<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepedulian Pemda soal Keselamatan Kerja Masih Rendah</title><description>Selama ini, kata Muhaimin, perhatian dan kepedulian Pemda tehadap pelaksanaan sistem K3 di wilayahnya, dinilai masih rendah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/26/337/812836/kepedulian-pemda-soal-keselamatan-kerja-masih-rendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/26/337/812836/kepedulian-pemda-soal-keselamatan-kerja-masih-rendah"/><item><title>Kepedulian Pemda soal Keselamatan Kerja Masih Rendah</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/26/337/812836/kepedulian-pemda-soal-keselamatan-kerja-masih-rendah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/26/337/812836/kepedulian-pemda-soal-keselamatan-kerja-masih-rendah</guid><pubDate>Minggu 26 Mei 2013 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/26/337/812836/rsUaXqIJkd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Muhaimin Iskandar (Foto: Runi Sari/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/26/337/812836/rsUaXqIJkd.jpg</image><title>Muhaimin Iskandar (Foto: Runi Sari/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Tenaga&amp;nbsp;Kerja&amp;nbsp;dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar meminta pimpinan Pemerintah Daerah (Pemda), agar benar-benar memberikan perhatian khusus terhadap pelaksaaan sistem&amp;nbsp;Keselamatan dan Kesehatan&amp;nbsp;Kerja&amp;nbsp;(K3). Hal tersebut untuk menghindarkan terjadinya&amp;nbsp;kecelakaan&amp;nbsp;kerja di wilayahnya.&amp;ldquo;Kita tidak ingin kasus semacam Freeport dan kasus pabrik kuali Tangerang terus terulang. Oleh karena itu kita minta perhatian dan peranan pemda terhadap pembangunan ketenagakerjaan di wilayahnya harus ditingkatkan,&quot; kata Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu (26/5/2013).Selama ini, kata Muhaimin, perhatian dan kepedulian Pemda tehadap pelaksanaan sistem K3 di wilayahnya, dinilai masih rendah. Berdasarkan pengukuran Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK),&amp;nbsp; Indonesia 2012 indikator Kondisi Lingkungan Kerja hanya mencapai angka 3,71 (rendah) atau menurun dibanding 2011 silam. Pada 2011, angka indeks menunjukkan 5,02 (menengah-ke bawah).&amp;ldquo;Program sosialisasi K3 terus kita gencarkan untuk &amp;nbsp;meningkatkan kesadaran dan pemahaman K3 dengan sasaran pimpinan Pemda, pengusaha dan para pekerja. Semua pihak harus menyamakan persepsi untuk mencegah kecelakaan kerja baik di lingkungan tempat&amp;nbsp;kerja, &amp;nbsp;di jalan maupun di luar tempat&amp;nbsp;kerja lainnya,&quot; paparnya.Berdasarkan penelitian yang dilakukan Pusat Perencanaan Tenaga Kerja Kemnakertrans, salah satu penyebab rendahnya indek IPK indikator, adalah kondisi lingkungan kerja adalah kurangnya perhatian pemda terhadap indikator kepatuhan Wajib Lapor Ketenagakerjaan di perusahaan, penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) dan jumlah kecelakaan kerja.&amp;nbsp;Muhaimin mengatakan, untuk menanggulangi terjadinya kasus-kasus kecelakaan kerja, diperlukan upaya-upaya maksimal, untuk meminimalisasi resiko dan mencegah penyebab-penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja.Pihaknya pada 16 Oktober 2012 lalu telah meluncurkan slogan anti kecelakaan kerja&amp;nbsp;dengan tagline&amp;nbsp;'Saya Pilih Selamat'. Peluncuran slogan ini ditujukan untuk mengkampanyekan&amp;nbsp;pelaksanaan norma&amp;nbsp;Keselamatan&amp;nbsp;dan Kesehatan&amp;nbsp;Kerja&amp;nbsp;(K3) di perusahan-perusahaan dalam rangka mengurangi jumlah kecelakaan&amp;nbsp;kerja&amp;nbsp;di Indonesia.&quot;Program 'Saya Pilih Selamat' sebagai suatu ikon baru diharapkan dapat populer dan mudah diingat yang merepresentasikan seseorang yang menjunjung tinggi&amp;nbsp;keselamatan. Jadi, selamat itu harus dimulai dari diri sendiri,&quot; paparnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kecelakaan&amp;nbsp;kerja&amp;nbsp;tidak hanya dapat menyebabkan kematian, lanjut Muhaimin, kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat memengaruhi produktivitas. &quot;Kesejahteraan masyarakat bahkan dapat menurunkan Indeks Pembangunan Manusia dan pada akhirnya berpengaruh terhadap daya saing nasional,&quot; tegasnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pelaksanaan&amp;nbsp;K3&amp;nbsp;merupakan salah satu aspek perlindungan tenaga&amp;nbsp;kerja&amp;nbsp;yang sangat penting karena akan mempengaruhi ketenangan bekerja,&amp;nbsp;keselamatan, kesehatan, produktivitas dan kesejahteraan tenaga&amp;nbsp;kerja.&amp;ldquo;Tujuan dasar dari penerapan&amp;nbsp;K3&amp;nbsp;adalah mencegah atau mengurangi kecelakaankerja, penyakit akibat&amp;nbsp;kerja&amp;nbsp;dan terjadinya kejadian berbahaya lainnya. Dengan berbagai upaya kita berharap tahun 2015 bisa terwujud Indonesia Berbudaya&amp;nbsp;K3,&amp;rdquo; ucapnya.Oleh karena itu, sambung Muhaimin,&amp;nbsp; saya mengajak pimpinan&amp;nbsp;pemerintah&amp;nbsp;daerah, para pengusaha, pekerja dan masyarakat di seluruh Indonesia agar melakukan upaya konkrit pelaksanaan&amp;nbsp;K3, serta meningkatkan kesadaran, partisipasi dan tanggung jawab menciptakan prilaku&amp;nbsp;K3. &quot;Sehingga&amp;nbsp;K3 benar-benar menjadi Budaya bangsa Indonesia,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Tenaga&amp;nbsp;Kerja&amp;nbsp;dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar meminta pimpinan Pemerintah Daerah (Pemda), agar benar-benar memberikan perhatian khusus terhadap pelaksaaan sistem&amp;nbsp;Keselamatan dan Kesehatan&amp;nbsp;Kerja&amp;nbsp;(K3). Hal tersebut untuk menghindarkan terjadinya&amp;nbsp;kecelakaan&amp;nbsp;kerja di wilayahnya.&amp;ldquo;Kita tidak ingin kasus semacam Freeport dan kasus pabrik kuali Tangerang terus terulang. Oleh karena itu kita minta perhatian dan peranan pemda terhadap pembangunan ketenagakerjaan di wilayahnya harus ditingkatkan,&quot; kata Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu (26/5/2013).Selama ini, kata Muhaimin, perhatian dan kepedulian Pemda tehadap pelaksanaan sistem K3 di wilayahnya, dinilai masih rendah. Berdasarkan pengukuran Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK),&amp;nbsp; Indonesia 2012 indikator Kondisi Lingkungan Kerja hanya mencapai angka 3,71 (rendah) atau menurun dibanding 2011 silam. Pada 2011, angka indeks menunjukkan 5,02 (menengah-ke bawah).&amp;ldquo;Program sosialisasi K3 terus kita gencarkan untuk &amp;nbsp;meningkatkan kesadaran dan pemahaman K3 dengan sasaran pimpinan Pemda, pengusaha dan para pekerja. Semua pihak harus menyamakan persepsi untuk mencegah kecelakaan kerja baik di lingkungan tempat&amp;nbsp;kerja, &amp;nbsp;di jalan maupun di luar tempat&amp;nbsp;kerja lainnya,&quot; paparnya.Berdasarkan penelitian yang dilakukan Pusat Perencanaan Tenaga Kerja Kemnakertrans, salah satu penyebab rendahnya indek IPK indikator, adalah kondisi lingkungan kerja adalah kurangnya perhatian pemda terhadap indikator kepatuhan Wajib Lapor Ketenagakerjaan di perusahaan, penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) dan jumlah kecelakaan kerja.&amp;nbsp;Muhaimin mengatakan, untuk menanggulangi terjadinya kasus-kasus kecelakaan kerja, diperlukan upaya-upaya maksimal, untuk meminimalisasi resiko dan mencegah penyebab-penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja.Pihaknya pada 16 Oktober 2012 lalu telah meluncurkan slogan anti kecelakaan kerja&amp;nbsp;dengan tagline&amp;nbsp;'Saya Pilih Selamat'. Peluncuran slogan ini ditujukan untuk mengkampanyekan&amp;nbsp;pelaksanaan norma&amp;nbsp;Keselamatan&amp;nbsp;dan Kesehatan&amp;nbsp;Kerja&amp;nbsp;(K3) di perusahan-perusahaan dalam rangka mengurangi jumlah kecelakaan&amp;nbsp;kerja&amp;nbsp;di Indonesia.&quot;Program 'Saya Pilih Selamat' sebagai suatu ikon baru diharapkan dapat populer dan mudah diingat yang merepresentasikan seseorang yang menjunjung tinggi&amp;nbsp;keselamatan. Jadi, selamat itu harus dimulai dari diri sendiri,&quot; paparnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kecelakaan&amp;nbsp;kerja&amp;nbsp;tidak hanya dapat menyebabkan kematian, lanjut Muhaimin, kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat memengaruhi produktivitas. &quot;Kesejahteraan masyarakat bahkan dapat menurunkan Indeks Pembangunan Manusia dan pada akhirnya berpengaruh terhadap daya saing nasional,&quot; tegasnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pelaksanaan&amp;nbsp;K3&amp;nbsp;merupakan salah satu aspek perlindungan tenaga&amp;nbsp;kerja&amp;nbsp;yang sangat penting karena akan mempengaruhi ketenangan bekerja,&amp;nbsp;keselamatan, kesehatan, produktivitas dan kesejahteraan tenaga&amp;nbsp;kerja.&amp;ldquo;Tujuan dasar dari penerapan&amp;nbsp;K3&amp;nbsp;adalah mencegah atau mengurangi kecelakaankerja, penyakit akibat&amp;nbsp;kerja&amp;nbsp;dan terjadinya kejadian berbahaya lainnya. Dengan berbagai upaya kita berharap tahun 2015 bisa terwujud Indonesia Berbudaya&amp;nbsp;K3,&amp;rdquo; ucapnya.Oleh karena itu, sambung Muhaimin,&amp;nbsp; saya mengajak pimpinan&amp;nbsp;pemerintah&amp;nbsp;daerah, para pengusaha, pekerja dan masyarakat di seluruh Indonesia agar melakukan upaya konkrit pelaksanaan&amp;nbsp;K3, serta meningkatkan kesadaran, partisipasi dan tanggung jawab menciptakan prilaku&amp;nbsp;K3. &quot;Sehingga&amp;nbsp;K3 benar-benar menjadi Budaya bangsa Indonesia,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
