<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diguyur Hujan 7 Jam, 6 Kelurahan di Bone Terendam Banjir</title><description>Hujan lebat yang mengguyur selama tujuh jam mengakibatkan ratusan rumah  di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, terendam banjir hingga satu meter.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/13/340/806028/diguyur-hujan-7-jam-6-kelurahan-di-bone-terendam-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/13/340/806028/diguyur-hujan-7-jam-6-kelurahan-di-bone-terendam-banjir"/><item><title>Diguyur Hujan 7 Jam, 6 Kelurahan di Bone Terendam Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/13/340/806028/diguyur-hujan-7-jam-6-kelurahan-di-bone-terendam-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/13/340/806028/diguyur-hujan-7-jam-6-kelurahan-di-bone-terendam-banjir</guid><pubDate>Senin 13 Mei 2013 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Bulan Sri Indra Maya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/13/340/806028/pn5scXnDgk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seorang warga korban banjir di Bone (Foto: Bulan Sri Indra Maya/Sindo TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/13/340/806028/pn5scXnDgk.jpg</image><title>Seorang warga korban banjir di Bone (Foto: Bulan Sri Indra Maya/Sindo TV)</title></images><description>BONE - Hujan lebat yang mengguyur selama tujuh jam mengakibatkan ratusan rumah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, terendam banjir hingga satu meter.Perahu karet tampak hilir mudik mengevakuasi warga di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tibojong. Banjir juga merendam lima kelurahan lain yakni Cellu, Bajoe, Toro, Panyulan, dan Kelurahan Waetuo.Seorang warga, Andi Gaya, mengatakan, banjir datang saat warga tengah terlelap. Panik, dirinya kemudian menyelamatkan barang-barang seadanya agar tidak terendam air.&amp;ldquo;Air tiba-tiba masuk ke rumah,&amp;rdquo; ujar ibu rumah tangga itu, Senin (13/5/2013).Dia memperkirakan, banjir tidak semata disebabkan hujan lebat, namun juga buruknya drainase hingga volume air yang besar meluap ke rumah warga. Gaya berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar banjir yang memang sering menggenangi rumah warga teratasi.Selain merendam pemukiman, gedung perkantoran dan sekolah juga tak luput dari banjir. Kantor Mapolres Bone misalnya. Pelayanan di kantor tersebut terganggu lantaran air yang menggenangi gedung.Kondisi serupa juga terjadi di SMP Negeri 3 Watampone, SMP Negeri Bajoe, dan TK Pembina. Kendati demikian, aktivitas belajar mengajar di tempat tersebut tidak terhenti, karena air hanya menggenangi halaman sekolah. Guru dan siswa melepaskan sepatu lantaran ketinggian air mencapai lutut.</description><content:encoded>BONE - Hujan lebat yang mengguyur selama tujuh jam mengakibatkan ratusan rumah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, terendam banjir hingga satu meter.Perahu karet tampak hilir mudik mengevakuasi warga di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tibojong. Banjir juga merendam lima kelurahan lain yakni Cellu, Bajoe, Toro, Panyulan, dan Kelurahan Waetuo.Seorang warga, Andi Gaya, mengatakan, banjir datang saat warga tengah terlelap. Panik, dirinya kemudian menyelamatkan barang-barang seadanya agar tidak terendam air.&amp;ldquo;Air tiba-tiba masuk ke rumah,&amp;rdquo; ujar ibu rumah tangga itu, Senin (13/5/2013).Dia memperkirakan, banjir tidak semata disebabkan hujan lebat, namun juga buruknya drainase hingga volume air yang besar meluap ke rumah warga. Gaya berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar banjir yang memang sering menggenangi rumah warga teratasi.Selain merendam pemukiman, gedung perkantoran dan sekolah juga tak luput dari banjir. Kantor Mapolres Bone misalnya. Pelayanan di kantor tersebut terganggu lantaran air yang menggenangi gedung.Kondisi serupa juga terjadi di SMP Negeri 3 Watampone, SMP Negeri Bajoe, dan TK Pembina. Kendati demikian, aktivitas belajar mengajar di tempat tersebut tidak terhenti, karena air hanya menggenangi halaman sekolah. Guru dan siswa melepaskan sepatu lantaran ketinggian air mencapai lutut.</content:encoded></item></channel></rss>
