<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Elite PKS Terbelah Dua, Tifatul Bantah Omongan Fahri</title><description>Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak sependapat dengan pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Fahri Hamzah yang menginginkan partainya keluar dari Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/22/339/810836/elite-pks-terbelah-dua-tifatul-bantah-omongan-fahri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/22/339/810836/elite-pks-terbelah-dua-tifatul-bantah-omongan-fahri"/><item><title>Elite PKS Terbelah Dua, Tifatul Bantah Omongan Fahri</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/22/339/810836/elite-pks-terbelah-dua-tifatul-bantah-omongan-fahri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/22/339/810836/elite-pks-terbelah-dua-tifatul-bantah-omongan-fahri</guid><pubDate>Rabu 22 Mei 2013 13:31 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/22/339/810836/G8YuKbdPMT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tifatul dan Luthfi Hasan Ishaaq (Foto: Heru H/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/22/339/810836/G8YuKbdPMT.jpg</image><title>Tifatul dan Luthfi Hasan Ishaaq (Foto: Heru H/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak sependapat dengan pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Fahri Hamzah yang menginginkan partainya keluar dari Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi.
&amp;nbsp;
&quot;Tidak, belum ada keputusan itu. Koalisi diputuskan di Majelis Syuro dan kalau ada perubahan-perubahan dibahas di Majelis Syuro,&quot; kata anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/5/2013).
&amp;nbsp;
Menurut Tifatul, pernyataan Fahri tersebut bukan keputusan partai dan tidak dapat diartikan sebagai sikap partai. Pasalnya, Fahri hanya pengurus harian partai dan bukan anggota Majelis Tinggi.
&amp;nbsp;
&quot;Kebetulan Pak Fahri bukan anggota Majelis Syuro. Kemarin (rapat Majelis Syuro) tidak dibahas. Kemarin lebih bagaimana untuk memegang pemilu dan fokus menghadapi kasus,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Fahri sempat berharap agar partainya berani mengambil sikap untuk keluar dari Setgab Koalisi. Usulan itu dilontarkan lantaran Fahri merasa kecewa dengan kepemimpinan SBY sebagai presiden.
&amp;nbsp;
Namun Fahri menegaskan bahwa hal itu hanyalah harapan pribadinya. Sebab ada pihak yang lebih berwenang di struktur partai untuk memutuskan tetap bergabung atau keluar dari koalisi.</description><content:encoded>JAKARTA - Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak sependapat dengan pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Fahri Hamzah yang menginginkan partainya keluar dari Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi.
&amp;nbsp;
&quot;Tidak, belum ada keputusan itu. Koalisi diputuskan di Majelis Syuro dan kalau ada perubahan-perubahan dibahas di Majelis Syuro,&quot; kata anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/5/2013).
&amp;nbsp;
Menurut Tifatul, pernyataan Fahri tersebut bukan keputusan partai dan tidak dapat diartikan sebagai sikap partai. Pasalnya, Fahri hanya pengurus harian partai dan bukan anggota Majelis Tinggi.
&amp;nbsp;
&quot;Kebetulan Pak Fahri bukan anggota Majelis Syuro. Kemarin (rapat Majelis Syuro) tidak dibahas. Kemarin lebih bagaimana untuk memegang pemilu dan fokus menghadapi kasus,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Fahri sempat berharap agar partainya berani mengambil sikap untuk keluar dari Setgab Koalisi. Usulan itu dilontarkan lantaran Fahri merasa kecewa dengan kepemimpinan SBY sebagai presiden.
&amp;nbsp;
Namun Fahri menegaskan bahwa hal itu hanyalah harapan pribadinya. Sebab ada pihak yang lebih berwenang di struktur partai untuk memutuskan tetap bergabung atau keluar dari koalisi.</content:encoded></item></channel></rss>
