburizal Bakrie 14,4 persen, dan Megawati Soekarno Soekarnoputri
&amp;nbsp;
&quot;Kedua mantan petinggi TNI di era Orde Baru itu menggungguli politisi-politisi sipil seperti Aburizal Bakrie, Megawati Soekarnoputri, Hatta Rajasa, Surya Paloh,&quot; kata CEO LKP Usman Rachman saat jumpa pers di Hotel Grand Menteng, Jakarta Timur, Minggu (28/4/2013).
&amp;nbsp;
Survei dilakukan sejak 20-30 Maret 2013 di 33 provinsi terhadap 1.225 responden dengan menggunakan teknik multi stage random sampling dan margin error &amp;plusmn;2,8 persen dan level of confidence 95 persen. &quot;Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan responden bantuan kuesioner,&quot;tukasnya.
&amp;nbsp;
Selain itu, sambung Usman, survei ini membatasi pada tokoh-tokoh nasional yang berada dalam struktural partai atau lebih dikenal dengan capres structural. Survei ini juga tidak melibatkan tokoh-tokoh alternatif sebagai kandidat Capres.
&amp;nbsp;
Pasalnya, pihaknya mengaku masih memegang jika Capres harus diusung partai politik maupun gabungan partai politik. Mengingat UUD 45 dan UU Pilpres belum memberi celah bagi munculnya Capres independen.
&amp;nbsp;
Pada penelitian lainnya, LKP juga merilis jika dari pertanyaan yang diajukan kepada responden, apakah Presiden RI sebaiknya dari kalangan TNI atau sipil? Ternyata responden lebih memilih tokoh militer 40,5 persen, dan tokoh sipil 21,4 persen. 27,3 persen tidak mempersoalkan hal tersebut, kemudian 10,8 persen menjawab tidak tahu.
&amp;nbsp;
&quot;Menurut kajian LKP, alasan TNI masih diminati, karena hasil survei ini tidak terlepas dengan kondisi sosial politik Indonesia akhir-akhir ini. Banyaknya tindak kekerasan, konflik-konflik sosial, dan gangguan keamanan, mendorong keinginan publik akan lahirnya sosok kepemimpinan nasional yang tegas yang dapat mengendalikan keamanan,&quot; simpulnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Calon Presiden berlatar belakang militer menjelang Pemilihan Presiden 2014 ternyata masih memiliki elektabilitas cukup tinggi. Padahal, belakangan, korps aparat itu kian tercoreng, lantaran kasus penyerangan Lapas Cebongan dan kantor DPP PDIP, serta kasus kekerasan lainnya.
&amp;nbsp;
Itu terlihat dari hasil survei yang dirilis oleh Lembaga Klimatologi Politik (LKP). Nama Capres Prabowo Subianto kembali mencuat dengan menempati elektabilitas tertinggi dari 1.225 responden sebanyak 19,8 persen, lalu&amp;nbsp; Wiranto 15,4 persen, kemudian disusul oleh Aburizal Bakrie 14,4 persen, dan Megawati Soekarno Soekarnoputri
&amp;nbsp;
&quot;Kedua mantan petinggi TNI di era Orde Baru itu menggungguli politisi-politisi sipil seperti Aburizal Bakrie, Megawati Soekarnoputri, Hatta Rajasa, Surya Paloh,&quot; kata CEO LKP Usman Rachman saat jumpa pers di Hotel Grand Menteng, Jakarta Timur, Minggu (28/4/2013).
&amp;nbsp;
Survei dilakukan sejak 20-30 Maret 2013 di 33 provinsi terhadap 1.225 responden dengan menggunakan teknik multi stage random sampling dan margin error &amp;plusmn;2,8 persen dan level of confidence 95 persen. &quot;Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan responden bantuan kuesioner,&quot;tukasnya.
&amp;nbsp;
Selain itu, sambung Usman, survei ini membatasi pada tokoh-tokoh nasional yang berada dalam struktural partai atau lebih dikenal dengan capres structural. Survei ini juga tidak melibatkan tokoh-tokoh alternatif sebagai kandidat Capres.
&amp;nbsp;
Pasalnya, pihaknya mengaku masih memegang jika Capres harus diusung partai politik maupun gabungan partai politik. Mengingat UUD 45 dan UU Pilpres belum memberi celah bagi munculnya Capres independen.
&amp;nbsp;
Pada penelitian lainnya, LKP juga merilis jika dari pertanyaan yang diajukan kepada responden, apakah Presiden RI sebaiknya dari kalangan TNI atau sipil? Ternyata responden lebih memilih tokoh militer 40,5 persen, dan tokoh sipil 21,4 persen. 27,3 persen tidak mempersoalkan hal tersebut, kemudian 10,8 persen menjawab tidak tahu.
&amp;nbsp;
&quot;Menurut kajian LKP, alasan TNI masih diminati, karena hasil survei ini tidak terlepas dengan kondisi sosial politik Indonesia akhir-akhir ini. Banyaknya tindak kekerasan, konflik-konflik sosial, dan gangguan keamanan, mendorong keinginan publik akan lahirnya sosok kepemimpinan nasional yang tegas yang dapat mengendalikan keamanan,&quot; simpulnya.</content:encoded></item></channel></rss>
