<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bocah 12 Tahun Menderita Tumor Ganas</title><description>Sadi, bocah 12 tahun, warga Kedungbundu, RT10/RWO3, Desa Kutakarya, Kecamatan  Kutawaluya, Kerawang menderita tumor ganas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/09/500/804454/bocah-12-tahun-menderita-tumor-ganas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/09/500/804454/bocah-12-tahun-menderita-tumor-ganas"/><item><title>Bocah 12 Tahun Menderita Tumor Ganas</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/09/500/804454/bocah-12-tahun-menderita-tumor-ganas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/09/500/804454/bocah-12-tahun-menderita-tumor-ganas</guid><pubDate>Kamis 09 Mei 2013 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/09/500/804454/eorvBvkQrI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saan Mustopa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/09/500/804454/eorvBvkQrI.jpg</image><title>Saan Mustopa</title></images><description>JAKARTA - Sadi, bocah 12 tahun, warga Kedungbundu, RT10/RWO3, Desa Kutakarya, Kecamatan  Kutawaluya, Kerawang menderita tumor ganas. Sadi sudah menderita tumor sejak  2011 lalu. Anak dari pasangan Karyadi dan Oom ini yang awalnya memiliki berat  badan 25 kilogram (kg) kini menyusut menjadi 17 kg. Anak tersebut semakin kering  kerontang, sementara tumornya yang berada dilehernya terus  membesar.  Menurut  penuturan ayahnya, Karyadi kepada Okezone saat ditemui di rumah singgah RSCM  Jakarta Pusat, anaknya sudah mendapat perawatan dari Rumah Sakit Umum Daerah  Karawang. Mulanya, anaknya mengeluh pusing. Lama kelamaan anaknya saat mengeluh  pusing, selalu jatuh pingsan. Akhirnya, kedua orang tua Sadi membawanya ke  Puskesmas. Namun, pengobatan dari Puskesmas tak ada hasilnya. Lalu, Sadi di bawa  ke RSUD Karawang, dan sempat dirawat selama dua minggu. RSUD Karawang memvonis  Sadi terjangkit Karsinoma yaitu tumor  yang menular (sangat ganas) berasal dari jaringan epitel. Namun,  tak lama kemudian RSUD Karawang meminta Sadi dirujuk ke RS Ali Sadikin Bandung.    &amp;ldquo;Awalnya  pusing dan sempat pisang, bahkan saat pusingnya kambuh Sadi langsung pingsan.  Sempat di rawat dua minggu di RSUD Karawang, saat itu benjulannya diketahui  masih kecil dan belum divonis tumor. Jelang dua minggu, dokter memvonis Sadi  dengan Karsinoma, lalu dua minggu enggak sanggup di rujuk ke Bandung,&amp;rdquo; cerita  Karyadi, Rabu (8/5/2013) malam.Ketika dirujuk ke RS Ali Sadikin Bandung,  dokter pun memvonis hal yang sama bahwa Sadi terjangkit tumor ganas. Parahnya  lagi, tumor tersebut sudah memasuki stadium empat. Terpaksa Karyadi yang bekerja  sebagai kuli serabutan merawat anaknya di Bandung selama enam bulan. Meski tak  memiliki dana yang cukup bahkan kedua orang tuanya Sadi harus memungut sisa  makanan untuk bertahan dan bisa menyambung hidup demi kesembuhan anak  satu-satunya itu.   Tak  tega melihat tumor Sadi semakin besar, Karyadi sempat meminta dokter agar  melakukan sinar x. Tapi, dokter tak mengijinkan. Selain dikhawatirkan menyebar  kemana-mana, dokter menyarankan agar kedua orang tua Sadi bersabar dan menunggu  hasil reaksi pengobatan selama perawatan berjalan dari RS Ali Sadikin Bandung.    Perawatan  selama enam bulan di RS Ali Sadikin Bandung juga tak menemukan hasil, malahan  tumor Sadi semakin membesar. Pihak RS pun menyarankan agar bocah yang tengah  mengeyam pendidikan di bangku SD itu dirawat di RS Cipto Mangunkusumo  (RSCM)  Jakarta Pusat. Senin lalu, Karyadi bersama istrinya Oom membawa Sadi ke RSCM,  pihak dokter RS tidak langsung merawatnya, Sadi diminta untuk kembali menjalani  pemeriksaan pada Rabu, 8 Mei kemarin. Saat tiba di RSCM pun teryata Sadi belum  mendapatkan kamar perawatan.   &amp;ldquo;Sejak  Senin kemarin kami sudah ke sini, tapi tidak langsung di rawat. Pihak RS meminta  kami kembali lagi Rabu, untuk pemeriksaan seperti pengambilan contoh darah dan  lain-lain. Tapi setibanya di sini, kami tak dapat kamar, RS penuh,&amp;rdquo; kata Oom ibu  Sadi.  Sebelum  akhirnya dibawa ke RSCM, kedua orang tua Sadi sudah tidak sanggup membiayai  pengobatan Sadi. Namun, politikus Partai Demokrat, Saan Mustopa yang mendapat  laporan tentang penyakit yang dideita Sadi, akhirnya ikut membantu dan  mendampingi Sadi ke RSCM. Sekretaris Fraksi PD DPR ini pun turut meringankan  beban ortu Sadi dalam menjalani perawatan Sadi di RSCM.  Semalam,  Sadi dan keluarga tengah diupayakan penginapan di rumah singgah RSCM agar tidak  bolak balik ke Karawang. Namun, saking penuhnya pasien yang singgah di rumah  singgah pun keluarga Sadi tak mendapatkan kamar kosong. Tak lama kemudian, Saan  menyarankan agar bermalam rumah dinasnya di kompleks perumahan Anggota DPR di  Kalibata Jakarta Selatan.   Orang tua  Sadi berharap agar upaya perawatan di RSCM bisa membuahkan hasil, syukur-syukur  tumor yang di leher Sadi bisa diangkat.</description><content:encoded>JAKARTA - Sadi, bocah 12 tahun, warga Kedungbundu, RT10/RWO3, Desa Kutakarya, Kecamatan  Kutawaluya, Kerawang menderita tumor ganas. Sadi sudah menderita tumor sejak  2011 lalu. Anak dari pasangan Karyadi dan Oom ini yang awalnya memiliki berat  badan 25 kilogram (kg) kini menyusut menjadi 17 kg. Anak tersebut semakin kering  kerontang, sementara tumornya yang berada dilehernya terus  membesar.  Menurut  penuturan ayahnya, Karyadi kepada Okezone saat ditemui di rumah singgah RSCM  Jakarta Pusat, anaknya sudah mendapat perawatan dari Rumah Sakit Umum Daerah  Karawang. Mulanya, anaknya mengeluh pusing. Lama kelamaan anaknya saat mengeluh  pusing, selalu jatuh pingsan. Akhirnya, kedua orang tua Sadi membawanya ke  Puskesmas. Namun, pengobatan dari Puskesmas tak ada hasilnya. Lalu, Sadi di bawa  ke RSUD Karawang, dan sempat dirawat selama dua minggu. RSUD Karawang memvonis  Sadi terjangkit Karsinoma yaitu tumor  yang menular (sangat ganas) berasal dari jaringan epitel. Namun,  tak lama kemudian RSUD Karawang meminta Sadi dirujuk ke RS Ali Sadikin Bandung.    &amp;ldquo;Awalnya  pusing dan sempat pisang, bahkan saat pusingnya kambuh Sadi langsung pingsan.  Sempat di rawat dua minggu di RSUD Karawang, saat itu benjulannya diketahui  masih kecil dan belum divonis tumor. Jelang dua minggu, dokter memvonis Sadi  dengan Karsinoma, lalu dua minggu enggak sanggup di rujuk ke Bandung,&amp;rdquo; cerita  Karyadi, Rabu (8/5/2013) malam.Ketika dirujuk ke RS Ali Sadikin Bandung,  dokter pun memvonis hal yang sama bahwa Sadi terjangkit tumor ganas. Parahnya  lagi, tumor tersebut sudah memasuki stadium empat. Terpaksa Karyadi yang bekerja  sebagai kuli serabutan merawat anaknya di Bandung selama enam bulan. Meski tak  memiliki dana yang cukup bahkan kedua orang tuanya Sadi harus memungut sisa  makanan untuk bertahan dan bisa menyambung hidup demi kesembuhan anak  satu-satunya itu.   Tak  tega melihat tumor Sadi semakin besar, Karyadi sempat meminta dokter agar  melakukan sinar x. Tapi, dokter tak mengijinkan. Selain dikhawatirkan menyebar  kemana-mana, dokter menyarankan agar kedua orang tua Sadi bersabar dan menunggu  hasil reaksi pengobatan selama perawatan berjalan dari RS Ali Sadikin Bandung.    Perawatan  selama enam bulan di RS Ali Sadikin Bandung juga tak menemukan hasil, malahan  tumor Sadi semakin membesar. Pihak RS pun menyarankan agar bocah yang tengah  mengeyam pendidikan di bangku SD itu dirawat di RS Cipto Mangunkusumo  (RSCM)  Jakarta Pusat. Senin lalu, Karyadi bersama istrinya Oom membawa Sadi ke RSCM,  pihak dokter RS tidak langsung merawatnya, Sadi diminta untuk kembali menjalani  pemeriksaan pada Rabu, 8 Mei kemarin. Saat tiba di RSCM pun teryata Sadi belum  mendapatkan kamar perawatan.   &amp;ldquo;Sejak  Senin kemarin kami sudah ke sini, tapi tidak langsung di rawat. Pihak RS meminta  kami kembali lagi Rabu, untuk pemeriksaan seperti pengambilan contoh darah dan  lain-lain. Tapi setibanya di sini, kami tak dapat kamar, RS penuh,&amp;rdquo; kata Oom ibu  Sadi.  Sebelum  akhirnya dibawa ke RSCM, kedua orang tua Sadi sudah tidak sanggup membiayai  pengobatan Sadi. Namun, politikus Partai Demokrat, Saan Mustopa yang mendapat  laporan tentang penyakit yang dideita Sadi, akhirnya ikut membantu dan  mendampingi Sadi ke RSCM. Sekretaris Fraksi PD DPR ini pun turut meringankan  beban ortu Sadi dalam menjalani perawatan Sadi di RSCM.  Semalam,  Sadi dan keluarga tengah diupayakan penginapan di rumah singgah RSCM agar tidak  bolak balik ke Karawang. Namun, saking penuhnya pasien yang singgah di rumah  singgah pun keluarga Sadi tak mendapatkan kamar kosong. Tak lama kemudian, Saan  menyarankan agar bermalam rumah dinasnya di kompleks perumahan Anggota DPR di  Kalibata Jakarta Selatan.   Orang tua  Sadi berharap agar upaya perawatan di RSCM bisa membuahkan hasil, syukur-syukur  tumor yang di leher Sadi bisa diangkat.</content:encoded></item></channel></rss>
