<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Kondisi Indonesia Seperti Masuknya VOC di Masa Lalu&quot;</title><description>Mantan pengurus dan aktivis Partai Demokrasi Indonesia(PDI) periode  1986-1997 mengkritisi roda pemerintahan di era reformasi. Para aktivis  itu menilai pemerintahan telah menyimpangdari cita-cita Proklamasi 17  Agustus dan Pancasila 1 Juni 1945.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/06/339/818376/kondisi-indonesia-seperti-masuknya-voc-di-masa-lalu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/06/339/818376/kondisi-indonesia-seperti-masuknya-voc-di-masa-lalu"/><item><title>&quot;Kondisi Indonesia Seperti Masuknya VOC di Masa Lalu&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/06/339/818376/kondisi-indonesia-seperti-masuknya-voc-di-masa-lalu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/06/339/818376/kondisi-indonesia-seperti-masuknya-voc-di-masa-lalu</guid><pubDate>Kamis 06 Juni 2013 18:40 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/06/339/818376/4i5mVxIYwp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/06/339/818376/4i5mVxIYwp.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA- Mantan pengurus dan aktivis Partai Demokrasi Indonesia(PDI) periode 1986-1997 mengkritisi roda pemerintahan di era reformasi. Para aktivis itu menilai pemerintahan telah menyimpangdari cita-cita Proklamasi 17 Agustus dan Pancasila 1 Juni 1945.&amp;ldquo;Kami berkumpul karena keprihatinan mencermati perkembangan bangsa ini, Pancasila sudah tercabik-cabik,&amp;rdquo; kata mantan Wakil Sekjen DPP PDI H Dimmy Haryanto, saat acara temu kangen Aktivis PDI di Jakarta, Kamis (6/6/2013).Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh PDI, seperti Fatimah Achmad, Panangian Siregar, Markus Wauran, Haryanto Taslam, Edwin Henawan Soekawati, Clara Sitompul, Untung Sutomo, Sjafei Ali Gumay, Alex Asmasoebrata, Audi IZ&amp;nbsp; Tambunan, Narwan Hadi, Ratna Purnami, Parlin Sitorus, dan Patmono Sk.Kata Dimmy, acara temu kangen para mantan pengurus dan aktivis PDI ini akan dilembagakan dan secara rutin akan digelar setiap tahun. Pada kesempatan yang sama , Edwin Henawan Soekawati juga memaparkan perjalanan bangsa Indonesia sejak lahirnya Pancasila 1 Juni 1945 sampai ke era reformasi, 1998. Lahirnya rezim orde baru&amp;nbsp; tahun 1966, kata dia, adalah koreksi&amp;nbsp;&amp;nbsp; total&amp;nbsp; pelaksanaan pemerintahan orde lama yang dipimpin Presiden Soekarno.&amp;ldquo;Faktanya bagaimana, keadaan bukan semakin membaik, tetapi justru terjadi peyimpangan-penyimpangan,&amp;rdquo; jelas Edwin.Kata dia, lahirnya reformasi tahun 1998 pun merupakan koreksi pelaksanaan pembangunan yang dijalankan penguasa Orde Baru. Kenyataannya juga tidaa jauh berbeda. Bahkan lebih parah, karena di masa ini UUD 1945 diamandemen sampai 4 kali. &quot;Keadaan yang dialami bangsa sekarang ini tidak ubahnya seperti VOC masuk ke Indonesia di masa lalu,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Mantan pengurus dan aktivis Partai Demokrasi Indonesia(PDI) periode 1986-1997 mengkritisi roda pemerintahan di era reformasi. Para aktivis itu menilai pemerintahan telah menyimpangdari cita-cita Proklamasi 17 Agustus dan Pancasila 1 Juni 1945.&amp;ldquo;Kami berkumpul karena keprihatinan mencermati perkembangan bangsa ini, Pancasila sudah tercabik-cabik,&amp;rdquo; kata mantan Wakil Sekjen DPP PDI H Dimmy Haryanto, saat acara temu kangen Aktivis PDI di Jakarta, Kamis (6/6/2013).Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh PDI, seperti Fatimah Achmad, Panangian Siregar, Markus Wauran, Haryanto Taslam, Edwin Henawan Soekawati, Clara Sitompul, Untung Sutomo, Sjafei Ali Gumay, Alex Asmasoebrata, Audi IZ&amp;nbsp; Tambunan, Narwan Hadi, Ratna Purnami, Parlin Sitorus, dan Patmono Sk.Kata Dimmy, acara temu kangen para mantan pengurus dan aktivis PDI ini akan dilembagakan dan secara rutin akan digelar setiap tahun. Pada kesempatan yang sama , Edwin Henawan Soekawati juga memaparkan perjalanan bangsa Indonesia sejak lahirnya Pancasila 1 Juni 1945 sampai ke era reformasi, 1998. Lahirnya rezim orde baru&amp;nbsp; tahun 1966, kata dia, adalah koreksi&amp;nbsp;&amp;nbsp; total&amp;nbsp; pelaksanaan pemerintahan orde lama yang dipimpin Presiden Soekarno.&amp;ldquo;Faktanya bagaimana, keadaan bukan semakin membaik, tetapi justru terjadi peyimpangan-penyimpangan,&amp;rdquo; jelas Edwin.Kata dia, lahirnya reformasi tahun 1998 pun merupakan koreksi pelaksanaan pembangunan yang dijalankan penguasa Orde Baru. Kenyataannya juga tidaa jauh berbeda. Bahkan lebih parah, karena di masa ini UUD 1945 diamandemen sampai 4 kali. &quot;Keadaan yang dialami bangsa sekarang ini tidak ubahnya seperti VOC masuk ke Indonesia di masa lalu,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
