<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uni Eropa Diambang Perpecahan</title><description>Uni Eropa (UE) disebut berada di ambang perpecahan. Hasil survei menunjukkan dukungan warga terhadap UE menurun tajam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/14/414/806860/uni-eropa-diambang-perpecahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/14/414/806860/uni-eropa-diambang-perpecahan"/><item><title>Uni Eropa Diambang Perpecahan</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/14/414/806860/uni-eropa-diambang-perpecahan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/14/414/806860/uni-eropa-diambang-perpecahan</guid><pubDate>Selasa 14 Mei 2013 20:09 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/14/414/806860/vR3Zqb234R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kerusuhan di Yunani (Foto: Sunday Times)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/14/414/806860/vR3Zqb234R.jpg</image><title>Kerusuhan di Yunani (Foto: Sunday Times)</title></images><description>BRUSSELS &amp;ndash; Uni Eropa (UE) disebut berada di ambang perpecahan. Hasil survei menunjukkan dukungan warga terhadap UE menurun tajam.
&amp;nbsp;
Lembaga Riset Pew menyebut, hanya 45 persen warga Eropa yang mendukung UE tahun ini. Jumlah itu anjlok dari hasil tahun lalu yang mencapai 60 persen.
&amp;nbsp;
Popularitas UE menurun di negara-negara yang terkena Krisis Euro. Prancis yang selama ini menjadi motor UE pun ikut turun jumlah dukungannya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;UE dianggap sebagai salah satu penyebab krisis,&amp;rdquo; sebut laporan yang dikeluarkan Lembaga Riset Pew, seperti dikutip Guardian, Selasa (14/5/2013).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Krisis Euro menimbulkan perpecahan di dalam UE. Jerman tidak mempercayai Prancis, sebaliknya negara UE lainnya tidak mempercayai Jerman,&amp;rdquo; lanjut laporan itu.
&amp;nbsp;
Hingga kini pemimpin Eropa belum bisa mencari solusi untuk dapat keluar dari krisis Euro. Kondisi ekonomi yang sulit membuat kerusuhan sering terjadi di negara UE.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>BRUSSELS &amp;ndash; Uni Eropa (UE) disebut berada di ambang perpecahan. Hasil survei menunjukkan dukungan warga terhadap UE menurun tajam.
&amp;nbsp;
Lembaga Riset Pew menyebut, hanya 45 persen warga Eropa yang mendukung UE tahun ini. Jumlah itu anjlok dari hasil tahun lalu yang mencapai 60 persen.
&amp;nbsp;
Popularitas UE menurun di negara-negara yang terkena Krisis Euro. Prancis yang selama ini menjadi motor UE pun ikut turun jumlah dukungannya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;UE dianggap sebagai salah satu penyebab krisis,&amp;rdquo; sebut laporan yang dikeluarkan Lembaga Riset Pew, seperti dikutip Guardian, Selasa (14/5/2013).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Krisis Euro menimbulkan perpecahan di dalam UE. Jerman tidak mempercayai Prancis, sebaliknya negara UE lainnya tidak mempercayai Jerman,&amp;rdquo; lanjut laporan itu.
&amp;nbsp;
Hingga kini pemimpin Eropa belum bisa mencari solusi untuk dapat keluar dari krisis Euro. Kondisi ekonomi yang sulit membuat kerusuhan sering terjadi di negara UE.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
