<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ibu-Anak di Bangladesh Berbagi Suami</title><description>Tradisi unik dimiliki komunitas Mandi di Bangladesh. Seorang pria bisa menikahi seorang ibu sekaligus anak perempuannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/03/413/816487/ibu-anak-di-bangladesh-berbagi-suami</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/03/413/816487/ibu-anak-di-bangladesh-berbagi-suami"/><item><title>Ibu-Anak di Bangladesh Berbagi Suami</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/03/413/816487/ibu-anak-di-bangladesh-berbagi-suami</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/03/413/816487/ibu-anak-di-bangladesh-berbagi-suami</guid><pubDate>Senin 03 Juni 2013 10:33 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Dwi Anggoro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/03/413/816487/FXEVaVilqa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Orola (kanan) bersama Noten (tengah), Mittamoni (kiri) dan anak mereka (Foto: Guardian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/03/413/816487/FXEVaVilqa.jpg</image><title>Orola (kanan) bersama Noten (tengah), Mittamoni (kiri) dan anak mereka (Foto: Guardian)</title></images><description>DHAKA &amp;ndash; Tradisi unik dimiliki komunitas Mandi di Bangladesh. Seorang pria bisa menikahi seorang ibu sekaligus anak perempuannya.
&amp;nbsp;
Suku Mandi memiliki sistem kekerabatan matrilineal dimana perempuan menjadi pemimpin keluarga. Namun, perempuan Mandi masih membutuhkan peran pria untuk membantu mengurus ladang.
&amp;nbsp;
Tradisi itu dilakukan untuk memelihara aliansi antarklan. Namun praktik itu kini dikecam, karena sang anak perempuan biasanya dinikahkan dalam usia yang terlalu muda.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya sangat muda saat dinikahkan. Saya bahkan tidak ingat bagaimana pernikahan saya,&amp;rdquo; ujar seorang perempuan Mandi, Orola Dalbot, seperti dikutip Guardian, Senin (3/6/2013).
&amp;nbsp;
Orola bersama ibunya, Mittamoni, berbagi suami bernama Noten. Orola dinikahkan dengan Noten saat dirinya masih berumur tiga tahun.
&amp;nbsp;
Gadis muda itu merasa tidak bahagia dengan pernikahannya. Dia ingin memiliki suami untuk dirinya sendiri. Hubungan dengan ibunya juga buruk karena saling berebut perhatian Noten.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Ibu saya pernah membuat saya sakit perut agar bisa bersama Noten. Saya tidak melihatnya lagi sebagai seorang ibu. Saya tidak bisa meminta nasihat darinya soal keluarga,&amp;rdquo; terang Orola.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>DHAKA &amp;ndash; Tradisi unik dimiliki komunitas Mandi di Bangladesh. Seorang pria bisa menikahi seorang ibu sekaligus anak perempuannya.
&amp;nbsp;
Suku Mandi memiliki sistem kekerabatan matrilineal dimana perempuan menjadi pemimpin keluarga. Namun, perempuan Mandi masih membutuhkan peran pria untuk membantu mengurus ladang.
&amp;nbsp;
Tradisi itu dilakukan untuk memelihara aliansi antarklan. Namun praktik itu kini dikecam, karena sang anak perempuan biasanya dinikahkan dalam usia yang terlalu muda.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya sangat muda saat dinikahkan. Saya bahkan tidak ingat bagaimana pernikahan saya,&amp;rdquo; ujar seorang perempuan Mandi, Orola Dalbot, seperti dikutip Guardian, Senin (3/6/2013).
&amp;nbsp;
Orola bersama ibunya, Mittamoni, berbagi suami bernama Noten. Orola dinikahkan dengan Noten saat dirinya masih berumur tiga tahun.
&amp;nbsp;
Gadis muda itu merasa tidak bahagia dengan pernikahannya. Dia ingin memiliki suami untuk dirinya sendiri. Hubungan dengan ibunya juga buruk karena saling berebut perhatian Noten.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Ibu saya pernah membuat saya sakit perut agar bisa bersama Noten. Saya tidak melihatnya lagi sebagai seorang ibu. Saya tidak bisa meminta nasihat darinya soal keluarga,&amp;rdquo; terang Orola.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
