<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sibuk Urus Daging PKS Lupa Aturan Koalisi</title><description>Ruhut mengatakan bahwa PKS telah lupa dengan kontrak koalisi lantaran sibuk mengurusi impor daging.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/08/339/818975/sibuk-urus-daging-pks-lupa-aturan-koalisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/08/339/818975/sibuk-urus-daging-pks-lupa-aturan-koalisi"/><item><title>Sibuk Urus Daging PKS Lupa Aturan Koalisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/08/339/818975/sibuk-urus-daging-pks-lupa-aturan-koalisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/08/339/818975/sibuk-urus-daging-pks-lupa-aturan-koalisi</guid><pubDate>Sabtu 08 Juni 2013 06:21 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/08/339/818975/pksTdNgNhY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ruhut Sitompul (Foto:Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/08/339/818975/pksTdNgNhY.jpg</image><title>Ruhut Sitompul (Foto:Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Politikus Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul, menyindir Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang bersikap bersebrangan, dengan partai koalisi pendukung pemerintah, soal rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).&amp;nbsp;Ruhut mengatakan bahwa partai dakwah tersebut telah lupa dengan kontrak koalisi lantaran sibuk mengurusi kasus impor daging.&quot;Ada aturan dalam koalisi, mungkin kebanyakan daging impor dan wanita, jadi lupa,&quot; kata Ruhut saat berbincang dengan Okezone, Jumat (8/6/2013). Lebih lanjut Ruhut mengaku tak kaget dengan sikap PKS yang menolak rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), lantaran PKS bukan kali ini bersikap berbeda dengan Sekretariat gabungan (Setgab).&quot;Kalau saya, sejak pansus century dulu PKS sudah saya tidak anggap sebagai koalisi pemerintah. saya geli dengan kelakuan PKS. Kita tunggu saja bagaimana kawan-kawan di setgab berembuk,&quot; tegasnya.PKS seharusnya malu menyamakan PD dengan rezim penguasa pada zaman Orde Baru (Orba) yang selalu memaksakan kehendak kepada semua pihak. &amp;nbsp;&quot;PKS seharusnya malu mengatakan begitu, SBY itu bapak demokrasi,&quot; tukasnyaSebelumnya anggota Majelis Syuro PKS, Refrizal mengatakan sikap PD tak berbeda dengan rezim penguasa pada zaman Orde Baru (Orba) yang selalu memaksakan kehendak kepada semua pihak.&amp;nbsp;Seharusnya, kata dia, partai berlambang bintang mercy tersebut bisa menerima atau menghormati perbedaan pendapat diantara anggota Setgab Koalisi.&amp;nbsp;&quot;Sekarang zaman demokrasi bukan zaman Orba atau zaman otoriter. Arti alam demokrasi berbeda harus disikapi dengan elegan dan dialog bukan dengan marah,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Politikus Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul, menyindir Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang bersikap bersebrangan, dengan partai koalisi pendukung pemerintah, soal rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).&amp;nbsp;Ruhut mengatakan bahwa partai dakwah tersebut telah lupa dengan kontrak koalisi lantaran sibuk mengurusi kasus impor daging.&quot;Ada aturan dalam koalisi, mungkin kebanyakan daging impor dan wanita, jadi lupa,&quot; kata Ruhut saat berbincang dengan Okezone, Jumat (8/6/2013). Lebih lanjut Ruhut mengaku tak kaget dengan sikap PKS yang menolak rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), lantaran PKS bukan kali ini bersikap berbeda dengan Sekretariat gabungan (Setgab).&quot;Kalau saya, sejak pansus century dulu PKS sudah saya tidak anggap sebagai koalisi pemerintah. saya geli dengan kelakuan PKS. Kita tunggu saja bagaimana kawan-kawan di setgab berembuk,&quot; tegasnya.PKS seharusnya malu menyamakan PD dengan rezim penguasa pada zaman Orde Baru (Orba) yang selalu memaksakan kehendak kepada semua pihak. &amp;nbsp;&quot;PKS seharusnya malu mengatakan begitu, SBY itu bapak demokrasi,&quot; tukasnyaSebelumnya anggota Majelis Syuro PKS, Refrizal mengatakan sikap PD tak berbeda dengan rezim penguasa pada zaman Orde Baru (Orba) yang selalu memaksakan kehendak kepada semua pihak.&amp;nbsp;Seharusnya, kata dia, partai berlambang bintang mercy tersebut bisa menerima atau menghormati perbedaan pendapat diantara anggota Setgab Koalisi.&amp;nbsp;&quot;Sekarang zaman demokrasi bukan zaman Orba atau zaman otoriter. Arti alam demokrasi berbeda harus disikapi dengan elegan dan dialog bukan dengan marah,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
