<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Kronologi Bentrokan di Kendari Versi Polri</title><description>Bentrok antara polisi dan mahasiswa Universita Haluleo (Unhalu) terjadi  di Jalan  HEA Mokodompit, Kelurahan Kambu, Kecamatan Poasia, Kota  Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Rabu, 19 Juni 2013 malam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/20/337/824715/ini-kronologi-bentrokan-di-kendari-versi-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2013/06/20/337/824715/ini-kronologi-bentrokan-di-kendari-versi-polri"/><item><title>Ini Kronologi Bentrokan di Kendari Versi Polri</title><link>https://news.okezone.com/read/2013/06/20/337/824715/ini-kronologi-bentrokan-di-kendari-versi-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2013/06/20/337/824715/ini-kronologi-bentrokan-di-kendari-versi-polri</guid><pubDate>Kamis 20 Juni 2013 10:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/06/20/337/824715/yhBGXBE8Bm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/06/20/337/824715/yhBGXBE8Bm.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bentrok antara polisi dan mahasiswa Universita Haluleo (Unhalu) terjadi di Jalan  HEA Mokodompit, Kelurahan Kambu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Rabu, 19 Juni 2013 malam. Hal ini disebabkan tuntutan mahasiswa terhadap pembatalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Kabid Humas Polda Sulawesi Sultra, AKBP A Karim Samandi, mengatakan, pihaknya memang sudah mendapat surat pemberitahuan aksi turun ke jalan lagi dari mahasiswa.
&amp;nbsp;
&quot;Sudah ada, dari Fakultas Teknik Unhalu yang akan protes. Kami bantu pengamanannya, jumlahnya sekira 100 personel,&quot; jelas Karim saat dihubungi wartawan, Kamis (20/6/2013).
&amp;nbsp;
Dia juga mengatakan, petugas yang diterjunkan merupakan gabungan dari Brimob, Sabhara Polda Sultra, Polres Kendari, Polres Kendari Selatan, dan beberapa polres lainnya.
&amp;nbsp;
&quot;Keseluruhan dari Polri. Belum ada dari TNI, tapi sudah koordinasi dengan TNI dua hari yang lalu. Juga sudah dengan pihak kampus, rektornya,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;
Kemudian, aksi unjuk rasa mahasiwa berujung ricuh dan bentrokan antara aparat Kepolisian dengan mahasiswa pun tak terelakan. Karim mengaku, peristiwa diawali dengan pembakaran baliho partai yang mendukung kenaikan harga BBM. Massa dibubarkan setelah negosiasi sekira pukul 01.00 Wita.
&amp;nbsp;
&quot;Mereka pulang ke kampus, dalam perjalanan mereka sempat lempar pos polisi dan mengenai polisi tersebut. Dikejar pelakunya, didapatkan, adu fisik, jari mahasiswa terluka,&quot; paparnya
&amp;nbsp;
Dari pengejaran tersebut, seorang wartawan media cetak Rakyat Sultra atas nama La Ismed juga menjadi korban. &quot;Karena posisinya di dalam kelompok mahasiswa. Saat bubar, jalan itu banyak gang kecil, mahasiswa sembunyi sembari lontarkan busur, di situ ada wartawan,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Akibat peristiwa itu, 2 anggota polisi menjadi korban yakni AKBP Dadang terkena lemparan batu dan Bripka Sucipto yang tertusuk anak panah. &quot;Dua anggota polri mengalami luka robek di mata dan luka anak panah. Masih dirujuk ke rumah sakit Bhayangkara,&quot; tuntasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bentrok antara polisi dan mahasiswa Universita Haluleo (Unhalu) terjadi di Jalan  HEA Mokodompit, Kelurahan Kambu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Rabu, 19 Juni 2013 malam. Hal ini disebabkan tuntutan mahasiswa terhadap pembatalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Kabid Humas Polda Sulawesi Sultra, AKBP A Karim Samandi, mengatakan, pihaknya memang sudah mendapat surat pemberitahuan aksi turun ke jalan lagi dari mahasiswa.
&amp;nbsp;
&quot;Sudah ada, dari Fakultas Teknik Unhalu yang akan protes. Kami bantu pengamanannya, jumlahnya sekira 100 personel,&quot; jelas Karim saat dihubungi wartawan, Kamis (20/6/2013).
&amp;nbsp;
Dia juga mengatakan, petugas yang diterjunkan merupakan gabungan dari Brimob, Sabhara Polda Sultra, Polres Kendari, Polres Kendari Selatan, dan beberapa polres lainnya.
&amp;nbsp;
&quot;Keseluruhan dari Polri. Belum ada dari TNI, tapi sudah koordinasi dengan TNI dua hari yang lalu. Juga sudah dengan pihak kampus, rektornya,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;
Kemudian, aksi unjuk rasa mahasiwa berujung ricuh dan bentrokan antara aparat Kepolisian dengan mahasiswa pun tak terelakan. Karim mengaku, peristiwa diawali dengan pembakaran baliho partai yang mendukung kenaikan harga BBM. Massa dibubarkan setelah negosiasi sekira pukul 01.00 Wita.
&amp;nbsp;
&quot;Mereka pulang ke kampus, dalam perjalanan mereka sempat lempar pos polisi dan mengenai polisi tersebut. Dikejar pelakunya, didapatkan, adu fisik, jari mahasiswa terluka,&quot; paparnya
&amp;nbsp;
Dari pengejaran tersebut, seorang wartawan media cetak Rakyat Sultra atas nama La Ismed juga menjadi korban. &quot;Karena posisinya di dalam kelompok mahasiswa. Saat bubar, jalan itu banyak gang kecil, mahasiswa sembunyi sembari lontarkan busur, di situ ada wartawan,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Akibat peristiwa itu, 2 anggota polisi menjadi korban yakni AKBP Dadang terkena lemparan batu dan Bripka Sucipto yang tertusuk anak panah. &quot;Dua anggota polri mengalami luka robek di mata dan luka anak panah. Masih dirujuk ke rumah sakit Bhayangkara,&quot; tuntasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
