<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kandidat Tak Aktif Penyebab Angka Golput Jateng Capai 51%</title><description>Angka golongan putih atau pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya  saat Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2013 diperkirakan mencapai 50 persen  lebih.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/27/512/813349/kandidat-tak-aktif-penyebab-angka-golput-jateng-capai-51</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/27/512/813349/kandidat-tak-aktif-penyebab-angka-golput-jateng-capai-51"/><item><title>Kandidat Tak Aktif Penyebab Angka Golput Jateng Capai 51%</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/27/512/813349/kandidat-tak-aktif-penyebab-angka-golput-jateng-capai-51</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/27/512/813349/kandidat-tak-aktif-penyebab-angka-golput-jateng-capai-51</guid><pubDate>Senin 27 Mei 2013 16:11 WIB</pubDate><dc:creator>Timotius Aprianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/27/512/813349/b26jtLWsNJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pemilukada (Foto: Feri U/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/27/512/813349/b26jtLWsNJ.jpg</image><title>Ilustrasi pemilukada (Foto: Feri U/okezone)</title></images><description>SEMARANG- Angka golongan putih atau pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya saat Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2013 diperkirakan mencapai 50 persen lebih.Hal ini dikarenakan pengenalan masing-masing pasangan calon oleh partai politik dinilai masih kurang maksimal, Senin (27/5/2013).Pengamat Politik Universitas Diponegoro Semarang, Budi Setiyono, mengatakan, kurangnya kaderisasi dan pengenalan masing-masing pasangan calon (paslon) menjadi pemicu meningkatnya angka golput.Masing-masing paslon terlalu menyerahkan sosialisasi mereka kepada masing-masing partai pendukung.&amp;ldquo;Angka golput diperkirakan mencapai 50 persen, ini tandanya sosialisasi kampanye mereka masih kurang sehingga para pemilih tidak mengenal calon-calonnya,&amp;rdquo; ungkap Budi. Seharusnya tiap-tiap paslon bisa lebih memperkenalkan diri kepada para pemilih, sehingga bisa meminimalisir angka golput.&amp;ldquo;Pasangan calon seperti Bibit-Sudijono terlalu menyerahkan sosialisasi diri mereka kepada tim sukses dan partai pengusung, sehingga pengenalan para pemilih kepada keduanya dirasa sangat kurang. Hal yang sama juga terjadi pada pasangan HP-Don,&amp;rdquo;ujarnyaSebelumnya, survei Jaringan Survei Indonesia (JSI) mencatat angka pemilih Jateng yang golput mencapai 51,01 persen dari total data masuk sebesar 90,25 persen (361 TPS).Dari penghitungan cepat tersebut pasangan Ganjar-Heru memimpin perolehan suara sebesar 48,35 persen, Bibit-Sudijono mendapat 30,33 persen, dan HP-Don mendapat 21,23 persen.</description><content:encoded>SEMARANG- Angka golongan putih atau pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya saat Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2013 diperkirakan mencapai 50 persen lebih.Hal ini dikarenakan pengenalan masing-masing pasangan calon oleh partai politik dinilai masih kurang maksimal, Senin (27/5/2013).Pengamat Politik Universitas Diponegoro Semarang, Budi Setiyono, mengatakan, kurangnya kaderisasi dan pengenalan masing-masing pasangan calon (paslon) menjadi pemicu meningkatnya angka golput.Masing-masing paslon terlalu menyerahkan sosialisasi mereka kepada masing-masing partai pendukung.&amp;ldquo;Angka golput diperkirakan mencapai 50 persen, ini tandanya sosialisasi kampanye mereka masih kurang sehingga para pemilih tidak mengenal calon-calonnya,&amp;rdquo; ungkap Budi. Seharusnya tiap-tiap paslon bisa lebih memperkenalkan diri kepada para pemilih, sehingga bisa meminimalisir angka golput.&amp;ldquo;Pasangan calon seperti Bibit-Sudijono terlalu menyerahkan sosialisasi diri mereka kepada tim sukses dan partai pengusung, sehingga pengenalan para pemilih kepada keduanya dirasa sangat kurang. Hal yang sama juga terjadi pada pasangan HP-Don,&amp;rdquo;ujarnyaSebelumnya, survei Jaringan Survei Indonesia (JSI) mencatat angka pemilih Jateng yang golput mencapai 51,01 persen dari total data masuk sebesar 90,25 persen (361 TPS).Dari penghitungan cepat tersebut pasangan Ganjar-Heru memimpin perolehan suara sebesar 48,35 persen, Bibit-Sudijono mendapat 30,33 persen, dan HP-Don mendapat 21,23 persen.</content:encoded></item></channel></rss>
