<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ancaman Keluar dari Koalisi oleh PKS Hanya Pengalihan Isu</title><description>Wacana niatan keluar dari Setgab Koalisi oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), disinyalir hanya sebagai pengalihan isu belaka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/24/339/811842/ancaman-keluar-dari-koalisi-oleh-pks-hanya-pengalihan-isu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/24/339/811842/ancaman-keluar-dari-koalisi-oleh-pks-hanya-pengalihan-isu"/><item><title>Ancaman Keluar dari Koalisi oleh PKS Hanya Pengalihan Isu</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/24/339/811842/ancaman-keluar-dari-koalisi-oleh-pks-hanya-pengalihan-isu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/24/339/811842/ancaman-keluar-dari-koalisi-oleh-pks-hanya-pengalihan-isu</guid><pubDate>Jum'at 24 Mei 2013 07:40 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/24/339/811842/bxgg0R076j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luthfi Hasan Ishaaq (Foto: Heru Haryonoi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/24/339/811842/bxgg0R076j.jpg</image><title>Luthfi Hasan Ishaaq (Foto: Heru Haryonoi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wacana niatan keluar dari Setgab Koalisi oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), disinyalir hanya sebagai pengalihan isu belaka. Gertakan itu dilakukan sebagai pengalihan isu agar partai berbasis Islam itu tidak terpuruk oleh berbagai hantaman media massa terkait kasus dugaan suap pengadaan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) yang menyeret nama mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.&quot;Saya kira itu hanya upaya mengalihkan isu agar PKS tidak menjadi bulan-bulanan (pemberitaan media) terkait prahara yang melanda PKS saat ini. Isu koalisi merupakan isu yang sangat seksi dilontarkan untuk meredam hantaman itu,&quot; ujar analis politik Charta Politika, Arya Fernandez saat berbincang dengan Okezone, di Jakarta, Jumat (24/5/2013).Dijelaskan Arya, ancaman keluar dari keanggotaan koalisi ialah langkah keliru dan justru akan semakin memperburuk citra partai pimpinan Anis Matta itu. Mengenai bagaimana mengembalikan citra PKS lanjut Arya ialah dengan tidak memberikan perlawanan frontal kepada KPK dan sebaiknya pasrah dengan proses hukum yang sedang berjalan.&quot;Tidak usah ada attacking yang berlebihan kepada&amp;nbsp; KPK. Ingat, setiap ada organisasi yang berhadapan dengan KPK, KPK selalu menang. Jadi, menurut saya, cara menghindari bulan-bulanan sebaiknya PKS menciptakan isu-isu baru yang populis untuk menyedot dan menyita perhatian masyarakat,&quot; pungkasnya.Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah mengharapkan partainya keluar dari Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi pendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono.&quot;Saya ingin sekali partai ini keluar dari koalisi,&quot; kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS, Fahri Hamzah, Rabu 22 Mei lalu.Fahri menegaskan, pernyataan itu hanyalah harapan pribadinya. Sebab, kata dia, dirinya tak berwenang untuk memutuskan PKS keluar dari koalisi. Ada pihak yang lebih berwenang di struktur partai yang berhak memutuskan PKS tetap bergabung atau keluar dari koalisi.Namun, menurut Anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nurwahid wacana PKS akan keluar dari koalisi Setgab merupakan pernyataan pribadi Fahri Hamzah.&amp;nbsp;&quot;Jadi begini, Pak Fahri itu sudah menegaskan bahwa itu adalah pernyataan pribadi. Dalam Majelis Syuro memang diperbolehkan orang berwacana apa saja,&quot; kata Hidayat, Kamis kemarin.&amp;nbsp;Kata Hidayat, wacana untuk keluar dari koalisi memang ada dari dalam PKS. Dia sendiri menganggap, hal itu wajar. Namun, untuk keputusan keluar dari koalisi, hal itu akan diputuskan oleh Dewan Pimpinan Tingkat Pusat.</description><content:encoded>JAKARTA - Wacana niatan keluar dari Setgab Koalisi oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), disinyalir hanya sebagai pengalihan isu belaka. Gertakan itu dilakukan sebagai pengalihan isu agar partai berbasis Islam itu tidak terpuruk oleh berbagai hantaman media massa terkait kasus dugaan suap pengadaan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) yang menyeret nama mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.&quot;Saya kira itu hanya upaya mengalihkan isu agar PKS tidak menjadi bulan-bulanan (pemberitaan media) terkait prahara yang melanda PKS saat ini. Isu koalisi merupakan isu yang sangat seksi dilontarkan untuk meredam hantaman itu,&quot; ujar analis politik Charta Politika, Arya Fernandez saat berbincang dengan Okezone, di Jakarta, Jumat (24/5/2013).Dijelaskan Arya, ancaman keluar dari keanggotaan koalisi ialah langkah keliru dan justru akan semakin memperburuk citra partai pimpinan Anis Matta itu. Mengenai bagaimana mengembalikan citra PKS lanjut Arya ialah dengan tidak memberikan perlawanan frontal kepada KPK dan sebaiknya pasrah dengan proses hukum yang sedang berjalan.&quot;Tidak usah ada attacking yang berlebihan kepada&amp;nbsp; KPK. Ingat, setiap ada organisasi yang berhadapan dengan KPK, KPK selalu menang. Jadi, menurut saya, cara menghindari bulan-bulanan sebaiknya PKS menciptakan isu-isu baru yang populis untuk menyedot dan menyita perhatian masyarakat,&quot; pungkasnya.Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah mengharapkan partainya keluar dari Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi pendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono.&quot;Saya ingin sekali partai ini keluar dari koalisi,&quot; kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS, Fahri Hamzah, Rabu 22 Mei lalu.Fahri menegaskan, pernyataan itu hanyalah harapan pribadinya. Sebab, kata dia, dirinya tak berwenang untuk memutuskan PKS keluar dari koalisi. Ada pihak yang lebih berwenang di struktur partai yang berhak memutuskan PKS tetap bergabung atau keluar dari koalisi.Namun, menurut Anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nurwahid wacana PKS akan keluar dari koalisi Setgab merupakan pernyataan pribadi Fahri Hamzah.&amp;nbsp;&quot;Jadi begini, Pak Fahri itu sudah menegaskan bahwa itu adalah pernyataan pribadi. Dalam Majelis Syuro memang diperbolehkan orang berwacana apa saja,&quot; kata Hidayat, Kamis kemarin.&amp;nbsp;Kata Hidayat, wacana untuk keluar dari koalisi memang ada dari dalam PKS. Dia sendiri menganggap, hal itu wajar. Namun, untuk keputusan keluar dari koalisi, hal itu akan diputuskan oleh Dewan Pimpinan Tingkat Pusat.</content:encoded></item></channel></rss>
