<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KJS Gunakan Sistem INA-CBG's Rugikan Rumah Sakit</title><description>Pola pembayaran program Kartu Jakarta Sehat (KJS) oleh PT Askes dengan  sistem Indonesia-Case Base Groups (INA-CBG's) dianggap terlalu berat  oleh beberapa rumah sakit swasta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/20/500/809497/kjs-gunakan-sistem-ina-cbg-s-rugikan-rumah-sakit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/20/500/809497/kjs-gunakan-sistem-ina-cbg-s-rugikan-rumah-sakit"/><item><title>KJS Gunakan Sistem INA-CBG's Rugikan Rumah Sakit</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/20/500/809497/kjs-gunakan-sistem-ina-cbg-s-rugikan-rumah-sakit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/20/500/809497/kjs-gunakan-sistem-ina-cbg-s-rugikan-rumah-sakit</guid><pubDate>Senin 20 Mei 2013 10:42 WIB</pubDate><dc:creator>Aisyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/20/500/809497/1EaOdw5WBX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kartu Jakarta Sehat (Foto: Heru/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/20/500/809497/1EaOdw5WBX.jpg</image><title>Kartu Jakarta Sehat (Foto: Heru/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pola pembayaran program Kartu Jakarta Sehat (KJS) oleh PT Askes dengan sistem Indonesia-Case Base Groups (INA-CBG's) dianggap terlalu berat oleh beberapa rumah sakit swasta.&quot;Ya. Ini tentu saja mengganggu sistem manajemen keuangan dari rumah sakit kami karena selisih pembayaran tagihan rumah sakit yang mencapai 70 persen,&quot; ujar Wakil Direktur Utama Rumah Sakit MH Thamrin, Abdul Barry Radjak, di Jakarta, Senin (20/5/2013).Barry mengungkapkan, pihaknya tak mampu untuk menanggung beban biaya yang selisihnya terlampau besar dalam sistem pembayaran INA-CBG's. Padahal dalam pola pembayaran sebelumnya yang menerapkan pola fee per service, selisih pembayaran tagihan hanya berkisar 15-10 persen dengan pihak rumah sakit.&quot;Angka ini masih bisa ditoleransi, tapi untuk pola pembayaran INA-CBG's 70 persen, berat,&quot; ungkap Barry.Barry mengakui, memang belum mengalami kerugian sejak peluncuran pola pembayaran KJS yang baru ini. Namun, pihaknya tetap merasa keberatan atas sistem INA-CBG's ini. &quot;Rugi sih tidak. Tapi kami dengan rumah sakit tipe B yang selisihnya sampai 70 persen merasa tidak sanggup,&quot; tegasnya.Barry menambahkan, ,meski pihaknya sudah tidak melayani KJS, namun jika ada pasien yang emergency datang, mereka akan tetap dilayani. &quot;Secara moril, kami diwajibkan melayani pasien yang gawat darurat. Tapi kalau sudah stabil, maka kami akan menjelaskan situasinya pada pasien, dan kami akan merujuk pasien tersebut ke rumah sakit yang masih tergabung dalam program KJS,&quot; tutup Barry.</description><content:encoded>JAKARTA - Pola pembayaran program Kartu Jakarta Sehat (KJS) oleh PT Askes dengan sistem Indonesia-Case Base Groups (INA-CBG's) dianggap terlalu berat oleh beberapa rumah sakit swasta.&quot;Ya. Ini tentu saja mengganggu sistem manajemen keuangan dari rumah sakit kami karena selisih pembayaran tagihan rumah sakit yang mencapai 70 persen,&quot; ujar Wakil Direktur Utama Rumah Sakit MH Thamrin, Abdul Barry Radjak, di Jakarta, Senin (20/5/2013).Barry mengungkapkan, pihaknya tak mampu untuk menanggung beban biaya yang selisihnya terlampau besar dalam sistem pembayaran INA-CBG's. Padahal dalam pola pembayaran sebelumnya yang menerapkan pola fee per service, selisih pembayaran tagihan hanya berkisar 15-10 persen dengan pihak rumah sakit.&quot;Angka ini masih bisa ditoleransi, tapi untuk pola pembayaran INA-CBG's 70 persen, berat,&quot; ungkap Barry.Barry mengakui, memang belum mengalami kerugian sejak peluncuran pola pembayaran KJS yang baru ini. Namun, pihaknya tetap merasa keberatan atas sistem INA-CBG's ini. &quot;Rugi sih tidak. Tapi kami dengan rumah sakit tipe B yang selisihnya sampai 70 persen merasa tidak sanggup,&quot; tegasnya.Barry menambahkan, ,meski pihaknya sudah tidak melayani KJS, namun jika ada pasien yang emergency datang, mereka akan tetap dilayani. &quot;Secara moril, kami diwajibkan melayani pasien yang gawat darurat. Tapi kalau sudah stabil, maka kami akan menjelaskan situasinya pada pasien, dan kami akan merujuk pasien tersebut ke rumah sakit yang masih tergabung dalam program KJS,&quot; tutup Barry.</content:encoded></item></channel></rss>
