<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Mangku Pastika Raih Penghargaan dari Media Massa</title><description>Meski sedang berkonflik dengan sebuah media besar di Bali, namun Gubernur Made Mangku Pastika mendapat penghargaan dari media massa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/14/340/806480/cerita-mangku-pastika-raih-penghargaan-dari-media-massa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/14/340/806480/cerita-mangku-pastika-raih-penghargaan-dari-media-massa"/><item><title>Cerita Mangku Pastika Raih Penghargaan dari Media Massa</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/14/340/806480/cerita-mangku-pastika-raih-penghargaan-dari-media-massa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/14/340/806480/cerita-mangku-pastika-raih-penghargaan-dari-media-massa</guid><pubDate>Selasa 14 Mei 2013 07:32 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/14/340/806480/3HU9jRYYza.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Made Mangku Pastika raih penghargaan (Foto: Rohmat/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/14/340/806480/3HU9jRYYza.jpg</image><title>Made Mangku Pastika raih penghargaan (Foto: Rohmat/Okezone)</title></images><description>DENPASAR - Meski tengah berkonflik dengan sebuah media besar di Bali, Gubernur Made Mangku Pastika justru dianugerahi penghargaan oleh Asosiasi Media Bali (AMB).Tentu saja, penghargaan itu sama sekali tidak disangka oleh Pastika. Bahkan, Pastika mengaku baru diberitahu ajudannya kemarin.&amp;rdquo;Saya tidak menyangka mendapat penghargaan ini, karena tidak diberitahu ada acara seperti ini,&amp;rdquo; kata Pastika.Dia mengira diminta hadir dalam acara Jurnalis Award Bali 2013 untuk menyerahkan penghargaan kepada para juara lomba penulisan. Ternyata, dia malah yang meraih penghargaan dari insans pers.&amp;rdquo;Saya malu dapat penghargaan ini, maaf saja,&amp;rdquo; dalihnya.Pastika lantas bercerita, sebelumnya pernah meraih penghargaan dari media ternama internasional Time dan Newsweek setelah dianggap sukses membongkar jaringan terorisme di Tanah Air.Sebelum meraih penghargaan, dia heran dan marah-marah kepada fotografer Time karena terus diiikuti. Sang fotografer hendak mengambil foto Pastika. Saat itu Pastika masih menjabat sebagai Kapolda Bali.&amp;rdquo;Saya kira memotret sekali selesai, tapi dia terus memotret saya. Katanya dia harus mengumpulkan 250 kali potretan sebelum dimaksukkan ke majalah Time,&amp;rdquo; tandasnya.Sampai akhirnya dia meraih salah satu penghargaan tertinggi tokoh berpengaruh di Asia dari Majalah Time 2002. Penghargaan hampir sama disematkan kepada Pastika oleh majalah bisnis Newsweek tahun 2003.Sebenarnya, Pastika mengakui agak acuh dengan penghargaan dari media seperti itu. Hal yang menarik, meskipun di dunia namanya harum dipuji media asing, dia justru dianggap sebagai pengkhianat oleh koran besar di Bali. Gara-garanya, Pastika diberitakan hendak membubarkan desa pekraman di Bali.Sejak itu, dia berkonflik dengan media cetak tersebut dan pada tingkat pengadilan pertama dia memenangkan gugatan.Sembari berseloroh, Pastika mengaku sebelum berkonflik dengan media, justru dia meraih penghargaan Ketut Nada Award yang diberikan oleh media tersebut.Terlepas dari konflik yang tengah dihadapi, Bagi Pastika, peran media sangatlah penting dan menentukan dalam mengubah wajah masyarakat.&amp;rdquo;Saya senang mendapat penghargaan ini, tanpa media masyarakat akan buta dan tuli, itu bahaya. Media sangat penting bisa menjadikan seorang pahlawan, sebaliknya bisa menjadikan seseorang pengkhianat,&amp;rdquo; tukasnya.Pastika kembali mengingatkan insan pers agar ke depan bisa hidup dan terus berkembang dengan memegang prinsip kritis, obyektif, dan independen.Media yang kehilangan sikap kritisnya itu, kata dia, sejatinya telah kehilangan roh. Demikian juga bila media kehilangan obyektifnya sama artinya telah kehilangan raganya.Ketua panitia, Wisnu Wardhana, menyatakan, Pastika pantas mendapatkan penghargaan tersebut atas perjuangan dan kegigihannya dalam melawan ketidakadilan pers.</description><content:encoded>DENPASAR - Meski tengah berkonflik dengan sebuah media besar di Bali, Gubernur Made Mangku Pastika justru dianugerahi penghargaan oleh Asosiasi Media Bali (AMB).Tentu saja, penghargaan itu sama sekali tidak disangka oleh Pastika. Bahkan, Pastika mengaku baru diberitahu ajudannya kemarin.&amp;rdquo;Saya tidak menyangka mendapat penghargaan ini, karena tidak diberitahu ada acara seperti ini,&amp;rdquo; kata Pastika.Dia mengira diminta hadir dalam acara Jurnalis Award Bali 2013 untuk menyerahkan penghargaan kepada para juara lomba penulisan. Ternyata, dia malah yang meraih penghargaan dari insans pers.&amp;rdquo;Saya malu dapat penghargaan ini, maaf saja,&amp;rdquo; dalihnya.Pastika lantas bercerita, sebelumnya pernah meraih penghargaan dari media ternama internasional Time dan Newsweek setelah dianggap sukses membongkar jaringan terorisme di Tanah Air.Sebelum meraih penghargaan, dia heran dan marah-marah kepada fotografer Time karena terus diiikuti. Sang fotografer hendak mengambil foto Pastika. Saat itu Pastika masih menjabat sebagai Kapolda Bali.&amp;rdquo;Saya kira memotret sekali selesai, tapi dia terus memotret saya. Katanya dia harus mengumpulkan 250 kali potretan sebelum dimaksukkan ke majalah Time,&amp;rdquo; tandasnya.Sampai akhirnya dia meraih salah satu penghargaan tertinggi tokoh berpengaruh di Asia dari Majalah Time 2002. Penghargaan hampir sama disematkan kepada Pastika oleh majalah bisnis Newsweek tahun 2003.Sebenarnya, Pastika mengakui agak acuh dengan penghargaan dari media seperti itu. Hal yang menarik, meskipun di dunia namanya harum dipuji media asing, dia justru dianggap sebagai pengkhianat oleh koran besar di Bali. Gara-garanya, Pastika diberitakan hendak membubarkan desa pekraman di Bali.Sejak itu, dia berkonflik dengan media cetak tersebut dan pada tingkat pengadilan pertama dia memenangkan gugatan.Sembari berseloroh, Pastika mengaku sebelum berkonflik dengan media, justru dia meraih penghargaan Ketut Nada Award yang diberikan oleh media tersebut.Terlepas dari konflik yang tengah dihadapi, Bagi Pastika, peran media sangatlah penting dan menentukan dalam mengubah wajah masyarakat.&amp;rdquo;Saya senang mendapat penghargaan ini, tanpa media masyarakat akan buta dan tuli, itu bahaya. Media sangat penting bisa menjadikan seorang pahlawan, sebaliknya bisa menjadikan seseorang pengkhianat,&amp;rdquo; tukasnya.Pastika kembali mengingatkan insan pers agar ke depan bisa hidup dan terus berkembang dengan memegang prinsip kritis, obyektif, dan independen.Media yang kehilangan sikap kritisnya itu, kata dia, sejatinya telah kehilangan roh. Demikian juga bila media kehilangan obyektifnya sama artinya telah kehilangan raganya.Ketua panitia, Wisnu Wardhana, menyatakan, Pastika pantas mendapatkan penghargaan tersebut atas perjuangan dan kegigihannya dalam melawan ketidakadilan pers.</content:encoded></item></channel></rss>
