<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IPW Desak Kapolri Copot Kapolda Jambi</title><description>Indonesia Police Watch (IPW) mengecam aksi kekerasan oleh polisi  terhadap jurnalis dalam aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di  Jambi, kemarin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/18/337/823533/ipw-desak-kapolri-copot-kapolda-jambi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/18/337/823533/ipw-desak-kapolri-copot-kapolda-jambi"/><item><title>IPW Desak Kapolri Copot Kapolda Jambi</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/18/337/823533/ipw-desak-kapolri-copot-kapolda-jambi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/18/337/823533/ipw-desak-kapolri-copot-kapolda-jambi</guid><pubDate>Selasa 18 Juni 2013 09:52 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/18/337/823533/wgyNIIRhpx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/18/337/823533/wgyNIIRhpx.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) mengecam aksi kekerasan oleh polisi terhadap jurnalis dalam aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di Jambi, kemarin.Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, tindakan represif terhadap jurnalis Trans7 di Jambi, Nugroho Kusumawan atau akrab disapa Anton itu merupakan kategori tindakan biadab aparat Kepolisian. Tak ada alasan apapun apalagi berkilah bahwa hal tersebut tidak disengaja.&quot;Mereka sesungguhnya sangat mengetahui bahwa wartawan dilindungi UU dalam menjalankan tugasnya. Polda Jambi harus bertanggung jawab dlm kasus ini,&quot; tegas Neta saat berbincang dengan Okezone, di Jakarta, Selasa (18/6/2013).IPW, lanjut Neta, juga mendesak Polri segera menangkap pelaku penembakan atau oknum polisi dengan tindakannya yang teledor tersebut, sehingga sampai melukai orang lain. Menurutnya, tindakan oknum polisi itu telah melanggar UU Pers nomor 40/1999 Pasal 4 tentang Kebebasan Pers. Berkaitan dengan itu, IPW mengimbau agar seluruh organisasi pers untuk melawan siapapun yang melakukan tindak kekerasan dan menghalangi tugas jurnalistik. &quot;IPW mendesak Kapolri segera mencopot para Kapolda yang membiarkan anggotanya melakukan tindakan represif terhadap wartawan, seperti yang terjadi di Jambi,&quot; pungkasnya.Anton tertembak lontaran gas air mata milik aparat Kepolisian saat meliput aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM di halaman Gedung DPRD Jambi kemarin. Peluru gas airmata mengenai pelipis kanan.&amp;nbsp;Saat ini, korban masih terbaring di RSUD Raden Mattaher. Kepolisian Daerah Jambi menetapkan Briptu D anggota Sabhara Polresta Jambi sebagai tersangka. Selanjutnya, Briptu D akan menjalani pemeriksaan di internal Kepolisian.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) mengecam aksi kekerasan oleh polisi terhadap jurnalis dalam aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di Jambi, kemarin.Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, tindakan represif terhadap jurnalis Trans7 di Jambi, Nugroho Kusumawan atau akrab disapa Anton itu merupakan kategori tindakan biadab aparat Kepolisian. Tak ada alasan apapun apalagi berkilah bahwa hal tersebut tidak disengaja.&quot;Mereka sesungguhnya sangat mengetahui bahwa wartawan dilindungi UU dalam menjalankan tugasnya. Polda Jambi harus bertanggung jawab dlm kasus ini,&quot; tegas Neta saat berbincang dengan Okezone, di Jakarta, Selasa (18/6/2013).IPW, lanjut Neta, juga mendesak Polri segera menangkap pelaku penembakan atau oknum polisi dengan tindakannya yang teledor tersebut, sehingga sampai melukai orang lain. Menurutnya, tindakan oknum polisi itu telah melanggar UU Pers nomor 40/1999 Pasal 4 tentang Kebebasan Pers. Berkaitan dengan itu, IPW mengimbau agar seluruh organisasi pers untuk melawan siapapun yang melakukan tindak kekerasan dan menghalangi tugas jurnalistik. &quot;IPW mendesak Kapolri segera mencopot para Kapolda yang membiarkan anggotanya melakukan tindakan represif terhadap wartawan, seperti yang terjadi di Jambi,&quot; pungkasnya.Anton tertembak lontaran gas air mata milik aparat Kepolisian saat meliput aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM di halaman Gedung DPRD Jambi kemarin. Peluru gas airmata mengenai pelipis kanan.&amp;nbsp;Saat ini, korban masih terbaring di RSUD Raden Mattaher. Kepolisian Daerah Jambi menetapkan Briptu D anggota Sabhara Polresta Jambi sebagai tersangka. Selanjutnya, Briptu D akan menjalani pemeriksaan di internal Kepolisian.</content:encoded></item></channel></rss>
