<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Alasan Pemerintah Harus Hentikan Kirim TKI ke Arab Saudi</title><description>Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Said Aqil Siroj  mengatakan memang sudah saatnya&amp;nbsp; pemerintah untuk menghentikan  pengiriman TKW ke negara tersebut. Pasalnya, banyak TKW yang bekerja di  Arab Saudi mengalami penganiayaan dan penyiksaan. </description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/12/337/821063/ini-alasan-pemerintah-harus-hentikan-kirim-tki-ke-arab-saudi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/12/337/821063/ini-alasan-pemerintah-harus-hentikan-kirim-tki-ke-arab-saudi"/><item><title>Ini Alasan Pemerintah Harus Hentikan Kirim TKI ke Arab Saudi</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/12/337/821063/ini-alasan-pemerintah-harus-hentikan-kirim-tki-ke-arab-saudi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/12/337/821063/ini-alasan-pemerintah-harus-hentikan-kirim-tki-ke-arab-saudi</guid><pubDate>Rabu 12 Juni 2013 18:52 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/12/337/821063/3Tl4APVFjN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/12/337/821063/3Tl4APVFjN.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA- Pemerintah didesak segera menghentikan pengiriman&amp;nbsp; Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Arab Saudi. Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Said Aqil Siroj mengatakan memang sudah saatnya&amp;nbsp; pemerintah untuk menghentikan pengiriman TKW ke negara tersebut. Pasalnya, banyak TKW yang bekerja di Arab Saudi mengalami penganiayaan dan penyiksaan. &quot;Masih banyak negara yang memperlakukan TKI atau TKW dengan baik, dengan sangat berat saya katakan, kalau Taiwan dan Hongkong jauh lebih baik memperlakukan TKI. Itu saya tahu sendiri dan saya lihat sendiri dan bukan dari orang,&quot; katanya di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2013).Negara-negara lain, kata Said Aqil lebih memberikan ruang terhadap TKI, diantaranya&amp;nbsp; dengan memberikan hari libur, uang lembur, dan lainnya. Tentu hal itu berbeda jauh dengan kondisi yang ada di Arab Saudi. Apalagi, Arab Saudi hingga kini belum mau menandatangani Mou mengenai perlindungan tenaga kerja. Sedangkan negara lain sudah menandatanganinya. &quot;Padahal, Negara-negara lain sudah menandatangi MoU itu, tapi Arab Saudi belum mau untuk menandatanginya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Pemerintah didesak segera menghentikan pengiriman&amp;nbsp; Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Arab Saudi. Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Said Aqil Siroj mengatakan memang sudah saatnya&amp;nbsp; pemerintah untuk menghentikan pengiriman TKW ke negara tersebut. Pasalnya, banyak TKW yang bekerja di Arab Saudi mengalami penganiayaan dan penyiksaan. &quot;Masih banyak negara yang memperlakukan TKI atau TKW dengan baik, dengan sangat berat saya katakan, kalau Taiwan dan Hongkong jauh lebih baik memperlakukan TKI. Itu saya tahu sendiri dan saya lihat sendiri dan bukan dari orang,&quot; katanya di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2013).Negara-negara lain, kata Said Aqil lebih memberikan ruang terhadap TKI, diantaranya&amp;nbsp; dengan memberikan hari libur, uang lembur, dan lainnya. Tentu hal itu berbeda jauh dengan kondisi yang ada di Arab Saudi. Apalagi, Arab Saudi hingga kini belum mau menandatangani Mou mengenai perlindungan tenaga kerja. Sedangkan negara lain sudah menandatanganinya. &quot;Padahal, Negara-negara lain sudah menandatangi MoU itu, tapi Arab Saudi belum mau untuk menandatanginya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
