<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;BLSM, Politik Uang yang Dilegalkan&quot;</title><description>BLSM merupakan kompensasi atas  rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM  bersubsidi. Kebijakan tersebut, mendapat pandangan beragam, baik yang  pro maupun kontra.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/19/337/824082/blsm-politik-uang-yang-dilegalkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/19/337/824082/blsm-politik-uang-yang-dilegalkan"/><item><title>&quot;BLSM, Politik Uang yang Dilegalkan&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/19/337/824082/blsm-politik-uang-yang-dilegalkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/19/337/824082/blsm-politik-uang-yang-dilegalkan</guid><pubDate>Rabu 19 Juni 2013 09:01 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/19/337/824082/dgsIlEnPlS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/19/337/824082/dgsIlEnPlS.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) merupakan kompensasi atas rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kebijakan tersebut, mendapat pandangan beragam, baik yang pro maupun kontra.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Ini yang harus kita cermati benar.  Ada dua implikasi dari balsem (BLSM) ini. Pertama, tentu makin memiskinkan mentalitas mandiri bangsa kita. Mendapatkan dana dengan cuma-cuma, itu sedikit banyak memberi implikasi munculnya kesadaran bahwa tanpa kerja keras, duit pun akan ada,&quot; ungkap Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti dalam pesan singkatnya kepada Okezone, Rabu (19/6/2013).
&amp;nbsp;
Kedua, lanjut Ray, BLSM secara tidak langsung mengajak pemilih untuk terjebak pada penilaian bahwa Parpol yang baik adalah parpol yang menyediakan bantuan-bantuan sosial.
&amp;nbsp;
&quot;Akibatnya, partai politik kita dinilai bukan lagi pada soal visi-misi, komitmen kebangsaan dan lain-lain, tapi pada soal kehadirannya dengan seperangkat bantuan bersifat fisik,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Atas dasar itu, Ray menyatakan, perlu adanya formulasi yang tepat bagi agar peredaran bantuan-bantuan, tidak marak terjadi menjelang Pemilu ataupun Pilkada.
&amp;nbsp;
&quot;Tentu saja untuk jangka pendek dan panjang, situasi ini makin menyumbang praktek-praktek politik uang di tengah masyarakat. Ini seperti politik uang yang dilegalkan. Efeknya, makin sulit bagi kita untuk membangun masyarakat yang sehat secara politik,&quot; tandasnya.
&amp;nbsp;
Dikatakan Ray, BLSM telah menjadi strategi politik tersendiri bagi partai politik yang merubah cita rasa masyarakat yang tadinya objektif dan rasional, menjadi pragmatis dalam memilih partai.
&amp;nbsp;
&quot;Bagaimana bisa menyebut apakah partai ini layak dipercaya atau tidak, kalau defenisi partai yang baik di mata masyarakat adalah partai yang bagi-bagi balsem (BLSM). Kan sudah sulit memisahkannya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) merupakan kompensasi atas rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kebijakan tersebut, mendapat pandangan beragam, baik yang pro maupun kontra.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Ini yang harus kita cermati benar.  Ada dua implikasi dari balsem (BLSM) ini. Pertama, tentu makin memiskinkan mentalitas mandiri bangsa kita. Mendapatkan dana dengan cuma-cuma, itu sedikit banyak memberi implikasi munculnya kesadaran bahwa tanpa kerja keras, duit pun akan ada,&quot; ungkap Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti dalam pesan singkatnya kepada Okezone, Rabu (19/6/2013).
&amp;nbsp;
Kedua, lanjut Ray, BLSM secara tidak langsung mengajak pemilih untuk terjebak pada penilaian bahwa Parpol yang baik adalah parpol yang menyediakan bantuan-bantuan sosial.
&amp;nbsp;
&quot;Akibatnya, partai politik kita dinilai bukan lagi pada soal visi-misi, komitmen kebangsaan dan lain-lain, tapi pada soal kehadirannya dengan seperangkat bantuan bersifat fisik,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Atas dasar itu, Ray menyatakan, perlu adanya formulasi yang tepat bagi agar peredaran bantuan-bantuan, tidak marak terjadi menjelang Pemilu ataupun Pilkada.
&amp;nbsp;
&quot;Tentu saja untuk jangka pendek dan panjang, situasi ini makin menyumbang praktek-praktek politik uang di tengah masyarakat. Ini seperti politik uang yang dilegalkan. Efeknya, makin sulit bagi kita untuk membangun masyarakat yang sehat secara politik,&quot; tandasnya.
&amp;nbsp;
Dikatakan Ray, BLSM telah menjadi strategi politik tersendiri bagi partai politik yang merubah cita rasa masyarakat yang tadinya objektif dan rasional, menjadi pragmatis dalam memilih partai.
&amp;nbsp;
&quot;Bagaimana bisa menyebut apakah partai ini layak dipercaya atau tidak, kalau defenisi partai yang baik di mata masyarakat adalah partai yang bagi-bagi balsem (BLSM). Kan sudah sulit memisahkannya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
