<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ahli Geologi Yakin Semburan Lumpur Lapindo Bisa Berhenti</title><description>Para ahli geologi meyakini semburan lumpur Lapindo di Kabupaten  Sidoarjo, Jawa Timur, dapat berhenti. Kendati demikian, tidak diketahui  kapan waktunya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/27/519/813268/ahli-geologi-yakin-semburan-lumpur-lapindo-bisa-berhenti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/27/519/813268/ahli-geologi-yakin-semburan-lumpur-lapindo-bisa-berhenti"/><item><title>Ahli Geologi Yakin Semburan Lumpur Lapindo Bisa Berhenti</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/27/519/813268/ahli-geologi-yakin-semburan-lumpur-lapindo-bisa-berhenti</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/27/519/813268/ahli-geologi-yakin-semburan-lumpur-lapindo-bisa-berhenti</guid><pubDate>Senin 27 Mei 2013 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Rahmat Ilyasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/27/519/813268/mhXwGw77uT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/27/519/813268/mhXwGw77uT.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>SIDOARJO - Para ahli geologi meyakini semburan lumpur Lapindo di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dapat berhenti. Kendati demikian, tidak diketahui kapan waktunya.Hal itu terungkap dalam seminar peringatan tujuh tahun lumpur Lapindo yang diadakan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS). Turut serta ahli geologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan para korban lumpur.Dalam seminar itu, para ahli membahas awal mula terjadinya luapan lumpur. Bencana industri itu dinilai murni kesalahan manusia (human error) karena kedalaman pengeboran hingga 2.000 meter, namun casing yang diberikan hanya separuhnya, yakni 1.000 meter. Akibatnya, luapan lumpur berbelok 300 meter lebih dari titik pengeboran.&amp;ldquo;Jika mulai awal pengeboran berterus terang dan jujur, maka kemungkinan besar tidak akan terjadi bencana industri pengeboran tersebut,&amp;rdquo; ujar Ahli Geologi dan Ketua Pusat Studi Kebumian Bencana dan Perubahan Iklim ITS, Amin Widodo, Senin (27/5/2013).Sementara itu, korban lumpur mengaku sangat dirugikan baik moril maupun materil akibat kejadian tu. Apalagi, kerusakan lingkungan tidak terhindarkan. Di sana, para korban mengungkapkan kesedihan dan berharap pemerintah mendesak perusahaan agar melunasi ganti rugi yang hingga kini masih tersisa.</description><content:encoded>SIDOARJO - Para ahli geologi meyakini semburan lumpur Lapindo di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dapat berhenti. Kendati demikian, tidak diketahui kapan waktunya.Hal itu terungkap dalam seminar peringatan tujuh tahun lumpur Lapindo yang diadakan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS). Turut serta ahli geologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan para korban lumpur.Dalam seminar itu, para ahli membahas awal mula terjadinya luapan lumpur. Bencana industri itu dinilai murni kesalahan manusia (human error) karena kedalaman pengeboran hingga 2.000 meter, namun casing yang diberikan hanya separuhnya, yakni 1.000 meter. Akibatnya, luapan lumpur berbelok 300 meter lebih dari titik pengeboran.&amp;ldquo;Jika mulai awal pengeboran berterus terang dan jujur, maka kemungkinan besar tidak akan terjadi bencana industri pengeboran tersebut,&amp;rdquo; ujar Ahli Geologi dan Ketua Pusat Studi Kebumian Bencana dan Perubahan Iklim ITS, Amin Widodo, Senin (27/5/2013).Sementara itu, korban lumpur mengaku sangat dirugikan baik moril maupun materil akibat kejadian tu. Apalagi, kerusakan lingkungan tidak terhindarkan. Di sana, para korban mengungkapkan kesedihan dan berharap pemerintah mendesak perusahaan agar melunasi ganti rugi yang hingga kini masih tersisa.</content:encoded></item></channel></rss>
