<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratusan Mahasiswa Minta Subsidi BBM Dicabut</title><description>Ratusan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam BEM se Jakarta dan  Aliansi Mahasiswa serta Pemuda Peduli Energi Nasional berunjuk rasa di  Patung Kuda, Monas, Jakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/16/339/822622/ratusan-mahasiswa-minta-subsidi-bbm-dicabut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/16/339/822622/ratusan-mahasiswa-minta-subsidi-bbm-dicabut"/><item><title>Ratusan Mahasiswa Minta Subsidi BBM Dicabut</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/16/339/822622/ratusan-mahasiswa-minta-subsidi-bbm-dicabut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/16/339/822622/ratusan-mahasiswa-minta-subsidi-bbm-dicabut</guid><pubDate>Minggu 16 Juni 2013 11:11 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/16/339/822622/BNAbmZwWhy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/16/339/822622/BNAbmZwWhy.jpg</image><title>Ilustrasi (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Ratusan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam BEM se Jakarta dan Aliansi Mahasiswa serta Pemuda Peduli Energi Nasional berunjuk rasa di Patung Kuda, Monas, Jakarta.
&amp;nbsp;
&quot;Sebagian kalangan menganggap bahwa saat ini kebijakan subsidi BBM adalah sebuah kesalahan dan harus dihentikan. Subsidi BBM dinilai sebagai suatu pemborosan dan memberatkan APBN,&quot;  ujar koordinator aksi Abdul Wahid di lokasi, Minggu (16/6/2013).
&amp;nbsp;
&quot;Kondisi ini sebetulnya sudah menggejala sejak lama, namun pemerintah tidak berani menghentikan subsidi BBM karena dinilai sebagai kebijakan yang tidak populis,&quot;katanya.
&amp;nbsp;
Menurut Wahid,  subsidi BBM dinilai tidak tepat sasaran. Selama ini, sekitar 70% subsidi BBM hanya dinikmati oleh orang kaya.
&amp;nbsp;
&quot;Anggaran untuk pendanaan subsidi BBM dinilai akan lebih tepat sasaran jika dialihkan untuk program-program pembangunan yang menyentuh rakyat miskin,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Selanjutnya, ia menyatakan alasan ketiga adalah harga BBM di Indonesia  saat ini apabila dibandingkan dengan negara tetangga terlalu murah, sehingga berpotensi untuk terjadi penyelundupan dan segala bentuk kecurangan. Di sisi lain terdapat kalangan yang mendukung kebijakan subsidi BBM agar terus berlanjut.
&amp;nbsp;
&quot;Alasannya adalah bahwa banyak rakyat kelas menengah ke bawah yang sangat membutuhkan subsidi BBM, seperti golongan nelayan dan usaha kecil lainnya,&quot; tutur dia.
&amp;nbsp;
Wahid juga menambahkan alasan keempat adalah dikhawatirkannya efek domino yang terjadi apabila subsidi BBM dicabut. Kenaikan harga BBM akan diikuti dengan kenaikan harga bahan pokok. Bagaimanapun, sambung dia, subsidi  BBM harus dilihat dari  dua sisi.
&amp;nbsp;
&quot;Bangsa ini harus segera membuka mata dan menjadi bangsa mandiri, bangsa ini tidak bisa terus membebani negara ini dengan  subsidi. Maka karena hal itu kami menyampaikan seruan kepada seluruh rakyat Indonesia agar kita berani menjadi bangsa yang mandiri tanda subsidi BBM,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ratusan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam BEM se Jakarta dan Aliansi Mahasiswa serta Pemuda Peduli Energi Nasional berunjuk rasa di Patung Kuda, Monas, Jakarta.
&amp;nbsp;
&quot;Sebagian kalangan menganggap bahwa saat ini kebijakan subsidi BBM adalah sebuah kesalahan dan harus dihentikan. Subsidi BBM dinilai sebagai suatu pemborosan dan memberatkan APBN,&quot;  ujar koordinator aksi Abdul Wahid di lokasi, Minggu (16/6/2013).
&amp;nbsp;
&quot;Kondisi ini sebetulnya sudah menggejala sejak lama, namun pemerintah tidak berani menghentikan subsidi BBM karena dinilai sebagai kebijakan yang tidak populis,&quot;katanya.
&amp;nbsp;
Menurut Wahid,  subsidi BBM dinilai tidak tepat sasaran. Selama ini, sekitar 70% subsidi BBM hanya dinikmati oleh orang kaya.
&amp;nbsp;
&quot;Anggaran untuk pendanaan subsidi BBM dinilai akan lebih tepat sasaran jika dialihkan untuk program-program pembangunan yang menyentuh rakyat miskin,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Selanjutnya, ia menyatakan alasan ketiga adalah harga BBM di Indonesia  saat ini apabila dibandingkan dengan negara tetangga terlalu murah, sehingga berpotensi untuk terjadi penyelundupan dan segala bentuk kecurangan. Di sisi lain terdapat kalangan yang mendukung kebijakan subsidi BBM agar terus berlanjut.
&amp;nbsp;
&quot;Alasannya adalah bahwa banyak rakyat kelas menengah ke bawah yang sangat membutuhkan subsidi BBM, seperti golongan nelayan dan usaha kecil lainnya,&quot; tutur dia.
&amp;nbsp;
Wahid juga menambahkan alasan keempat adalah dikhawatirkannya efek domino yang terjadi apabila subsidi BBM dicabut. Kenaikan harga BBM akan diikuti dengan kenaikan harga bahan pokok. Bagaimanapun, sambung dia, subsidi  BBM harus dilihat dari  dua sisi.
&amp;nbsp;
&quot;Bangsa ini harus segera membuka mata dan menjadi bangsa mandiri, bangsa ini tidak bisa terus membebani negara ini dengan  subsidi. Maka karena hal itu kami menyampaikan seruan kepada seluruh rakyat Indonesia agar kita berani menjadi bangsa yang mandiri tanda subsidi BBM,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
