<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dikejar Polisi, Dua Pelajar Tewas di Jalan</title><description>Wiwin yang masih duduk di bangku kelas III SMP Muhammadiyah ini tewas  seketika setelah mengalami luka serius pada bagian kepalanya</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/28/340/798906/dikejar-polisi-dua-pelajar-tewas-di-jalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/04/28/340/798906/dikejar-polisi-dua-pelajar-tewas-di-jalan"/><item><title>Dikejar Polisi, Dua Pelajar Tewas di Jalan</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/04/28/340/798906/dikejar-polisi-dua-pelajar-tewas-di-jalan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/04/28/340/798906/dikejar-polisi-dua-pelajar-tewas-di-jalan</guid><pubDate>Minggu 28 April 2013 18:33 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/28/340/798906/07svtUhBRh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/28/340/798906/07svtUhBRh.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok Okezone)</title></images><description>MAKASSAR - Kasus kecelakaan maut kembali terjadi di jembatan layang Jalan Urip Sumohardjo, Panakkukang, Minggu (28/4) dini hari. Insiden itu mengakibatkan dua nyawa pelajar melayang.
&amp;nbsp;
Kedua korban masing-masing diketahui bernama Aswinto alias Wiwin, 16, dan Abdul Khalik, 16, warga Jalan Tamalatate III, Kec Rappocini, Makassar.
&amp;nbsp;
Wiwin yang masih duduk di bangku kelas III SMP Muhammadiyah ini tewas seketika setelah mengalami luka serius pada bagian kepalanya. Sedangkan Khalik siswa kelas I SMK 2 Gunungsari juga mengalami luka di bagian kepala.
&amp;nbsp;
Satu korban lainnya bernama Muh Ansal, 15, warga Jalan Rappocini Raya selamat dan&amp;nbsp; masih menjalani perawatan serius di RS Ibnu Sina akibat luka serius yang dialaminya.
&amp;nbsp;
Kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 02.00 Wita. Ketiga korban berboncongen sepeda motor Honda Scoopy DD 6673 UJ yang dikendarai Wiwin.
&amp;nbsp;
Terdapat dua versi kecelakaan yang menewaskan dua pelajar ini. Versi keluarga korban, kasus ini bermula saat sejumlah Patroli Bermotor Polrestabes Makassar mengejar korban karena berboncengan tiga.
&amp;nbsp;
Karena ketakutan, Wiwin pun menancap gas kendaraannya, hingga akhirnya menabrak trotoar pembatas jalan di atas fly over. &quot;Dari keterangan teman-temannya, mereka dikejar sejumlah polisi yang memakai motor dari arah Jalan Urip Sumohardjo,&quot; ujar kakak kandung, Khalik, Ahmad Saleh, saat ditemui di rumah duka.
&amp;nbsp;
Sedangkan dari versi kepolisian, ketiga korban yang berboncengan tiga ini menancap gasnya melebihi rata-rata, sehingga kehilangan kendali di fly over.
&amp;nbsp;
Kasat Lantas Polrestabes Makassar Kompol Anggi S Siregar membantah jika terjadi kejar-kejaran antara polisi dan korban. Menurutnya, saat itu, tidak ada pergerakan dari Patmor Polrestabes. &quot;Ini kecelakaan tunggal. Pengemudinya diduga tak hati-hati. Tak ada polisi yang mengejar,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Menurut dia, ketiga korban sempat terlempar sejauh beberapa meter setelah sepeda motornya menabrak trotoar dan pot bunga yang berada di tengah jalan. &quot;Kalau pun mereka dikejar Patmor, harusnya korban tidak kabur dan menyerahkan diri. Apalagi mereka masih pelajar, dan belum mengantongi SIM,&quot; bebernya.
&amp;nbsp;
Pasca kejadian, kedua korban yang meninggal dunia, sempat menjalani perawatan di UGD RS Ibnu Sina. Namun karena pendarahan serius, Wiwin dan Khalid menghembuskan nafas terakhirnya.
&amp;nbsp;
Sementara korban selamat, M Ansal, hanya menderita luka lecet di bagian kaki dan tangannya. Hingga kemarin, Ansal masih dirawat intensif di RS milik Yayasan UMI tersebut.
&amp;nbsp;
Jika betul korban kecelakaan akibat dikejar petugas kepolisian, pihak keluarga menuntut tanggungjawab dari Polrestabes Makassar. Kakak Khalik, Ahmad Saleh menyebut, pada Sabtu (27/4) malam, adiknya pamit dari rumah untuk menonton konser band regge di Jalan Baji Minasa.
&amp;nbsp;
&quot;Mereka berangkat bersama teman-temannya di dekat rumah. Terus subuh harinya, kami sudah dapat info kalau Khalik meninggal kecelakaan,&quot; akunya.</description><content:encoded>MAKASSAR - Kasus kecelakaan maut kembali terjadi di jembatan layang Jalan Urip Sumohardjo, Panakkukang, Minggu (28/4) dini hari. Insiden itu mengakibatkan dua nyawa pelajar melayang.
&amp;nbsp;
Kedua korban masing-masing diketahui bernama Aswinto alias Wiwin, 16, dan Abdul Khalik, 16, warga Jalan Tamalatate III, Kec Rappocini, Makassar.
&amp;nbsp;
Wiwin yang masih duduk di bangku kelas III SMP Muhammadiyah ini tewas seketika setelah mengalami luka serius pada bagian kepalanya. Sedangkan Khalik siswa kelas I SMK 2 Gunungsari juga mengalami luka di bagian kepala.
&amp;nbsp;
Satu korban lainnya bernama Muh Ansal, 15, warga Jalan Rappocini Raya selamat dan&amp;nbsp; masih menjalani perawatan serius di RS Ibnu Sina akibat luka serius yang dialaminya.
&amp;nbsp;
Kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 02.00 Wita. Ketiga korban berboncongen sepeda motor Honda Scoopy DD 6673 UJ yang dikendarai Wiwin.
&amp;nbsp;
Terdapat dua versi kecelakaan yang menewaskan dua pelajar ini. Versi keluarga korban, kasus ini bermula saat sejumlah Patroli Bermotor Polrestabes Makassar mengejar korban karena berboncengan tiga.
&amp;nbsp;
Karena ketakutan, Wiwin pun menancap gas kendaraannya, hingga akhirnya menabrak trotoar pembatas jalan di atas fly over. &quot;Dari keterangan teman-temannya, mereka dikejar sejumlah polisi yang memakai motor dari arah Jalan Urip Sumohardjo,&quot; ujar kakak kandung, Khalik, Ahmad Saleh, saat ditemui di rumah duka.
&amp;nbsp;
Sedangkan dari versi kepolisian, ketiga korban yang berboncengan tiga ini menancap gasnya melebihi rata-rata, sehingga kehilangan kendali di fly over.
&amp;nbsp;
Kasat Lantas Polrestabes Makassar Kompol Anggi S Siregar membantah jika terjadi kejar-kejaran antara polisi dan korban. Menurutnya, saat itu, tidak ada pergerakan dari Patmor Polrestabes. &quot;Ini kecelakaan tunggal. Pengemudinya diduga tak hati-hati. Tak ada polisi yang mengejar,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Menurut dia, ketiga korban sempat terlempar sejauh beberapa meter setelah sepeda motornya menabrak trotoar dan pot bunga yang berada di tengah jalan. &quot;Kalau pun mereka dikejar Patmor, harusnya korban tidak kabur dan menyerahkan diri. Apalagi mereka masih pelajar, dan belum mengantongi SIM,&quot; bebernya.
&amp;nbsp;
Pasca kejadian, kedua korban yang meninggal dunia, sempat menjalani perawatan di UGD RS Ibnu Sina. Namun karena pendarahan serius, Wiwin dan Khalid menghembuskan nafas terakhirnya.
&amp;nbsp;
Sementara korban selamat, M Ansal, hanya menderita luka lecet di bagian kaki dan tangannya. Hingga kemarin, Ansal masih dirawat intensif di RS milik Yayasan UMI tersebut.
&amp;nbsp;
Jika betul korban kecelakaan akibat dikejar petugas kepolisian, pihak keluarga menuntut tanggungjawab dari Polrestabes Makassar. Kakak Khalik, Ahmad Saleh menyebut, pada Sabtu (27/4) malam, adiknya pamit dari rumah untuk menonton konser band regge di Jalan Baji Minasa.
&amp;nbsp;
&quot;Mereka berangkat bersama teman-temannya di dekat rumah. Terus subuh harinya, kami sudah dapat info kalau Khalik meninggal kecelakaan,&quot; akunya.</content:encoded></item></channel></rss>
