<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR: Award dari ACF Hanya Bahan Cemoohan untuk SBY</title><description>Anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari mengatakan, penghargaan diberikan kepada seseorang lazimnya atas dasar kinerja (output-outcome) dari suatu aksi yang nyata atau real actions.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/24/337/811880/dpr-award-dari-acf-hanya-bahan-cemoohan-untuk-sby</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/24/337/811880/dpr-award-dari-acf-hanya-bahan-cemoohan-untuk-sby"/><item><title>DPR: Award dari ACF Hanya Bahan Cemoohan untuk SBY</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/24/337/811880/dpr-award-dari-acf-hanya-bahan-cemoohan-untuk-sby</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/24/337/811880/dpr-award-dari-acf-hanya-bahan-cemoohan-untuk-sby</guid><pubDate>Jum'at 24 Mei 2013 09:20 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/24/337/811880/2etHVYjqfb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/24/337/811880/2etHVYjqfb.jpg</image><title>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)</title></images><description>JAKARTA - Rencana penganugerahan penghargaan World Statesman Award kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari Appeal of Conscience Foundation (ACF) pada akhir Mei 2013 mendatang terus menuai kritik.Anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari mengatakan, penghargaan diberikan kepada seseorang lazimnya atas dasar kinerja (output-outcome) dari suatu aksi yang nyata atau real actions. &quot;Sayangnya itu tidak terbukti di Indonesia, yaitu tindakan-tindakan Presiden (SBY) yang berdampak membaiknya toleransi antarumat beragama dan perdamaian,&quot; kata Eva saat berbincang dengan Okezone, di Jakarta, Jumat (24/5/2013).Eva mencontohkan, terbukti para korban tindakan diskriminasi masih saja terjadi. seperti pengunsgi Syiah di GOR Sampang, Madura, Jawa Timur dan pengungsi Ahmadiyah di Transito Nusa Tenggara Barat (NTB).&quot;500 gereja di Jabar disegel, dirobohkan, dirusak. Patung Budha di Palembang, Sumatera Selatan dirusak dan seterusnya. Jadi award itu tidak berdasar, malah FPI pagi ini ngancam mau merusak Masjid Ahmadiyah di Tasikmalaya, Jawa Barat setelah Jumatan,&quot; cetus Eva.Menurut Eva, pemberian penghargaan itu sama sekali tidak memiliki urgensi apapun dan hanya bentuk suap untuk Presiden yang gemar mendapatkan penghargaan internasional. &quot;Bagi Presiden secara pribadi ini justru seperti bahan olok-olokan bila Presiden merefleksi bahwa toleransi memburuk selama pemerintahan Pak SBY dua periode,&quot; sindir Eva.&quot;Kelompok preman intoleran makin menjadi-jadi, membajak pejabat daerah dan polisi untuk menuruti kemauan mereka yang berdampak pada perampasan hak-hak konstitusional WN kelompok minoritas agama. Pemerintah Pusat dan Presiden melakukan pembiaran,&quot; tutupnya.Diberitakan sebelumnya, Presiden SBY diagendakan bertolak ke New York, Amerika Serikat (AS), dalam rangka melaporkan hasil pertemuan panel tingkat tinggi pembangunan pasca-2015 kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Di sela-sela acara tersebut, Presiden SBY akan menerima penghargaan World Statesman Award pada 30 Mei 2013.</description><content:encoded>JAKARTA - Rencana penganugerahan penghargaan World Statesman Award kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari Appeal of Conscience Foundation (ACF) pada akhir Mei 2013 mendatang terus menuai kritik.Anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari mengatakan, penghargaan diberikan kepada seseorang lazimnya atas dasar kinerja (output-outcome) dari suatu aksi yang nyata atau real actions. &quot;Sayangnya itu tidak terbukti di Indonesia, yaitu tindakan-tindakan Presiden (SBY) yang berdampak membaiknya toleransi antarumat beragama dan perdamaian,&quot; kata Eva saat berbincang dengan Okezone, di Jakarta, Jumat (24/5/2013).Eva mencontohkan, terbukti para korban tindakan diskriminasi masih saja terjadi. seperti pengunsgi Syiah di GOR Sampang, Madura, Jawa Timur dan pengungsi Ahmadiyah di Transito Nusa Tenggara Barat (NTB).&quot;500 gereja di Jabar disegel, dirobohkan, dirusak. Patung Budha di Palembang, Sumatera Selatan dirusak dan seterusnya. Jadi award itu tidak berdasar, malah FPI pagi ini ngancam mau merusak Masjid Ahmadiyah di Tasikmalaya, Jawa Barat setelah Jumatan,&quot; cetus Eva.Menurut Eva, pemberian penghargaan itu sama sekali tidak memiliki urgensi apapun dan hanya bentuk suap untuk Presiden yang gemar mendapatkan penghargaan internasional. &quot;Bagi Presiden secara pribadi ini justru seperti bahan olok-olokan bila Presiden merefleksi bahwa toleransi memburuk selama pemerintahan Pak SBY dua periode,&quot; sindir Eva.&quot;Kelompok preman intoleran makin menjadi-jadi, membajak pejabat daerah dan polisi untuk menuruti kemauan mereka yang berdampak pada perampasan hak-hak konstitusional WN kelompok minoritas agama. Pemerintah Pusat dan Presiden melakukan pembiaran,&quot; tutupnya.Diberitakan sebelumnya, Presiden SBY diagendakan bertolak ke New York, Amerika Serikat (AS), dalam rangka melaporkan hasil pertemuan panel tingkat tinggi pembangunan pasca-2015 kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Di sela-sela acara tersebut, Presiden SBY akan menerima penghargaan World Statesman Award pada 30 Mei 2013.</content:encoded></item></channel></rss>
