<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Kepercayaan pada Pemimpin Sangat Rendah&quot;</title><description>Peringatan hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Juni kemarin, adalah momentum tepat jiwa Pancasila itu sendiri, yakni semangat gotong royong.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/02/337/816339/kepercayaan-pada-pemimpin-sangat-rendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/02/337/816339/kepercayaan-pada-pemimpin-sangat-rendah"/><item><title>&quot;Kepercayaan pada Pemimpin Sangat Rendah&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/02/337/816339/kepercayaan-pada-pemimpin-sangat-rendah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/02/337/816339/kepercayaan-pada-pemimpin-sangat-rendah</guid><pubDate>Minggu 02 Juni 2013 19:16 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/02/337/816339/ad2jgnjlQq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anies Baswedan (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/02/337/816339/ad2jgnjlQq.jpg</image><title>Anies Baswedan (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Peringatan hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Juni kemarin, adalah momentum tepat jiwa Pancasila itu sendiri, yakni semangat gotong royong.
&amp;nbsp;
&quot;Kata Bung Karno, ini yang harus kita ekspresikan lagi. Menurut saya hari ini begitu banyak orang yang mempraktikkan nilai-nilai Pancasila tetapi kita lebih sering menyebut orang yang tidak memperaktikkan, sehingga orang itu tidak terlihat Pancasilais,&quot; ujar Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dalam acara bertajuk 'Pancasila Jiwa Bangsa' di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (2/6/2013).
&amp;nbsp;
Karena penilaian yang hanya berpandang pada sisi negatif itu, kata dia, sehingga nilai-nilai Pancasila seolah pudar.
&amp;nbsp;
&quot;Padahal, muncul banyak gerakan-gerakan pemuda, Karena Pancasila dipegang simbolnya oleh negara, P4 , BP7, yang dulu diprogramkan sekarang menjadi kenyataan, sekarang ini harus dimunculkan lagi,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Agar dapat mengembalikan semangat itu, Anis menegaskan, harus terlebih dulu mengembangkan rasa kepercayaan diri yang juga diimbangi dengan kepercayaan terhadap pemimpinnya.
&amp;nbsp;
&quot;Kepercayaan terhadap pemimpin saat ini sangat-sangat rendah. Bung karno dan Hatta, tidak hanya dipandang kaum kolonial sebagai tokoh pergerakan, tetapi sebagai sumber suara rakyatnya. Makanya, kolonial tidak menghilangkan nyawanya, tetapi menjauhkan dari rakyat,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Peringatan hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Juni kemarin, adalah momentum tepat jiwa Pancasila itu sendiri, yakni semangat gotong royong.
&amp;nbsp;
&quot;Kata Bung Karno, ini yang harus kita ekspresikan lagi. Menurut saya hari ini begitu banyak orang yang mempraktikkan nilai-nilai Pancasila tetapi kita lebih sering menyebut orang yang tidak memperaktikkan, sehingga orang itu tidak terlihat Pancasilais,&quot; ujar Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dalam acara bertajuk 'Pancasila Jiwa Bangsa' di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (2/6/2013).
&amp;nbsp;
Karena penilaian yang hanya berpandang pada sisi negatif itu, kata dia, sehingga nilai-nilai Pancasila seolah pudar.
&amp;nbsp;
&quot;Padahal, muncul banyak gerakan-gerakan pemuda, Karena Pancasila dipegang simbolnya oleh negara, P4 , BP7, yang dulu diprogramkan sekarang menjadi kenyataan, sekarang ini harus dimunculkan lagi,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Agar dapat mengembalikan semangat itu, Anis menegaskan, harus terlebih dulu mengembangkan rasa kepercayaan diri yang juga diimbangi dengan kepercayaan terhadap pemimpinnya.
&amp;nbsp;
&quot;Kepercayaan terhadap pemimpin saat ini sangat-sangat rendah. Bung karno dan Hatta, tidak hanya dipandang kaum kolonial sebagai tokoh pergerakan, tetapi sebagai sumber suara rakyatnya. Makanya, kolonial tidak menghilangkan nyawanya, tetapi menjauhkan dari rakyat,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
