<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aksi Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM Makin Beringas</title><description>Aksi mahasiswa HKBP Nomensen semakin beringas, tak cukup merusak marka  jalan dan lampu merah, mereka juga meruntuhkan besi bilboad iklan serta  merusak salah satu mobil yang melintas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/17/337/823442/aksi-mahasiswa-tolak-kenaikan-bbm-makin-beringas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/17/337/823442/aksi-mahasiswa-tolak-kenaikan-bbm-makin-beringas"/><item><title>Aksi Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM Makin Beringas</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/17/337/823442/aksi-mahasiswa-tolak-kenaikan-bbm-makin-beringas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/17/337/823442/aksi-mahasiswa-tolak-kenaikan-bbm-makin-beringas</guid><pubDate>Senin 17 Juni 2013 22:14 WIB</pubDate><dc:creator>Irwansyah Putra Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/17/337/823442/Te1OVt9r5b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/17/337/823442/Te1OVt9r5b.jpg</image><title>ilustrasi</title></images><description>MEDAN - Aksi mahasiswa HKBP Nomensen semakin beringas, tak cukup merusak marka jalan dan lampu merah, mereka juga meruntuhkan besi bilboad iklan serta merusak salah satu mobil yang melintas.
&amp;nbsp;
Aksi pengrusakan mobil dilakukan karena sang pengemudi tidak memberikan sejumlah uang saat diminta oleh perwakilan massa yang menyodorkan kotak untuk menampung uang kutipan, Senin (17/6/2013) Medan.
&amp;nbsp;
&quot;Mana semangat mu ayo bersatu, mana polisi, kenapa mereka tidak berani datang,&quot; kata salah seorang mahasiswa HKBP Nomensen.
&amp;nbsp;
Menurutnya, aksi akan terus berlanjut hingga ada keputusan dari pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM karena kalau BBM naik maka rakyat kecil akan semakin susah.
&amp;nbsp;
Berdasarkan pantauan Okezone, aksi mahasiswa dan pengrusakannya menjadi tontonan warga yang melintas, sekira puluhan warga memilih untuk memberhentikan sepeda motornya serta mendekat ke lokasi aksi untuk menyaksikan langsung.
&amp;nbsp;
Kebanyakan warga yang menonton aksi brutal tersebut berusia dari 10 hingga 25 tahun. Hingga saat ini, aksi yang berlangsung dari pukul 18.00 WIB tidak mendapat pengawalan dari aparat kepolisian.
&amp;nbsp;
Massa yang memegang besi, batu dan kayu melakukan sweeping kepada sejumlah warga untuk mencari polisi yang menyamar (intel), wartawan juga tidak luput dari aksi sweeping mahasiswa.</description><content:encoded>MEDAN - Aksi mahasiswa HKBP Nomensen semakin beringas, tak cukup merusak marka jalan dan lampu merah, mereka juga meruntuhkan besi bilboad iklan serta merusak salah satu mobil yang melintas.
&amp;nbsp;
Aksi pengrusakan mobil dilakukan karena sang pengemudi tidak memberikan sejumlah uang saat diminta oleh perwakilan massa yang menyodorkan kotak untuk menampung uang kutipan, Senin (17/6/2013) Medan.
&amp;nbsp;
&quot;Mana semangat mu ayo bersatu, mana polisi, kenapa mereka tidak berani datang,&quot; kata salah seorang mahasiswa HKBP Nomensen.
&amp;nbsp;
Menurutnya, aksi akan terus berlanjut hingga ada keputusan dari pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM karena kalau BBM naik maka rakyat kecil akan semakin susah.
&amp;nbsp;
Berdasarkan pantauan Okezone, aksi mahasiswa dan pengrusakannya menjadi tontonan warga yang melintas, sekira puluhan warga memilih untuk memberhentikan sepeda motornya serta mendekat ke lokasi aksi untuk menyaksikan langsung.
&amp;nbsp;
Kebanyakan warga yang menonton aksi brutal tersebut berusia dari 10 hingga 25 tahun. Hingga saat ini, aksi yang berlangsung dari pukul 18.00 WIB tidak mendapat pengawalan dari aparat kepolisian.
&amp;nbsp;
Massa yang memegang besi, batu dan kayu melakukan sweeping kepada sejumlah warga untuk mencari polisi yang menyamar (intel), wartawan juga tidak luput dari aksi sweeping mahasiswa.</content:encoded></item></channel></rss>
