<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Turki Siap Akhiri Konflik Siprus</title><description>Pemerintah Turki siap mengakhiri konflik di Siprus. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan saat berkunjung ke Amerika Serikat (AS) pekan ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/17/414/808713/turki-siap-akhiri-konflik-siprus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/17/414/808713/turki-siap-akhiri-konflik-siprus"/><item><title>Turki Siap Akhiri Konflik Siprus</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/17/414/808713/turki-siap-akhiri-konflik-siprus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/17/414/808713/turki-siap-akhiri-konflik-siprus</guid><pubDate>Jum'at 17 Mei 2013 20:04 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/17/414/808713/5NR2NP1N1g.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Recep Tayyip Erdogan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/17/414/808713/5NR2NP1N1g.JPG</image><title>Recep Tayyip Erdogan (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Pemerintah Turki siap mengakhiri konflik di Siprus. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan saat berkunjung ke Amerika Serikat (AS) pekan ini.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya percaya konflik itu dapat diakhiri,&amp;rdquo; ujar Erdogan, seperti dikutip Reuters, Jumat (17/5/2013).
&amp;nbsp;
Turki adalah pendukung aksi separatisme warga keturunan Turki di Siprus. Turki selalu memberikan bantuan kepada kelompok separatis tersebut.
&amp;nbsp;
Negeri bekas Kekaisaran Ottoman itu merupakan satu-satunya negara yang mengakui Negara Siprus Utara yang didirikan kelompok separatis. Turki bahkan menempatkan 30 ribu pasukannya di Siprus untuk melindungi kelompok separatis.
&amp;nbsp;
Hal itu membuat Turki menjadi aktor penting dalam konflik Siprus. Perdamaian di Siprus tidak akan tercapai tanpa persetujuan Turki.
&amp;nbsp;
Konflik Siprus selama ini menjadi batu ganjalan Turki di dunia internasional. Konflik itu menjadi salah satu penyebab gagalnya Turki menjadi anggota Uni Eropa (UE) hingga kini.
&amp;nbsp;
Siprus memang telah lebih dahulu menjadi anggota UE. Negara itu pun selalu menghalangi upaya Turki untuk menjadi anggota.
&amp;nbsp;
Namun sikap Siprus kini melunak kepada Turki. Krisis Euro membuat Siprus membutuhkan bantuan Turki untuk memeperbaiki kondisi ekonominya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>WASHINGTON - Pemerintah Turki siap mengakhiri konflik di Siprus. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan saat berkunjung ke Amerika Serikat (AS) pekan ini.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya percaya konflik itu dapat diakhiri,&amp;rdquo; ujar Erdogan, seperti dikutip Reuters, Jumat (17/5/2013).
&amp;nbsp;
Turki adalah pendukung aksi separatisme warga keturunan Turki di Siprus. Turki selalu memberikan bantuan kepada kelompok separatis tersebut.
&amp;nbsp;
Negeri bekas Kekaisaran Ottoman itu merupakan satu-satunya negara yang mengakui Negara Siprus Utara yang didirikan kelompok separatis. Turki bahkan menempatkan 30 ribu pasukannya di Siprus untuk melindungi kelompok separatis.
&amp;nbsp;
Hal itu membuat Turki menjadi aktor penting dalam konflik Siprus. Perdamaian di Siprus tidak akan tercapai tanpa persetujuan Turki.
&amp;nbsp;
Konflik Siprus selama ini menjadi batu ganjalan Turki di dunia internasional. Konflik itu menjadi salah satu penyebab gagalnya Turki menjadi anggota Uni Eropa (UE) hingga kini.
&amp;nbsp;
Siprus memang telah lebih dahulu menjadi anggota UE. Negara itu pun selalu menghalangi upaya Turki untuk menjadi anggota.
&amp;nbsp;
Namun sikap Siprus kini melunak kepada Turki. Krisis Euro membuat Siprus membutuhkan bantuan Turki untuk memeperbaiki kondisi ekonominya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
