<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Bentrok dengan Warga Saat Melakukan Penggerebekan</title><description>Petugas kepolisian kembali bentrok dengan warga saat melakukan  penggerebakan sebuah rumah di Desa Hiliasi, Kecamatan Toma, Kabupaten  Nias Selatan, Rabu (1/5/2013).</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/01/340/800794/polisi-bentrok-dengan-warga-saat-melakukan-penggerebekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/01/340/800794/polisi-bentrok-dengan-warga-saat-melakukan-penggerebekan"/><item><title>Polisi Bentrok dengan Warga Saat Melakukan Penggerebekan</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/01/340/800794/polisi-bentrok-dengan-warga-saat-melakukan-penggerebekan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/01/340/800794/polisi-bentrok-dengan-warga-saat-melakukan-penggerebekan</guid><pubDate>Rabu 01 Mei 2013 21:05 WIB</pubDate><dc:creator>Yanuarman Gulo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/01/340/800794/1Xfcze1IDc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/01/340/800794/1Xfcze1IDc.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>NIAS - Petugas kepolisian kembali bentrok dengan warga saat melakukan penggerebakan sebuah rumah di Desa Hiliasi, Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan, Rabu (1/5/2013).
&amp;nbsp;
Penggerebekan yang dilakukan petugas ini dikarenakan adanya dugaan rumah tersebut sebagai tempat bandar narkoba yang sedang dicari.
&amp;nbsp;
Peristiwa bermula ketika Polres Nias Selatan melakukan penggerebekan terhadap sebuah rumah milik Marikam Zamili. Petugas pun akhirnya membawa sang pemilik rumah yang sebelumnya diduga sempat dianiaya ke Mapolres.
&amp;nbsp;
Namun belum sempat petugas membawa Zamili, warga yang merasa kecewa dengan polisi karena melakukan kekerasan terhadapnya dan tidak menemukan barang bukti mencoba menghalangi petugas saat akan keluar rumah.
&amp;nbsp;
Warga yang marah pun mengepung petugas yang berada di rumah Zamili. Sebagian dari mereka mencoba mencari pelaku penganiayaan terhadap korban dan lainnya menghadang petugas yang akan membawanya keluar rumah.
&amp;nbsp;
Akibatnya, terjadi saling dorong antara warga dengan petugas yang ingin membawa Zamili. Bahkan, warga yang kesal pun melempar sebuah kursi panjang ke arah petugas.
&amp;nbsp;
Tak sampai disitu, warga juga menghentikan salah satu kendaraan mobil Suzuki APV berwarna hitam yang ditumpangi oleh para petugas dengan cara memasukkan ke kolong mobil.
&amp;nbsp;
Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan petugas akhirnya melepaskan borgol dari tangan Zamili.
&amp;nbsp;
Menurut Zamili yang mengalami luka dibagian kepala ini, dirinya sempat dianiaya oleh petugas yang melakukan penggerebakan dengan memukulkan pistol.
&amp;nbsp;
Salah seorang keluarga Zamili, Leon Zebua mengatakan, adiknya tidak terbukti sebagai pengedar narkoba karena tidak ditemukan barang bukti. Pihaknya, malah akan melaporkan penganiayaan yang dilakukan petugas ini.</description><content:encoded>NIAS - Petugas kepolisian kembali bentrok dengan warga saat melakukan penggerebakan sebuah rumah di Desa Hiliasi, Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan, Rabu (1/5/2013).
&amp;nbsp;
Penggerebekan yang dilakukan petugas ini dikarenakan adanya dugaan rumah tersebut sebagai tempat bandar narkoba yang sedang dicari.
&amp;nbsp;
Peristiwa bermula ketika Polres Nias Selatan melakukan penggerebekan terhadap sebuah rumah milik Marikam Zamili. Petugas pun akhirnya membawa sang pemilik rumah yang sebelumnya diduga sempat dianiaya ke Mapolres.
&amp;nbsp;
Namun belum sempat petugas membawa Zamili, warga yang merasa kecewa dengan polisi karena melakukan kekerasan terhadapnya dan tidak menemukan barang bukti mencoba menghalangi petugas saat akan keluar rumah.
&amp;nbsp;
Warga yang marah pun mengepung petugas yang berada di rumah Zamili. Sebagian dari mereka mencoba mencari pelaku penganiayaan terhadap korban dan lainnya menghadang petugas yang akan membawanya keluar rumah.
&amp;nbsp;
Akibatnya, terjadi saling dorong antara warga dengan petugas yang ingin membawa Zamili. Bahkan, warga yang kesal pun melempar sebuah kursi panjang ke arah petugas.
&amp;nbsp;
Tak sampai disitu, warga juga menghentikan salah satu kendaraan mobil Suzuki APV berwarna hitam yang ditumpangi oleh para petugas dengan cara memasukkan ke kolong mobil.
&amp;nbsp;
Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan petugas akhirnya melepaskan borgol dari tangan Zamili.
&amp;nbsp;
Menurut Zamili yang mengalami luka dibagian kepala ini, dirinya sempat dianiaya oleh petugas yang melakukan penggerebakan dengan memukulkan pistol.
&amp;nbsp;
Salah seorang keluarga Zamili, Leon Zebua mengatakan, adiknya tidak terbukti sebagai pengedar narkoba karena tidak ditemukan barang bukti. Pihaknya, malah akan melaporkan penganiayaan yang dilakukan petugas ini.</content:encoded></item></channel></rss>
