<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usut Korupsi Laboratorium MTs, Kejagung Periksa 4 Kepsek</title><description>Kasus ini terjadi pada 2010 saat Kementerian Agama memperoleh dana  sesuai APBN Perubahan untuk proyek pengadaan alat laboratorium IPA untuk  MTs dan MA se-Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/19/339/824573/usut-korupsi-laboratorium-mts-kejagung-periksa-4-kepsek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/19/339/824573/usut-korupsi-laboratorium-mts-kejagung-periksa-4-kepsek"/><item><title>Usut Korupsi Laboratorium MTs, Kejagung Periksa 4 Kepsek</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/19/339/824573/usut-korupsi-laboratorium-mts-kejagung-periksa-4-kepsek</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/19/339/824573/usut-korupsi-laboratorium-mts-kejagung-periksa-4-kepsek</guid><pubDate>Rabu 19 Juni 2013 19:09 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/19/339/824573/iCTHG5IC7N.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/19/339/824573/iCTHG5IC7N.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Kejaksaan Agung bidang Tindak Pidana Khusus berencana memeriksa empat kepala sekolah (Kepsek) terkait korupsi pengadaan laboratorium Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah. Keempat kepsek tersebut diperiksa masih sebatas saksi.
&amp;nbsp;
&quot;Dua Kepsek Jakarta, atas nama Siti Maziyah yang merupakan Kepsek MTs Tanwirul Qulub, Jakarta Selatan dan Kepsek MTs Cempaka Sari, Jakarta Pusat, Masri Marony,&quot; ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Setia Untung Arimuladi di Kantornya, Jakarta, Rabu (19/6/2013).
&amp;nbsp;
Sementara, dua saksi lagi merupakan Kepsek dari luar Jakarta. &quot;Kepsek MA Ihya Ulumuddin, Banyuwangi bernama Sinta dan Kepsek MA Salafiyah, Pekalongan bernama Drs H Muslikh,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, kasus ini terjadi pada 2010 saat Kementerian Agama memperoleh dana sesuai APBN Perubahan untuk proyek pengadaan alat laboratorium IPA untuk MTs dan MA se-Indonesia.
&amp;nbsp;
Anggaran yang diperuntukkan kepada MTs sebesar Rp 27,5 miliar sedangkan untuk Madrasah Aliyah senilai Rp44 miliar, sehingga total nilai proyek tersebut sebesar Rp71,5 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Kejaksaan Agung bidang Tindak Pidana Khusus berencana memeriksa empat kepala sekolah (Kepsek) terkait korupsi pengadaan laboratorium Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah. Keempat kepsek tersebut diperiksa masih sebatas saksi.
&amp;nbsp;
&quot;Dua Kepsek Jakarta, atas nama Siti Maziyah yang merupakan Kepsek MTs Tanwirul Qulub, Jakarta Selatan dan Kepsek MTs Cempaka Sari, Jakarta Pusat, Masri Marony,&quot; ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Setia Untung Arimuladi di Kantornya, Jakarta, Rabu (19/6/2013).
&amp;nbsp;
Sementara, dua saksi lagi merupakan Kepsek dari luar Jakarta. &quot;Kepsek MA Ihya Ulumuddin, Banyuwangi bernama Sinta dan Kepsek MA Salafiyah, Pekalongan bernama Drs H Muslikh,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, kasus ini terjadi pada 2010 saat Kementerian Agama memperoleh dana sesuai APBN Perubahan untuk proyek pengadaan alat laboratorium IPA untuk MTs dan MA se-Indonesia.
&amp;nbsp;
Anggaran yang diperuntukkan kepada MTs sebesar Rp 27,5 miliar sedangkan untuk Madrasah Aliyah senilai Rp44 miliar, sehingga total nilai proyek tersebut sebesar Rp71,5 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
