<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tertekan, Gedung Putih Keluarkan Laporan Soal Benghazi</title><description>Kasus Benghazi membuat Pemerintah Amerika Serikat (AS) berada dalam tekanan. Mereka pun mengeluarkan laporan untuk membela diri dari serangan oposisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/16/414/807877/tertekan-gedung-putih-keluarkan-laporan-soal-benghazi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/16/414/807877/tertekan-gedung-putih-keluarkan-laporan-soal-benghazi"/><item><title>Tertekan, Gedung Putih Keluarkan Laporan Soal Benghazi</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/16/414/807877/tertekan-gedung-putih-keluarkan-laporan-soal-benghazi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/16/414/807877/tertekan-gedung-putih-keluarkan-laporan-soal-benghazi</guid><pubDate>Kamis 16 Mei 2013 11:06 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/16/414/807877/s7A6a2JCgs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Serangan Benghazi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/16/414/807877/s7A6a2JCgs.jpg</image><title>Serangan Benghazi (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON &amp;ndash; Kasus Benghazi membuat Pemerintah Amerika Serikat (AS) berada dalam tekanan. Mereka pun mengeluarkan laporan untuk membela diri dari serangan oposisi.
&amp;nbsp;
Laporan tersebut berisi rekaman email internal Gedung Putih saat insiden serangan Benghazi terjadi. Melalui laporan itu, Pemerintah AS ingin memperlihatkan bahwa mereka tidak menutupi fakta tentang Benghazi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Rekaman email tersebut menunjukkan Pemerintah AS berusaha memberikan fakta berdasarkan informasi yang kami ketahui saat itu,&amp;rdquo; ujar juru bicara Gedung Putih Eric Shultz, seperti dikutip Yahoo News, Kamis (16/5/2013).
&amp;nbsp;
Insiden Benghazi terjadi tahun lalu. Saat itu sekelompok militan menyerang kantor Kedutaan AS di kota Benghazi, Libya. Serangan itu menewaskan Duta Besar AS untuk Libya Chris Stevens.
&amp;nbsp;
Awalnya Pemerintah AS menyebut serangan terjadi secara spontan. Saat itu dunia memang sedang diramaikan dengan aksi protes video anti-Islam Innocence of Muslim.
&amp;nbsp;
Namun penyelidikan lebih lanjut mengungkap serangan tersebut adalah aksi yang terencana. Aksi itu dilakukan oleh kelompok radikal yang berkembang di Libya.
&amp;nbsp;
Fakta ini yang dijadikan senjata pihak Republik untuk menyerang Presdien Barack Obama. Mereka menuduh Obama sengaja menutupi hal tersebut untuk menjaga popularitasnya.</description><content:encoded>WASHINGTON &amp;ndash; Kasus Benghazi membuat Pemerintah Amerika Serikat (AS) berada dalam tekanan. Mereka pun mengeluarkan laporan untuk membela diri dari serangan oposisi.
&amp;nbsp;
Laporan tersebut berisi rekaman email internal Gedung Putih saat insiden serangan Benghazi terjadi. Melalui laporan itu, Pemerintah AS ingin memperlihatkan bahwa mereka tidak menutupi fakta tentang Benghazi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Rekaman email tersebut menunjukkan Pemerintah AS berusaha memberikan fakta berdasarkan informasi yang kami ketahui saat itu,&amp;rdquo; ujar juru bicara Gedung Putih Eric Shultz, seperti dikutip Yahoo News, Kamis (16/5/2013).
&amp;nbsp;
Insiden Benghazi terjadi tahun lalu. Saat itu sekelompok militan menyerang kantor Kedutaan AS di kota Benghazi, Libya. Serangan itu menewaskan Duta Besar AS untuk Libya Chris Stevens.
&amp;nbsp;
Awalnya Pemerintah AS menyebut serangan terjadi secara spontan. Saat itu dunia memang sedang diramaikan dengan aksi protes video anti-Islam Innocence of Muslim.
&amp;nbsp;
Namun penyelidikan lebih lanjut mengungkap serangan tersebut adalah aksi yang terencana. Aksi itu dilakukan oleh kelompok radikal yang berkembang di Libya.
&amp;nbsp;
Fakta ini yang dijadikan senjata pihak Republik untuk menyerang Presdien Barack Obama. Mereka menuduh Obama sengaja menutupi hal tersebut untuk menjaga popularitasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
