<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cita-Cita Reformasi Belum Tercapai</title><description>Banyak hal telah dimulai sejak reformasi dan agendanya yang berjalan, namun cita-cita reformasi hingga kini belum terwujud.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/21/337/810444/cita-cita-reformasi-belum-tercapai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/21/337/810444/cita-cita-reformasi-belum-tercapai"/><item><title>Cita-Cita Reformasi Belum Tercapai</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/21/337/810444/cita-cita-reformasi-belum-tercapai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/21/337/810444/cita-cita-reformasi-belum-tercapai</guid><pubDate>Selasa 21 Mei 2013 17:25 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/21/337/810444/Q5HkMQGYMv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/21/337/810444/Q5HkMQGYMv.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Hari ini tepat 15 tahun sudah reformasi bergulir. Peristiwa 21 Mei 1998 menandakan berakhirnya rezim otoriter Orde Baru, dan mahasiswa serta tokoh bangsa menegaskan Indonesia memasuki babak baru sejarah bangsa, yaitu Era Reformasi.
&amp;nbsp;
Menurut Muh Rodli Kaelani, aktivis yang juga mantan Ketua Umum PB PMII, banyak hal telah dimulai sejak Reformasi dan agendanya yang berjalan. Desentralisasi (Otonomi Daerah), Pemberantasan Korupsi, Berakhirnya Dwi Fungsi TNI/Polri, dan lain-lain.
&amp;nbsp;
&quot;Namun agenda reformasi belum berjalan di jalur yang semestinya dan belum menemui tanda-tanda yang meyakinkan,&quot; kata Rodli yang juga Ketua Umum PAN Muda Untuk Indonesia (PANDU) di Jakarta, Selasa (21/5/2013).
&amp;nbsp;
Rodli menjelaskan, kaum muda punya tanggung jawab sekaligus amanah untuk menjamin bahwa Reformasi menjadi era kemajuan masa depan bangsa, sekaligus berada pada jalan bagi cita-cita perubahan sosial, keadilan dan kesejahteraan rakyat.
&amp;nbsp;
&quot;Kita harus terus mengawal sekaligus menuntaskan Reformasi yang masih lambat, berbelok arah dan belum selesai,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, mantan Sekjen Front Kota dan aktivis depan Forkot tahun 1998, Fauzan Alqosh menjelaskan bahwa saat itu mahasiswa hanya bangga karena Soeharto telah lengser, namun lalai mengusung agenda dan menyakinkan konsepsi baru perubahan. &quot;Sehingga roh, pusaran elit dan pengeloalaan kekuasaan negara tidak mengalami pergeseran secara signifikan,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
â€ªâ€ª
Mantan Sekjen Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Elias Dabur juga mengingatkan bahwa mengawal reformasi masih menjadi agenda utama para aktivis, mahasiswa dan kaum muda pergerakan. &quot;Kita dituntut oleh zaman,karena kita yang melahirkan,&quot; kata Elias.</description><content:encoded>JAKARTA - Hari ini tepat 15 tahun sudah reformasi bergulir. Peristiwa 21 Mei 1998 menandakan berakhirnya rezim otoriter Orde Baru, dan mahasiswa serta tokoh bangsa menegaskan Indonesia memasuki babak baru sejarah bangsa, yaitu Era Reformasi.
&amp;nbsp;
Menurut Muh Rodli Kaelani, aktivis yang juga mantan Ketua Umum PB PMII, banyak hal telah dimulai sejak Reformasi dan agendanya yang berjalan. Desentralisasi (Otonomi Daerah), Pemberantasan Korupsi, Berakhirnya Dwi Fungsi TNI/Polri, dan lain-lain.
&amp;nbsp;
&quot;Namun agenda reformasi belum berjalan di jalur yang semestinya dan belum menemui tanda-tanda yang meyakinkan,&quot; kata Rodli yang juga Ketua Umum PAN Muda Untuk Indonesia (PANDU) di Jakarta, Selasa (21/5/2013).
&amp;nbsp;
Rodli menjelaskan, kaum muda punya tanggung jawab sekaligus amanah untuk menjamin bahwa Reformasi menjadi era kemajuan masa depan bangsa, sekaligus berada pada jalan bagi cita-cita perubahan sosial, keadilan dan kesejahteraan rakyat.
&amp;nbsp;
&quot;Kita harus terus mengawal sekaligus menuntaskan Reformasi yang masih lambat, berbelok arah dan belum selesai,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, mantan Sekjen Front Kota dan aktivis depan Forkot tahun 1998, Fauzan Alqosh menjelaskan bahwa saat itu mahasiswa hanya bangga karena Soeharto telah lengser, namun lalai mengusung agenda dan menyakinkan konsepsi baru perubahan. &quot;Sehingga roh, pusaran elit dan pengeloalaan kekuasaan negara tidak mengalami pergeseran secara signifikan,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
â€ªâ€ª
Mantan Sekjen Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Elias Dabur juga mengingatkan bahwa mengawal reformasi masih menjadi agenda utama para aktivis, mahasiswa dan kaum muda pergerakan. &quot;Kita dituntut oleh zaman,karena kita yang melahirkan,&quot; kata Elias.</content:encoded></item></channel></rss>
