<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dibacok saat Liput Rusuh Musi Rawas, Zainul Lapor Polisi</title><description>Jurnalis Sindo TV, Zinul Abidin (33), yang mengalami luka bacok saat melakukan peliputan rusuh massa dan pembakaran Mapolsek Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, pada Selasa 30 April, melapor ke polisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/01/340/800364/dibacok-saat-liput-rusuh-musi-rawas-zainul-lapor-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/01/340/800364/dibacok-saat-liput-rusuh-musi-rawas-zainul-lapor-polisi"/><item><title>Dibacok saat Liput Rusuh Musi Rawas, Zainul Lapor Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/01/340/800364/dibacok-saat-liput-rusuh-musi-rawas-zainul-lapor-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/01/340/800364/dibacok-saat-liput-rusuh-musi-rawas-zainul-lapor-polisi</guid><pubDate>Rabu 01 Mei 2013 11:38 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/01/340/800364/CRVoer03FI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Zainul Abidin (Foto: Capture RCTI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/01/340/800364/CRVoer03FI.jpg</image><title>Zainul Abidin (Foto: Capture RCTI)</title></images><description>JAKARTA - Jurnalis Sindo TV, Zinul Abidin (33), yang mengalami luka bacok saat melakukan peliputan rusuh massa dan pembakaran Mapolsek Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, pada Selasa 30 April, melapor ke polisi.Berdasarkan kronologis yang diterima Okezone, setelah mendapat perawatan di RSUD Lubuk Linggau, dokter menyarankan korban tidak perlu diopname karena luka bacoknya tidak terlalu parah.Perwakilan Sindo TV Biro Palembang, Suhanto Asnawi alias Didik, yang mendampingi Zainul, melaporkan kejadian pengeroyokan itu ke Mapolres Musi Rawas.Zainul mengatakan, kejadian bermula saat Zainal berboncengan sepeda motor dengan kontributor Kompas TV, Jumadi, tiba di lokasi perbatasan Surolangon Bangko, Jambi, dengan Musi Rawas.&amp;ldquo;Di TKP sudah terjadi pemblokiran jalan oleh massa. Usai mengambil gambar, mereka berdua bermaksud pulang lagi ke Jambi, namun tidak bisa lewat lagi karena jalan sudah diblokir massa. Akhirnya Zainul dan Jumadi mundur ke arah Muara Rupit,&amp;rdquo; jelas kronologis yang dibuat Sindo TV, Rabu (1/5/2013).Dalam perjalanan sekira 4-5 kilometer dari lokasi pemblokiran jalan, tepatnya di Desa Beringin Jaya atau sekira 1,5 jam ke arah Kota Lubuk Linggau, mereka diikuti 10 orang yang mengendarai lima sepeda motor.Mereka dipepet dan dihadang, lalu salah seorang di antara orang tak dikenal itu membacok tangan kanan atas Zainul dengan celurit. &amp;ldquo;Setelah korban terjatuh, mereka merampas sepeda motor dan tas Zainul dan Jumadi,&amp;rdquo; tambahnya lagi.Ketakutan, Zainul dan Jumadi lari ke dalam hutan. Setelah sekira 15 kilometer berjalan di dalam hutan, Zainul dan Jumadi melihat sebuah rumah warga dan menghampirinya. Mereka ditolong warga dan dibawa warga ke rumah Kepala Desa Noman Baru, Syukur, sekira pukul 17.00 WIB kemarin.Setelah itu, Kontributor Sindo TV lainnya, Era Neizma Wedya dan Syukur, mengevakuasi Zainul dan Jumadi ke RSUD Lubuk Linggau.Selain mengalami luka bacok, korban mengaku kehilangan kamera handycam, tas berisi komputer jinjing, dompet berisi uang tunai Rp500 ribu, kartu ATM, kartu asuransi kesehatan, id card jurnalis SUN TV dan surat-surat penting lainnya. Sementara Jumadi kehilangan, sepeda motor Honda Beat, kamera handycam, lampu kamera dan id card Kompas TV.</description><content:encoded>JAKARTA - Jurnalis Sindo TV, Zinul Abidin (33), yang mengalami luka bacok saat melakukan peliputan rusuh massa dan pembakaran Mapolsek Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, pada Selasa 30 April, melapor ke polisi.Berdasarkan kronologis yang diterima Okezone, setelah mendapat perawatan di RSUD Lubuk Linggau, dokter menyarankan korban tidak perlu diopname karena luka bacoknya tidak terlalu parah.Perwakilan Sindo TV Biro Palembang, Suhanto Asnawi alias Didik, yang mendampingi Zainul, melaporkan kejadian pengeroyokan itu ke Mapolres Musi Rawas.Zainul mengatakan, kejadian bermula saat Zainal berboncengan sepeda motor dengan kontributor Kompas TV, Jumadi, tiba di lokasi perbatasan Surolangon Bangko, Jambi, dengan Musi Rawas.&amp;ldquo;Di TKP sudah terjadi pemblokiran jalan oleh massa. Usai mengambil gambar, mereka berdua bermaksud pulang lagi ke Jambi, namun tidak bisa lewat lagi karena jalan sudah diblokir massa. Akhirnya Zainul dan Jumadi mundur ke arah Muara Rupit,&amp;rdquo; jelas kronologis yang dibuat Sindo TV, Rabu (1/5/2013).Dalam perjalanan sekira 4-5 kilometer dari lokasi pemblokiran jalan, tepatnya di Desa Beringin Jaya atau sekira 1,5 jam ke arah Kota Lubuk Linggau, mereka diikuti 10 orang yang mengendarai lima sepeda motor.Mereka dipepet dan dihadang, lalu salah seorang di antara orang tak dikenal itu membacok tangan kanan atas Zainul dengan celurit. &amp;ldquo;Setelah korban terjatuh, mereka merampas sepeda motor dan tas Zainul dan Jumadi,&amp;rdquo; tambahnya lagi.Ketakutan, Zainul dan Jumadi lari ke dalam hutan. Setelah sekira 15 kilometer berjalan di dalam hutan, Zainul dan Jumadi melihat sebuah rumah warga dan menghampirinya. Mereka ditolong warga dan dibawa warga ke rumah Kepala Desa Noman Baru, Syukur, sekira pukul 17.00 WIB kemarin.Setelah itu, Kontributor Sindo TV lainnya, Era Neizma Wedya dan Syukur, mengevakuasi Zainul dan Jumadi ke RSUD Lubuk Linggau.Selain mengalami luka bacok, korban mengaku kehilangan kamera handycam, tas berisi komputer jinjing, dompet berisi uang tunai Rp500 ribu, kartu ATM, kartu asuransi kesehatan, id card jurnalis SUN TV dan surat-surat penting lainnya. Sementara Jumadi kehilangan, sepeda motor Honda Beat, kamera handycam, lampu kamera dan id card Kompas TV.</content:encoded></item></channel></rss>
