<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Penyebab Ketua DPRD Solok Hilang di Bukit Barisan</title><description>Ketua DPRD Solo, Syafri Datuak Siri Marajo, dan 32 orang tersesat di  Bukit Barisan, Solok, Sumatera Utara. Apa penyebabnya rombongan yang  dipimpin Syafri ini&amp;nbsp; bisa terasesat?</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/28/340/814066/ini-penyebab-ketua-dprd-solok-hilang-di-bukit-barisan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/05/28/340/814066/ini-penyebab-ketua-dprd-solok-hilang-di-bukit-barisan"/><item><title>Ini Penyebab Ketua DPRD Solok Hilang di Bukit Barisan</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/05/28/340/814066/ini-penyebab-ketua-dprd-solok-hilang-di-bukit-barisan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/05/28/340/814066/ini-penyebab-ketua-dprd-solok-hilang-di-bukit-barisan</guid><pubDate>Selasa 28 Mei 2013 18:44 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/28/340/814066/wMDCWIEN17.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi orang hilang</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/28/340/814066/wMDCWIEN17.jpg</image><title>Ilustrasi orang hilang</title></images><description>PADANG- Ketua DPRD Solo, Syafri Datuak Siri Marajo, dan 32 orang tersesat di Bukit Barisan, Kabupaten Solok, Sumatera&amp;nbsp;Barat. Apa penyebabnya rombongan yang dipimpin Syafri ini&amp;nbsp; bisa terasesat?Bupati Solok Syamsul Rahim mengatakan, acara napak tilas itu bukan kegiatan kedinasan, namun bersama warga Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.&amp;ldquo;Rombongan napak tilas ini tidak ada pemandu yang menguasai alam tersebut, sehingga mereka tersesat,&amp;rdquo; ujar Syamsul di posko penjemputan korban di Balimbiang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (28/5/2013).Syafri pergi ini karena ajakan warga, sekaligus didaulat memimpin rombongan. Ini dilakukan karena ketua DPRD sendiri merupaka warga Nagari Koto Sani.&amp;ldquo;Kemudian rombongan ini juga tidak dilengkapi sarana komunikasi. Mereka hanya mengandalkan hape saja tanpa membawa peralatan lainnya, serta kurang mempertimbangkan kondisi alam,&amp;rdquo; tuturnya.Napak tilas berangkat dari Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, pada Sabtu 25 Mei. Rencananya, rombongan sampai di Balimbiang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang esok harinya.Namun di tengah perjalanan, mereka terpecah menjadi tiga rombongan karena diguyur hujan deras. Mereka terpencar setelah dalam perjalanan dihadang sungai yang berarus deras.Sebanyak 19 orang telah berhasil kembali ke posko penjemputan dalam kondisi lemas. Sementara 23 orang masih tertahan di hutan sekitar Bukit Sambuang bersama ketua DPRD tersebut. (kem)</description><content:encoded>PADANG- Ketua DPRD Solo, Syafri Datuak Siri Marajo, dan 32 orang tersesat di Bukit Barisan, Kabupaten Solok, Sumatera&amp;nbsp;Barat. Apa penyebabnya rombongan yang dipimpin Syafri ini&amp;nbsp; bisa terasesat?Bupati Solok Syamsul Rahim mengatakan, acara napak tilas itu bukan kegiatan kedinasan, namun bersama warga Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.&amp;ldquo;Rombongan napak tilas ini tidak ada pemandu yang menguasai alam tersebut, sehingga mereka tersesat,&amp;rdquo; ujar Syamsul di posko penjemputan korban di Balimbiang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (28/5/2013).Syafri pergi ini karena ajakan warga, sekaligus didaulat memimpin rombongan. Ini dilakukan karena ketua DPRD sendiri merupaka warga Nagari Koto Sani.&amp;ldquo;Kemudian rombongan ini juga tidak dilengkapi sarana komunikasi. Mereka hanya mengandalkan hape saja tanpa membawa peralatan lainnya, serta kurang mempertimbangkan kondisi alam,&amp;rdquo; tuturnya.Napak tilas berangkat dari Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, pada Sabtu 25 Mei. Rencananya, rombongan sampai di Balimbiang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang esok harinya.Namun di tengah perjalanan, mereka terpecah menjadi tiga rombongan karena diguyur hujan deras. Mereka terpencar setelah dalam perjalanan dihadang sungai yang berarus deras.Sebanyak 19 orang telah berhasil kembali ke posko penjemputan dalam kondisi lemas. Sementara 23 orang masih tertahan di hutan sekitar Bukit Sambuang bersama ketua DPRD tersebut. (kem)</content:encoded></item></channel></rss>
