<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Oknum Polisi Penembak Jurnalis di Jambi Diperiksa Propam</title><description>Dia menegaskan, tidak ada unsur kesengajaan dari petugas untuk membuat pihak-pihak yang melakukan unjuk rasa cidera.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/19/337/824375/oknum-polisi-penembak-jurnalis-di-jambi-diperiksa-propam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/19/337/824375/oknum-polisi-penembak-jurnalis-di-jambi-diperiksa-propam"/><item><title>Oknum Polisi Penembak Jurnalis di Jambi Diperiksa Propam</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/19/337/824375/oknum-polisi-penembak-jurnalis-di-jambi-diperiksa-propam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/19/337/824375/oknum-polisi-penembak-jurnalis-di-jambi-diperiksa-propam</guid><pubDate>Rabu 19 Juni 2013 15:17 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/19/337/824375/Qlx06Ubdzf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Brigjen Pol Boy Rafli Amar (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/19/337/824375/Qlx06Ubdzf.jpg</image><title>Brigjen Pol Boy Rafli Amar (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap petugas polisi yang diduga menembakan gas air mata secara tidak sengaja mengenai seorang wartawan Anton Nugroho saat meliput aksi unjuk rasa di Jambi. &quot;Saat ini, diperiksa satu orang anggota yang menggunakan senjata itu saat tugas. Seorang Brigadir inisal D dari Jambi,&quot; ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (19/6/2013).Terkait penembakan tersebut, Boy mengatakan, pihaknya prihatin dengan adanya korban. Dia menegaskan, tidak ada unsur kesengajaan dari petugas untuk membuat pihak-pihak yang melakukan unjuk rasa cidera.&quot;Dalam hal ini langkah-langkah petugas lebih kepada upaya untuk mengeliminir kondisi yang tidak tertib, agar upaya perbuatan anarkis bisa terkendali,&quot; tegasnya.Menurut Boy, saat ini Divisi Propam baik ditingkat Polri maupun Polda sedang melakukan penelitian lebih jauh guna memeriksa peristiwa di Jambi dan Ternate. &quot;Setelah diperiksa, nanti dikethui apa yang jadi faktor penyebabnya. Selain untuk evaluasi, juka akan ditindaklanjuti tindakan hukum yang diduga pelanggaran, apakah disiplin, kodetik atau hukum,&quot; paparnya.Namun, Boy juga meminta agar pihak pengunjuk rasa dan wartawan bisa berintrospeksi. Khusunya, wartawan dalam meliput kasi unjuk rasa. &quot;Mana sisi-sisi teman-teman jurnalis, yang dianggap berbahaya saat meliput demo,&quot; sambungnya.Jenderal polisi bintang satu ini, mengingatkan agar saat unjuk rasa, hendaknya unjuk perasaan jangan unjuk otot. &quot;Karena, kalau unjuk otot pasti akan ada kekerasan, karena otot itu keras. Jadi, kalau sudah ngotot-ngototan pasti akan timbul gesekan yang berpotensi tindak kekerasan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap petugas polisi yang diduga menembakan gas air mata secara tidak sengaja mengenai seorang wartawan Anton Nugroho saat meliput aksi unjuk rasa di Jambi. &quot;Saat ini, diperiksa satu orang anggota yang menggunakan senjata itu saat tugas. Seorang Brigadir inisal D dari Jambi,&quot; ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (19/6/2013).Terkait penembakan tersebut, Boy mengatakan, pihaknya prihatin dengan adanya korban. Dia menegaskan, tidak ada unsur kesengajaan dari petugas untuk membuat pihak-pihak yang melakukan unjuk rasa cidera.&quot;Dalam hal ini langkah-langkah petugas lebih kepada upaya untuk mengeliminir kondisi yang tidak tertib, agar upaya perbuatan anarkis bisa terkendali,&quot; tegasnya.Menurut Boy, saat ini Divisi Propam baik ditingkat Polri maupun Polda sedang melakukan penelitian lebih jauh guna memeriksa peristiwa di Jambi dan Ternate. &quot;Setelah diperiksa, nanti dikethui apa yang jadi faktor penyebabnya. Selain untuk evaluasi, juka akan ditindaklanjuti tindakan hukum yang diduga pelanggaran, apakah disiplin, kodetik atau hukum,&quot; paparnya.Namun, Boy juga meminta agar pihak pengunjuk rasa dan wartawan bisa berintrospeksi. Khusunya, wartawan dalam meliput kasi unjuk rasa. &quot;Mana sisi-sisi teman-teman jurnalis, yang dianggap berbahaya saat meliput demo,&quot; sambungnya.Jenderal polisi bintang satu ini, mengingatkan agar saat unjuk rasa, hendaknya unjuk perasaan jangan unjuk otot. &quot;Karena, kalau unjuk otot pasti akan ada kekerasan, karena otot itu keras. Jadi, kalau sudah ngotot-ngototan pasti akan timbul gesekan yang berpotensi tindak kekerasan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
