<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Tinggalkan Unismuh, Bentrok Reda</title><description>Ratusan personil kepolisian ditarik dari depan Kampus Unismuh Makassar, sekitar pukul 22.30 Wita, Selasa (11/6/2013).</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/12/340/820581/polisi-tinggalkan-unismuh-bentrok-reda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/12/340/820581/polisi-tinggalkan-unismuh-bentrok-reda"/><item><title>Polisi Tinggalkan Unismuh, Bentrok Reda</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/12/340/820581/polisi-tinggalkan-unismuh-bentrok-reda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/12/340/820581/polisi-tinggalkan-unismuh-bentrok-reda</guid><pubDate>Rabu 12 Juni 2013 05:59 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/12/340/820581/hfpFZkzoI2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/12/340/820581/hfpFZkzoI2.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>MAKASSAR - Ratusan personil kepolisian ditarik dari depan Kampus Unismuh Makassar, sekitar pukul 22.30 Wita, Selasa (11/6/2013). Wakapolrestabes Makassar AKBP Totok Lisdiarto memimpin langsung pemunduran anggotanya itu.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Ditariknya aparat kepolisian ini untuk mencegah berkepanjangannya aksi saling serang. Pasalnya, meski dikepung selama tiga jam, lemparan batu dan bom molotov terus dilemparkan mahasiswa dari dalam kampus.
&amp;nbsp;
Polisi juga tampak beberapa kali berkoordinasi dengan pihak rektorat Unismuh, namun kandas dikarenakan mahasiswa menolak membubarkan diri dari dalam kampus.
&amp;nbsp;
Dalam bentrokan itu, beberapa anggota polisi menderita luka memar akibat terkenalemparan batu dari dalam kampus. Sebaliknya, polisi membalas lemparan mahasiswa dengan gas air mata dan tembakan peringatan.
&amp;nbsp;
Petugas juga menghalau ratusan warga yang berkumpul di sekitar kampus, agar tidak lagi melakukan penyerangan ke arah mahasiswa.
&amp;nbsp;
Meski memilih mundur, tapi dari jarak sekitar 300 meter dari Kampus Unismuh, ratusan polisi masih bersiaga, untuk mengantisipasi terjadinya insiden susulan.</description><content:encoded>MAKASSAR - Ratusan personil kepolisian ditarik dari depan Kampus Unismuh Makassar, sekitar pukul 22.30 Wita, Selasa (11/6/2013). Wakapolrestabes Makassar AKBP Totok Lisdiarto memimpin langsung pemunduran anggotanya itu.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Ditariknya aparat kepolisian ini untuk mencegah berkepanjangannya aksi saling serang. Pasalnya, meski dikepung selama tiga jam, lemparan batu dan bom molotov terus dilemparkan mahasiswa dari dalam kampus.
&amp;nbsp;
Polisi juga tampak beberapa kali berkoordinasi dengan pihak rektorat Unismuh, namun kandas dikarenakan mahasiswa menolak membubarkan diri dari dalam kampus.
&amp;nbsp;
Dalam bentrokan itu, beberapa anggota polisi menderita luka memar akibat terkenalemparan batu dari dalam kampus. Sebaliknya, polisi membalas lemparan mahasiswa dengan gas air mata dan tembakan peringatan.
&amp;nbsp;
Petugas juga menghalau ratusan warga yang berkumpul di sekitar kampus, agar tidak lagi melakukan penyerangan ke arah mahasiswa.
&amp;nbsp;
Meski memilih mundur, tapi dari jarak sekitar 300 meter dari Kampus Unismuh, ratusan polisi masih bersiaga, untuk mengantisipasi terjadinya insiden susulan.</content:encoded></item></channel></rss>
