<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemkot Semarang Didesak Bangun Sabuk Pantai Atasi Rob</title><description>Warga pesisir di Kota Semarang, Jateng, sudah bosan dengan banjir dan rob. Mereka pun mendesak pemkot segera membangun sabuk untuk menahan air laut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/02/512/816260/pemkot-semarang-didesak-bangun-sabuk-pantai-atasi-rob</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/02/512/816260/pemkot-semarang-didesak-bangun-sabuk-pantai-atasi-rob"/><item><title>Pemkot Semarang Didesak Bangun Sabuk Pantai Atasi Rob</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/02/512/816260/pemkot-semarang-didesak-bangun-sabuk-pantai-atasi-rob</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/02/512/816260/pemkot-semarang-didesak-bangun-sabuk-pantai-atasi-rob</guid><pubDate>Minggu 02 Juni 2013 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Timotius Aprianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/02/512/816260/6wZxIZbe53.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir rob di Semarang (Foto: Nugroho/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/02/512/816260/6wZxIZbe53.jpg</image><title>Banjir rob di Semarang (Foto: Nugroho/Okezone)</title></images><description>SEMARANG - Warga di Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, mendesak Pemerintah Kota Semarang segera membangun sabuk pantai untuk menanggulangi banjir dan luapan air laut (rob) di wilayah tersebut.Lurah Tanjung Mas, Mardiono, mengatakan, pada lima hari terakhir, banjir dan rob bisa mencapai satu meter. Aktivitas warga pun terganggu serta menyebabkan kerusakan alat-alat rumah tangga.&amp;ldquo;Hari Jumat kemarin paling parah, rob sampai satu meter akibat gelombang tinggi air pantai. Akibatnya, banyak rumah warga terendam dan alat-alat rumah tangga pada rusak,&amp;rdquo; ungkapnya, Minggu (2/6/2013).Kawasan paling parah yang terendam, sebut Mardiono, adalah Tambakmulyo dan Tambakrejo. Banjir di kawasan tersebut saat ini masih setinggi antara 30 dan 40 sentimeter.&quot;Paling parah di kawasan Tambakmulyo dan Tambakrejo karena memang paling dekat dengan pantai. Tapi, tidak ada korban jiwa sampai saat ini,&amp;rdquo; ungkapnya.Dua kawasan itu didiami sekira 7.000 kepala keluarga di mana 45 persen di antaranya tergolong miskin.Hal ini menyebabkan warga di sana rentan terserang penyakit infeksi saluran pernapasan.&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Karena sering banjir dan rob, warga di sini rentan dengan penyakit ISPA, diare dan, gatal-gatal,&amp;rdquo; bebernya.</description><content:encoded>SEMARANG - Warga di Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, mendesak Pemerintah Kota Semarang segera membangun sabuk pantai untuk menanggulangi banjir dan luapan air laut (rob) di wilayah tersebut.Lurah Tanjung Mas, Mardiono, mengatakan, pada lima hari terakhir, banjir dan rob bisa mencapai satu meter. Aktivitas warga pun terganggu serta menyebabkan kerusakan alat-alat rumah tangga.&amp;ldquo;Hari Jumat kemarin paling parah, rob sampai satu meter akibat gelombang tinggi air pantai. Akibatnya, banyak rumah warga terendam dan alat-alat rumah tangga pada rusak,&amp;rdquo; ungkapnya, Minggu (2/6/2013).Kawasan paling parah yang terendam, sebut Mardiono, adalah Tambakmulyo dan Tambakrejo. Banjir di kawasan tersebut saat ini masih setinggi antara 30 dan 40 sentimeter.&quot;Paling parah di kawasan Tambakmulyo dan Tambakrejo karena memang paling dekat dengan pantai. Tapi, tidak ada korban jiwa sampai saat ini,&amp;rdquo; ungkapnya.Dua kawasan itu didiami sekira 7.000 kepala keluarga di mana 45 persen di antaranya tergolong miskin.Hal ini menyebabkan warga di sana rentan terserang penyakit infeksi saluran pernapasan.&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Karena sering banjir dan rob, warga di sini rentan dengan penyakit ISPA, diare dan, gatal-gatal,&amp;rdquo; bebernya.</content:encoded></item></channel></rss>
