<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh... Kulit Kepala Nia Mengelupas Tersangkut Mesin Giling</title><description>Seorang perempuan pembuat batu bata kehilangan rambut dan kulit kepala akibat rambutnya tersangkut mesin penggiling tanah liat saat membuat batu bata di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/12/340/805683/duh-kulit-kepala-nia-mengelupas-tersangkut-mesin-giling</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/12/340/805683/duh-kulit-kepala-nia-mengelupas-tersangkut-mesin-giling"/><item><title>Duh... Kulit Kepala Nia Mengelupas Tersangkut Mesin Giling</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/12/340/805683/duh-kulit-kepala-nia-mengelupas-tersangkut-mesin-giling</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/12/340/805683/duh-kulit-kepala-nia-mengelupas-tersangkut-mesin-giling</guid><pubDate>Minggu 12 Mei 2013 14:00 WIB</pubDate><dc:creator>Budi Sunandar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/12/340/805683/Qylui7KqoL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pembuatan batu bata (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/12/340/805683/Qylui7KqoL.jpg</image><title>Ilustrasi pembuatan batu bata (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>PADANG -&amp;nbsp;Seorang perempuan pembuat batu bata kehilangan rambut dan kulit kepala akibat rambutnya tersangkut mesin penggiling tanah liat saat membuat batu bata di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.&amp;nbsp;Akibatnya, korban mengalami gangguan penglihatan dan harus dioperasi.Nia (19) masih syok dan trauma atas musibah yang baru dialaminya. Dia terbaring di ruang bedah RS M Djamil Kota Padang, Sumatera Utara. Sementara suaminya, Darwanto, dengan setia menemani sambil sesekali mengusap kaki korban.Darwanto menuturkan, peristiwa nahas itu berawal ketika dia dan istrinya bekerja mencetak batu bata di Bukittinggi. Namun karena belum makan, Nia mengalami pusing dan terjatuh. Rambutnya yang panjang terurai masuk ke dalam mesin penggiling pasir hingga merobek kulit kepalanya.&amp;ldquo;Kecelakaan di tempat pembuatan batu bata milik keluaga di Bukittinggi. Nia kehilangan rambut dan kulit kepala akibat rambutnya terjepit mesin penggiling pasir,&amp;rdquo; ujar Darwanto, Minggu (12/5/2013).Korban dilarikan ke RS Yarsi Bukittinggi, namun karena peralatan medis tidak memadai Nia dirujuk ke RS M Djamil. Rencananya, korban akan dioperasi dalam dua tahap dengan menelan biaya Rp15 juta untuk satu kali operasi.&amp;ldquo;Saat ini biaya perawatannya masih berhutang di rumah sakit,&amp;rdquo; tambahnya.Darwanto khawatir dengan kondisi istrinya yang mengalami trauma berat, bahkan kerap lupa ingatan. Dia berharap, istrinya sembuh seperti sedia kala dan kembali mengasuh buah hati mereka yang masih berusia tiga tahun.</description><content:encoded>PADANG -&amp;nbsp;Seorang perempuan pembuat batu bata kehilangan rambut dan kulit kepala akibat rambutnya tersangkut mesin penggiling tanah liat saat membuat batu bata di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.&amp;nbsp;Akibatnya, korban mengalami gangguan penglihatan dan harus dioperasi.Nia (19) masih syok dan trauma atas musibah yang baru dialaminya. Dia terbaring di ruang bedah RS M Djamil Kota Padang, Sumatera Utara. Sementara suaminya, Darwanto, dengan setia menemani sambil sesekali mengusap kaki korban.Darwanto menuturkan, peristiwa nahas itu berawal ketika dia dan istrinya bekerja mencetak batu bata di Bukittinggi. Namun karena belum makan, Nia mengalami pusing dan terjatuh. Rambutnya yang panjang terurai masuk ke dalam mesin penggiling pasir hingga merobek kulit kepalanya.&amp;ldquo;Kecelakaan di tempat pembuatan batu bata milik keluaga di Bukittinggi. Nia kehilangan rambut dan kulit kepala akibat rambutnya terjepit mesin penggiling pasir,&amp;rdquo; ujar Darwanto, Minggu (12/5/2013).Korban dilarikan ke RS Yarsi Bukittinggi, namun karena peralatan medis tidak memadai Nia dirujuk ke RS M Djamil. Rencananya, korban akan dioperasi dalam dua tahap dengan menelan biaya Rp15 juta untuk satu kali operasi.&amp;ldquo;Saat ini biaya perawatannya masih berhutang di rumah sakit,&amp;rdquo; tambahnya.Darwanto khawatir dengan kondisi istrinya yang mengalami trauma berat, bahkan kerap lupa ingatan. Dia berharap, istrinya sembuh seperti sedia kala dan kembali mengasuh buah hati mereka yang masih berusia tiga tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
