<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Golkar 'Suara Rakyat', Kok Dukung Kenaikan Harga BBM?</title><description>Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirat menyindir Partai Golkar terkait  rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/15/339/822372/golkar-suara-rakyat-kok-dukung-kenaikan-harga-bbm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/15/339/822372/golkar-suara-rakyat-kok-dukung-kenaikan-harga-bbm"/><item><title>Golkar 'Suara Rakyat', Kok Dukung Kenaikan Harga BBM?</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/15/339/822372/golkar-suara-rakyat-kok-dukung-kenaikan-harga-bbm</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/15/339/822372/golkar-suara-rakyat-kok-dukung-kenaikan-harga-bbm</guid><pubDate>Sabtu 15 Juni 2013 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/15/339/822372/v6UVpLDPMA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Maruarar Sirait bersama Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/15/339/822372/v6UVpLDPMA.jpg</image><title>Maruarar Sirait bersama Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirat menyindir Partai Golkar terkait rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).&quot;Golkar pegang kunci dalam situasi ini. Jargonnya, &amp;lsquo;suara rakyat kan suara Golkar&amp;rsquo;. Nah, sekarang Golkar setuju atau tidak nih terkait kenaikan BBM?&quot; ujar pria yang akrab disapa Ara itu pada diskusi Polemik Sindo Trijaya bertema 'Berebut Berkah Subsidi', di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/6/2013). Bila benar apa yang menjadi jargon partai berlambang beringin tersebut merupakan suara rakyat, Ara menyatakan, seharusnya Golkar tidak menyetujui kenaikan harga BBM. &quot;Lho, sekarang kita tantang saja. Kalau menurut kami, 90 persen masyarakat itu menolak kenaikan BBM. Jadi benar Golkar suara rakyat, seharusnya tidak setuju dong,&quot; kata Ara.Bahkan, perihal pernyataannya tentang 90 persen masyarakat tidak setuju akan kenaikan harga BBM, Ara pun menantang untuk dilakukan survei terkait kenaikan harga BBM.&quot;Kalau buat pilkada saja kita mau buat voting, kenapa buat kebijakan publik malah tidak melakukannya? Nah, dari situ kan kita bisa tahu, apa sebenarnya suara rakyat. Kalau memang rakyat tidak setuju tapi Golkar setuju, rakyat yang mana suara Golkar?&quot; tutur Ara. Bahkan, Ara juga menyinggung, &quot;Apakah kenaikan BBM ini aspirasi rakyat, atau wewenangnya Setgab?&quot;</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirat menyindir Partai Golkar terkait rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).&quot;Golkar pegang kunci dalam situasi ini. Jargonnya, &amp;lsquo;suara rakyat kan suara Golkar&amp;rsquo;. Nah, sekarang Golkar setuju atau tidak nih terkait kenaikan BBM?&quot; ujar pria yang akrab disapa Ara itu pada diskusi Polemik Sindo Trijaya bertema 'Berebut Berkah Subsidi', di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/6/2013). Bila benar apa yang menjadi jargon partai berlambang beringin tersebut merupakan suara rakyat, Ara menyatakan, seharusnya Golkar tidak menyetujui kenaikan harga BBM. &quot;Lho, sekarang kita tantang saja. Kalau menurut kami, 90 persen masyarakat itu menolak kenaikan BBM. Jadi benar Golkar suara rakyat, seharusnya tidak setuju dong,&quot; kata Ara.Bahkan, perihal pernyataannya tentang 90 persen masyarakat tidak setuju akan kenaikan harga BBM, Ara pun menantang untuk dilakukan survei terkait kenaikan harga BBM.&quot;Kalau buat pilkada saja kita mau buat voting, kenapa buat kebijakan publik malah tidak melakukannya? Nah, dari situ kan kita bisa tahu, apa sebenarnya suara rakyat. Kalau memang rakyat tidak setuju tapi Golkar setuju, rakyat yang mana suara Golkar?&quot; tutur Ara. Bahkan, Ara juga menyinggung, &quot;Apakah kenaikan BBM ini aspirasi rakyat, atau wewenangnya Setgab?&quot;</content:encoded></item></channel></rss>
