<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Digelayuti Tumor, Irman Butuh Bantuan</title><description>Irman Ludyono (19), warga perumahan Griya Yasa, Blok J 3 no.14, Desa  Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, KabupatenTangerang terkulai lemas tak  berdaya setelah digelayuti tumor ganas dibagian lengan kanannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/11/501/820544/digelayuti-tumor-irman-butuh-bantuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/11/501/820544/digelayuti-tumor-irman-butuh-bantuan"/><item><title>Digelayuti Tumor, Irman Butuh Bantuan</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/11/501/820544/digelayuti-tumor-irman-butuh-bantuan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/11/501/820544/digelayuti-tumor-irman-butuh-bantuan</guid><pubDate>Selasa 11 Juni 2013 21:49 WIB</pubDate><dc:creator>Amba Dini Sekarningrum</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/11/501/820544/ohpuX4K0im.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Irman Ludyono (19), (Foto: Amba/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/11/501/820544/ohpuX4K0im.jpg</image><title>Irman Ludyono (19), (Foto: Amba/Okezone)</title></images><description>TANGERANG - Irman Ludyono (19), warga perumahan Griya Yasa, Blok J 3 no.14, Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, KabupatenTangerang terkulai lemas tak berdaya setelah digelayuti tumor ganas dibagian lengan kanannya. Ayah Irman yang hanya bekerja sebagai buruh pabrik tidak mampu mengobati penyakit anaknya.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Menurut informasi, Irman sudah hampir dua bulan belakangan mulai mengeluhkan rasa sakit dilengannya dan diiringi benjolan yang makin membesar layaknya buah kelapa.
&amp;nbsp;
Kartiningsih (40), ibunda Irman, mengatakan bahwa sebelumnya ia beberapa kali membawa anak perjakanya ini berobat ketukang urut. Tapi benjolan dilengan kanan anaknya makin membesar hingga akhirnya ia membawanya kerumah sakit.
&amp;nbsp;
&quot;Dulu pertama diurut, tapi tidak sembuh, lalu saya bawa kerumah sakit dan dirujuk ke rumah sakit lain untuk melakukan MRI scan, dan kata dokter ini tumor,&quot; ucapnya lemas, Selasa (11/6/2013).
&amp;nbsp;
Untuk mengobati tumor anaknya, Kartini mengaku sudah mengecek biaya ke RSCM, lagi-lagi ia dan keluarga harus menelan kekecewaan begitu mengetahui biaya yang sangat mahal untuk kemoterapy.
&amp;nbsp;
&quot;Biayanya sampai 16 juta, dari mana saya sekeluarga dapat uang sebanyak itu, suami saya hanya buruh pabrik untuk menyambung hidup sehari-hari saja sudah sulit,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Saat ini anak jejakanya hanya bisa terbaring dikasur, bahkan untuk sekedar berdiri ataupun duduk, Irman sudah sangat kesulitan, pasalnya besarnya benjolan tumor mulai mengeluarkan darah ini sudah sangat besar.</description><content:encoded>TANGERANG - Irman Ludyono (19), warga perumahan Griya Yasa, Blok J 3 no.14, Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, KabupatenTangerang terkulai lemas tak berdaya setelah digelayuti tumor ganas dibagian lengan kanannya. Ayah Irman yang hanya bekerja sebagai buruh pabrik tidak mampu mengobati penyakit anaknya.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Menurut informasi, Irman sudah hampir dua bulan belakangan mulai mengeluhkan rasa sakit dilengannya dan diiringi benjolan yang makin membesar layaknya buah kelapa.
&amp;nbsp;
Kartiningsih (40), ibunda Irman, mengatakan bahwa sebelumnya ia beberapa kali membawa anak perjakanya ini berobat ketukang urut. Tapi benjolan dilengan kanan anaknya makin membesar hingga akhirnya ia membawanya kerumah sakit.
&amp;nbsp;
&quot;Dulu pertama diurut, tapi tidak sembuh, lalu saya bawa kerumah sakit dan dirujuk ke rumah sakit lain untuk melakukan MRI scan, dan kata dokter ini tumor,&quot; ucapnya lemas, Selasa (11/6/2013).
&amp;nbsp;
Untuk mengobati tumor anaknya, Kartini mengaku sudah mengecek biaya ke RSCM, lagi-lagi ia dan keluarga harus menelan kekecewaan begitu mengetahui biaya yang sangat mahal untuk kemoterapy.
&amp;nbsp;
&quot;Biayanya sampai 16 juta, dari mana saya sekeluarga dapat uang sebanyak itu, suami saya hanya buruh pabrik untuk menyambung hidup sehari-hari saja sudah sulit,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Saat ini anak jejakanya hanya bisa terbaring dikasur, bahkan untuk sekedar berdiri ataupun duduk, Irman sudah sangat kesulitan, pasalnya besarnya benjolan tumor mulai mengeluarkan darah ini sudah sangat besar.</content:encoded></item></channel></rss>
