<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Yenny: Film &quot;Sang Kiai&quot; Tak Mungkin Dipolitisir</title><description>Ketua Umum PKBIB Yenny  Wahid menilai film &quot;Sang Kiai&quot;, tidak memiliki kemungkinan dipolitisasi.  Alasannya, film tersebut sudah dibuat sejak lama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/07/339/818401/yenny-film-sang-kiai-tak-mungkin-dipolitisir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/07/339/818401/yenny-film-sang-kiai-tak-mungkin-dipolitisir"/><item><title>Yenny: Film &quot;Sang Kiai&quot; Tak Mungkin Dipolitisir</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/07/339/818401/yenny-film-sang-kiai-tak-mungkin-dipolitisir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/07/339/818401/yenny-film-sang-kiai-tak-mungkin-dipolitisir</guid><pubDate>Jum'at 07 Juni 2013 00:08 WIB</pubDate><dc:creator>Aisyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/06/339/818401/FYyL9TecfU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi dok. okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/06/339/818401/FYyL9TecfU.jpg</image><title>ilustrasi dok. okezone</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) Yenny Wahid menilai film &quot;Sang Kiai&quot;, tidak memiliki kemungkinan dipolitisasi. Alasannya, film tersebut sudah dibuat sejak lama.
&amp;nbsp;
&quot;Enggak seperti itu. Saya tahu sekali pembuatan film ini sudah lama. Kalau partai itu menunggangi sangat disayangkan,&quot; kata Yenny saat menghadiri acara nonton bareng (nobar) film &quot;Sang Kiai&quot; di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/6/2013).
&amp;nbsp;
Yenny juga menilai, pesan dari film yang mengisahkan kakek buyutnya, Hasyim Asy'ari tersebut mengajarkan tentang patriotisme merupakan salah satu bagian dari spiritual manusia. &quot;Itu salah satu perwujudan kita menjalankan perintah Tuhan. Semua warga negara wajib membela tanah air kita agar jadi bangsa yang besar,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Dalam acara nobar yang diadakan oleh GP Anshor ini juga dihadiri Gubernur Bank Indonesia Agus Martawardoyo, dan Anggota Komisi 11 DPR, Nusron serta Maruarar Sirait.
&amp;nbsp;
&quot;Film ini juga bisa meluruskan pengertian jihad. Jihad itu sekarang dimaknai dengan membunuh orang. Padahal kita sudah merdeka. Jihad adalah untuk memperkokoh dan mempertahankan negara,&quot; kata Nusron.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Maruarar Sirait menilai, film ini menggambarkan ciri-ciri orang baik yang sekarang banyak berdiam dan menahan diri. &quot;Menahan diri kadang baik tapi kadang tidak baik. Saya melihat islam juga sebagai islam yang damai yang mencintai kemerdekaan. Jihad yang paling berat adalah bagaimana mengalahkan diri sendiri,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) Yenny Wahid menilai film &quot;Sang Kiai&quot;, tidak memiliki kemungkinan dipolitisasi. Alasannya, film tersebut sudah dibuat sejak lama.
&amp;nbsp;
&quot;Enggak seperti itu. Saya tahu sekali pembuatan film ini sudah lama. Kalau partai itu menunggangi sangat disayangkan,&quot; kata Yenny saat menghadiri acara nonton bareng (nobar) film &quot;Sang Kiai&quot; di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/6/2013).
&amp;nbsp;
Yenny juga menilai, pesan dari film yang mengisahkan kakek buyutnya, Hasyim Asy'ari tersebut mengajarkan tentang patriotisme merupakan salah satu bagian dari spiritual manusia. &quot;Itu salah satu perwujudan kita menjalankan perintah Tuhan. Semua warga negara wajib membela tanah air kita agar jadi bangsa yang besar,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Dalam acara nobar yang diadakan oleh GP Anshor ini juga dihadiri Gubernur Bank Indonesia Agus Martawardoyo, dan Anggota Komisi 11 DPR, Nusron serta Maruarar Sirait.
&amp;nbsp;
&quot;Film ini juga bisa meluruskan pengertian jihad. Jihad itu sekarang dimaknai dengan membunuh orang. Padahal kita sudah merdeka. Jihad adalah untuk memperkokoh dan mempertahankan negara,&quot; kata Nusron.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Maruarar Sirait menilai, film ini menggambarkan ciri-ciri orang baik yang sekarang banyak berdiam dan menahan diri. &quot;Menahan diri kadang baik tapi kadang tidak baik. Saya melihat islam juga sebagai islam yang damai yang mencintai kemerdekaan. Jihad yang paling berat adalah bagaimana mengalahkan diri sendiri,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
