<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mabes Polri Tantang Labora Buka-Bukaan</title><description>Mabes Polri menantang Aiptu Labora Sitorus untuk buka-bukaan jika memang dananya ada yang mengalir ke petinggi Polri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/20/339/809631/mabes-polri-tantang-labora-buka-bukaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/20/339/809631/mabes-polri-tantang-labora-buka-bukaan"/><item><title>Mabes Polri Tantang Labora Buka-Bukaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/20/339/809631/mabes-polri-tantang-labora-buka-bukaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/20/339/809631/mabes-polri-tantang-labora-buka-bukaan</guid><pubDate>Senin 20 Mei 2013 13:33 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/20/339/809631/3ei96y0cfo.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/20/339/809631/3ei96y0cfo.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA- Mabes Polri menantang Aiptu Labora Sitorus untuk buka-bukaan jika memang dananya ada yang mengalir ke petinggi Polri. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, mengaku belum tahu adanya dugaan kucuran dana dari Labora ke petinggi Polri. &quot;Kalau bisa nanti, disebutkan saja oleh Labora. Kan nanti ada pemeriksaan, mudah-mudahan nanti Labora bisa kooperatif dan terbuka kalau memang merasa memberi sesuatu ke siapa dan siapa,&quot; kata Boy kepada wartawan, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (20/5/2013).Boy mengaku mengapresiasi sikap Labora jika mau buka-bukaan terkait dugaan adanya aliran dana kepada petinggi Polri. &quot;Sangat bagus itu, kalau bisa disampaikan dalam pemeriksaan nanti,&quot; singkatnya.Menurut Boy, jika memang terungkap adanya aliran kepada petinggi Polri, maka yang bersangkutan juga akan ditindak tegas. &quot;Kalau nanti ada indikasi seperti itu dan melanggar hukum. Pasti akan diproses,&quot; tuntasnya.Kasus Labora berawal dari adanya laporan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) terkait rekening mencurigakan senilai Rp1,5 triliun milik Labora.Menganggapi laporan tersebut, kepolisian melakukan penyelidikan keterkaitan Labora pada kasus penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan penyelundupan kayu yang telah ditangani Polda Papua sejak Maret 2013. Saat diperiksa, Labora mengaku memiliki usaha di bidang migas dan kayu. Namun, menurut dia bisnis itu legal. PT Rotua yang bergerak di bidang kayu dan PT Seno Adi Wijaya (SAW) yang bergerak di bidang migas dibeli oleh istri Labora tak lebih dari sepuluh tahun lalu. Jajaran direksi perusahaan itu ditempati oleh orang-orang dari dalam keluarga besarnya. Istri Labora menjadi komisaris, adik iparnya menjadi direktur, dan kepemilikan saham dibagi juga kepada dua anaknya.</description><content:encoded>JAKARTA- Mabes Polri menantang Aiptu Labora Sitorus untuk buka-bukaan jika memang dananya ada yang mengalir ke petinggi Polri. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, mengaku belum tahu adanya dugaan kucuran dana dari Labora ke petinggi Polri. &quot;Kalau bisa nanti, disebutkan saja oleh Labora. Kan nanti ada pemeriksaan, mudah-mudahan nanti Labora bisa kooperatif dan terbuka kalau memang merasa memberi sesuatu ke siapa dan siapa,&quot; kata Boy kepada wartawan, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (20/5/2013).Boy mengaku mengapresiasi sikap Labora jika mau buka-bukaan terkait dugaan adanya aliran dana kepada petinggi Polri. &quot;Sangat bagus itu, kalau bisa disampaikan dalam pemeriksaan nanti,&quot; singkatnya.Menurut Boy, jika memang terungkap adanya aliran kepada petinggi Polri, maka yang bersangkutan juga akan ditindak tegas. &quot;Kalau nanti ada indikasi seperti itu dan melanggar hukum. Pasti akan diproses,&quot; tuntasnya.Kasus Labora berawal dari adanya laporan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) terkait rekening mencurigakan senilai Rp1,5 triliun milik Labora.Menganggapi laporan tersebut, kepolisian melakukan penyelidikan keterkaitan Labora pada kasus penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan penyelundupan kayu yang telah ditangani Polda Papua sejak Maret 2013. Saat diperiksa, Labora mengaku memiliki usaha di bidang migas dan kayu. Namun, menurut dia bisnis itu legal. PT Rotua yang bergerak di bidang kayu dan PT Seno Adi Wijaya (SAW) yang bergerak di bidang migas dibeli oleh istri Labora tak lebih dari sepuluh tahun lalu. Jajaran direksi perusahaan itu ditempati oleh orang-orang dari dalam keluarga besarnya. Istri Labora menjadi komisaris, adik iparnya menjadi direktur, dan kepemilikan saham dibagi juga kepada dua anaknya.</content:encoded></item></channel></rss>
