<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Reformasi Tidak Menaklukan Partai Politik</title><description>Faktor yang tidak disentuh secara serius oleh reformasi adalah hubungan money dan partai politik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/22/337/810753/reformasi-tidak-menaklukan-partai-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/22/337/810753/reformasi-tidak-menaklukan-partai-politik"/><item><title>Reformasi Tidak Menaklukan Partai Politik</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/22/337/810753/reformasi-tidak-menaklukan-partai-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/22/337/810753/reformasi-tidak-menaklukan-partai-politik</guid><pubDate>Rabu 22 Mei 2013 11:33 WIB</pubDate><dc:creator>Aisyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/22/337/810753/hAz3RJcbX2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anies Baswedan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/22/337/810753/hAz3RJcbX2.jpg</image><title>Anies Baswedan</title></images><description>JAKARTA - Kesalahan Reformasi 1998 adalah dorongan yang begitu kuat untuk membebaskan diri dari cengkraman Orde Baru sehingga menimbulkan liberalisasi partai politik, bukan reformasi partai politik.
&amp;nbsp;
Demikian dikatakan Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan, dalam diskusi bertajuk Menata 15 Tahun Reformasi Indonesia Jilid 2 di Universitas Paramadina, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2013). Anies menilai, liberalisasi parpol membuat pengaturan untuk parpol menjadi urutan kesekian.
&amp;nbsp;
&quot;Faktor yang tidak disentuh secara serius adalah hubungan money dan partai politik. Silahkan dirikan partai politik, tapi mereka tak memikirkan soal bagaimana pembiayaan partai, tutup mata tentang pembiayaan partai politik,&quot; kata Anis
&amp;nbsp;
Dalam acara yang dipandu oleh host Polemik Sindo Radio, Latief Siregar ini, Anies menerangkan paska reformasi, pemerintah dan publik tak peduli soal pembiayaan partai politik. Tapi ketika ketahuan ada penyelewengan keuangan, lanjut Anies, publik baru meributkan tentang uang itu.
&amp;nbsp;
&quot;Ini masalah yang justru fundamental! Perilaku kita, politisi kita, tak tertaklukan. Reformasi tidak menaklukan partai politik. 15 tahun reformasi ini harus dibereskan. Jika tidak, ini akan menjadi bom waktu bagi bangsa Indonesia,&quot; kata Anis.
&amp;nbsp;
Anies menambahkan, rekrutmen pemimpin saat ini juga tidak baik. Ketika seseorang ingin bergabung dengan partai politik, mereka yang memiliki modal sosial, memiliki kredibiltas, maka modal itu harus dinolkan lagi.
&amp;nbsp;
&quot;Misalnya, seorang guru ketika join parpol, maka dia harus meninggalkan profesinya itu. Ini masalah! Karena hanya orang-orang yang engga punya ikatan yang bisa ikut parpol,&quot; terang Anis.
&amp;nbsp;
Lebih jauh, Anis mengatakan sebenarnya ada banyak sektor yang sudah mengalami reformasi, misalnya pada pemerintahan yang mengubah sentralisasi menjadi otonomi daerah, birokrasi, dan hukum.
&amp;nbsp;
&quot;Oleh karenanya, Pemilu 2014 adalah kesempatan bagi kita, yang muda-muda untuk&amp;nbsp; memilih caleg yang waras. Waras dalam rohani,jasmani, dan intelektual agar demokratisasi bisa dipersepsikan dengan baik,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;
Acara diskusi ini dihadiri juga oleh artis Pandji Pragiwaksono, pengamat politik dan sosial Dinna Wisnu, serta diplomat muda Santo Darmosumarto.</description><content:encoded>JAKARTA - Kesalahan Reformasi 1998 adalah dorongan yang begitu kuat untuk membebaskan diri dari cengkraman Orde Baru sehingga menimbulkan liberalisasi partai politik, bukan reformasi partai politik.
&amp;nbsp;
Demikian dikatakan Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan, dalam diskusi bertajuk Menata 15 Tahun Reformasi Indonesia Jilid 2 di Universitas Paramadina, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2013). Anies menilai, liberalisasi parpol membuat pengaturan untuk parpol menjadi urutan kesekian.
&amp;nbsp;
&quot;Faktor yang tidak disentuh secara serius adalah hubungan money dan partai politik. Silahkan dirikan partai politik, tapi mereka tak memikirkan soal bagaimana pembiayaan partai, tutup mata tentang pembiayaan partai politik,&quot; kata Anis
&amp;nbsp;
Dalam acara yang dipandu oleh host Polemik Sindo Radio, Latief Siregar ini, Anies menerangkan paska reformasi, pemerintah dan publik tak peduli soal pembiayaan partai politik. Tapi ketika ketahuan ada penyelewengan keuangan, lanjut Anies, publik baru meributkan tentang uang itu.
&amp;nbsp;
&quot;Ini masalah yang justru fundamental! Perilaku kita, politisi kita, tak tertaklukan. Reformasi tidak menaklukan partai politik. 15 tahun reformasi ini harus dibereskan. Jika tidak, ini akan menjadi bom waktu bagi bangsa Indonesia,&quot; kata Anis.
&amp;nbsp;
Anies menambahkan, rekrutmen pemimpin saat ini juga tidak baik. Ketika seseorang ingin bergabung dengan partai politik, mereka yang memiliki modal sosial, memiliki kredibiltas, maka modal itu harus dinolkan lagi.
&amp;nbsp;
&quot;Misalnya, seorang guru ketika join parpol, maka dia harus meninggalkan profesinya itu. Ini masalah! Karena hanya orang-orang yang engga punya ikatan yang bisa ikut parpol,&quot; terang Anis.
&amp;nbsp;
Lebih jauh, Anis mengatakan sebenarnya ada banyak sektor yang sudah mengalami reformasi, misalnya pada pemerintahan yang mengubah sentralisasi menjadi otonomi daerah, birokrasi, dan hukum.
&amp;nbsp;
&quot;Oleh karenanya, Pemilu 2014 adalah kesempatan bagi kita, yang muda-muda untuk&amp;nbsp; memilih caleg yang waras. Waras dalam rohani,jasmani, dan intelektual agar demokratisasi bisa dipersepsikan dengan baik,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;
Acara diskusi ini dihadiri juga oleh artis Pandji Pragiwaksono, pengamat politik dan sosial Dinna Wisnu, serta diplomat muda Santo Darmosumarto.</content:encoded></item></channel></rss>
