<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! Demo TKI di Riyadh Merembet ke Malaysia &amp; Hongkong</title><description>Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanudin, mengatakan, persoalan yang  terjadi di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah  merupakan kejadian klasik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/10/337/819598/waspada-demo-tki-di-riyadh-merembet-ke-malaysia-hongkong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/10/337/819598/waspada-demo-tki-di-riyadh-merembet-ke-malaysia-hongkong"/><item><title>Waspada! Demo TKI di Riyadh Merembet ke Malaysia &amp; Hongkong</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/10/337/819598/waspada-demo-tki-di-riyadh-merembet-ke-malaysia-hongkong</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/10/337/819598/waspada-demo-tki-di-riyadh-merembet-ke-malaysia-hongkong</guid><pubDate>Senin 10 Juni 2013 13:26 WIB</pubDate><dc:creator>Bagus Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/10/337/819598/vwxhH7lYNj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/10/337/819598/vwxhH7lYNj.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanudin, mengatakan, persoalan yang terjadi di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah merupakan kejadian klasik.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, perusakan dan pembakaran oleh para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berdemo bukan sekali ini terjadi.
&amp;nbsp;
&quot;Alasannya klasik, karena KJRI itu tidak urusi masalah perpanjangan, bantuan hukum, problem-problem hukum yang tidak terselesaikan bertahun-tahun,&quot; kata Hasanudin di Gedung DPR, Jakarta, Senin (10/6/2013).
Dia mengkhawatirkan peristiwa serupa juga terjadi negara lain seperti Malaysia dan Hongkong. &quot;Ini sebetulnya persoalan lama yang harus diwaspadai di KJRI lainnya, seperti Malaysia dan Hongkong,&quot; jelasnya.&amp;nbsp;
Politikus PDI Perjuangan itu selalu berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. Dia juga mengungkapkan siap mengerahkan orang-orang untuk memberikan layanan khusus kepada para TKI yang ada di sana. Sebab, problemnya, kata dia, adalah permasalahan penempatan dan kontrak TKI itu sendiri.
&amp;nbsp;
&quot;Problemnya itu di hulu, penempatan dan kontrak TKI. Ini terbawa ke hilirnya di negeri asing itu. Itu harus diselesaikan KJRI dan KBRI,&quot; kata Hasanudin.
&amp;nbsp;
Seperti diketahui, para TKI ini berdemo di Kantor KJRI di Jeddah pada Minggu 9 Juni 2013 waktu setempat. Mereka melakukan aksi bakar-bakaran dan berseteru dengan aparat keamanan setempat. Ratusan TKI ini berupaya memperbaiki status imigrasi mereka dari Kerajaan Arab Saudi.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanudin, mengatakan, persoalan yang terjadi di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah merupakan kejadian klasik.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, perusakan dan pembakaran oleh para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berdemo bukan sekali ini terjadi.
&amp;nbsp;
&quot;Alasannya klasik, karena KJRI itu tidak urusi masalah perpanjangan, bantuan hukum, problem-problem hukum yang tidak terselesaikan bertahun-tahun,&quot; kata Hasanudin di Gedung DPR, Jakarta, Senin (10/6/2013).
Dia mengkhawatirkan peristiwa serupa juga terjadi negara lain seperti Malaysia dan Hongkong. &quot;Ini sebetulnya persoalan lama yang harus diwaspadai di KJRI lainnya, seperti Malaysia dan Hongkong,&quot; jelasnya.&amp;nbsp;
Politikus PDI Perjuangan itu selalu berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. Dia juga mengungkapkan siap mengerahkan orang-orang untuk memberikan layanan khusus kepada para TKI yang ada di sana. Sebab, problemnya, kata dia, adalah permasalahan penempatan dan kontrak TKI itu sendiri.
&amp;nbsp;
&quot;Problemnya itu di hulu, penempatan dan kontrak TKI. Ini terbawa ke hilirnya di negeri asing itu. Itu harus diselesaikan KJRI dan KBRI,&quot; kata Hasanudin.
&amp;nbsp;
Seperti diketahui, para TKI ini berdemo di Kantor KJRI di Jeddah pada Minggu 9 Juni 2013 waktu setempat. Mereka melakukan aksi bakar-bakaran dan berseteru dengan aparat keamanan setempat. Ratusan TKI ini berupaya memperbaiki status imigrasi mereka dari Kerajaan Arab Saudi.</content:encoded></item></channel></rss>
